
"Aku sangat mencintaimu, Mas. Aku tidak ingin ditinggalkan olehmu. Kalau pun aku mampu ditinggalkan olehmu, aku tidak akan bisa berpisah dengan anak-anakku. Tetapi mengambilnya, aku tidak bisa memberi mereka makan," gumam Liora dalam pelukan Cakra. Tidak lupa air mata terus mengalir tanpa bisa dicegah.
"Tenanglah, tidak akan ada yang meninggalkanmu. Baik mas atau pun anak-anak," bisik Cakra tepat di telinga istrinya. Bahkan Cakra dengan lembut kengecup rahang halus Liora yang masih saja bersembunyi dan memeluk tubuhnya erat.
Cakra mengangkat kepalanya ketika mendengar suara derap langkah mendekat. Dia mengoyangkan tangannya pada dua bersaudara yang datang secara bersamaan.
Eril yang tahu keinginan Cakra, segera mendekati Liam dan mengajak balita itu pergi dari sana, begitupun dengan Rocky mendorong stroller hingga kini hanya menyisakan Liora dan Cakra saja di dekat air mancur.
"Maaf sudah membentakmu kemarin dan menyebabkan kamu yang berpikiran tidak-tidak tentang hubungan kita," ucap Cakra. Pria itu mengelus air mata di pipi istrinya setelah pelukan terlerai. "Cantiknya mas tidak boleh menangis," lanjut Cakra.
"Aku akan jadi istri dan ibu yang baik. Jadi jangan tinggalkan aku ya?" pinta Liora dengan mata memerah. Sebenarnya selain sakit hati dibentak oleh sang suami. Liora terus memikirkan perubahan sikap Cakra. Takut kalau saja Cakra mempunyai wanita lain di luar sana. "Kalau Mas tidak menyukai sesuatu dariku, maka tegur aku, jangan cari seseorang di luar sana."
__ADS_1
Cakra tertawa padahal manik tajamnya sedang berkaca-kaca mengingat pertengkarannya dengan sang istri. "Cintaku habis di kamu, jadi tidak mungkin mas mencari orang diluar sana untuk dicintai lagi."
"Maafin mas karena menyakiti hatimu kemarin. Mas janji itu trakhir kalinya mas membuatmu menangis."
Liora mengangguk dan kembali memeluk tubuh suaminya yang sangat nyaman. Kalian tahu? Ditinggalkan saat hamil besar adalah trauma untuk Liora sejak dulu.
***
Berhasil menenangkan Liora dan membawanya ke kamar, Cakra akhirnya menemui Rocky juga Eril yang katanya ingin membicarakan hal yang serius. Kakak beradik itu kini berdiri saling bersampingan tanpa adanya tegur sapa layaknya orang asing. Cakra yang melihat hal tersebut mengetuk-ngetuk meja sebelum akhirnya berbicara.
"Tuan Zayn adalah Ceo baru dari perusahaan tersebut. Tuan Zayn mengumumkan desain barunya bahkan sebelum kita merilis desain yang telah kita rancang, Tuan. Anehnya, desain itu sangat mirip bahkan tidak ada perbedaan sedikitpun! Sekarang perusahaan mereka telah mengambil beberapa klien besar kita."
__ADS_1
Cakra menghela napas panjang, dia mengira masalahnya akan semakin membaik, tetapi ternyata malah semakin buruk dan jauh dari espektasi sebelumnya.
"Kau?" tanya Cakra menatap Eril.
"Kepolisian sekarang telah mengeleda kantor pusat dan hasilnya akan keluar sebentar lagi, Tuan. Tetapi, anehnya, polisi datang tanpa surat perintah."
Cakra senyum miring, sepertinya dia mengerti apa yang terjadi sekarang. Banyak orang yang berusaha menyerang Cakra dan memanfaatkan situasi yang memang rumit sejak awal. Pria itu berdiri sambil merapikan kemeja yang dia kenakan. Menatap dua orang kepercayaannya yang siap membantu kapan saja jika dia butuh.
"Mari bermain dengan tenang, biarkan mereka menyerang hingga terjebak dengan permainan sendiri," Cakra senyum smirk. "Eril, tuntut polisi yang telah mengeleda perusahaan pusat karena penyalahgunaan jabatan!" perintah Cakra. "Rocky, cari tahu siapa saja diperusahaan kita yang bersangkutan dengan Z group !"
"Baik, Tuan!" jawab Eril dan Rocky serempak. Kedua pria tampan itu segera meninggalkan kediaman Alexander dan menyelesaiakan tugas masing-masing dengan cepat, agar bisa bersantai bersama orang-orang tersayang mereka.
__ADS_1
Eril dan Rocky berpisah di ambang pintu tanpa bertegur sapa satu sama lain. Mereka masuk ke mobil masing-masing kemudian melajukan berlawanan arah lantaran tujuan mereka berbeda. Rocky ke perusahaan, sementara Eril ke kantor polisi untuk menuntut pihak kepolisian dengan menyertakan beberapa bukti.
Terlebih desain yang katanya hasil plagiat mempunyai bukti yang sangat kuat. Di mana Alexander group mempunyai sketsa-sketsa mentah dari awal pembuatan hingga final. Hanya saja mereka negatif di mata publik lantaran Z Group lebih dulu mempubliskan desain tersebut.