
Pagi hari selalu merepotkan untuk Liora, terlebih drama Cakra yang selalu ingin dimanja. Pria itu tidak akan berangkat kerja jika tidak dilayani dengan baik oleh Liora. Bahkan Cakra rela menunggu sambil memainkan laptopnya, jika Liora masih sibuk dengan anak-anaknya. Seperti saat ini, pria itu duduk di sofa hanya menggunakan handuk yang melitit tubuh bagian bawahnya. Sementara Liora, sibuk mengurus Liam yang ingin mandi pagi hanya bersamanya, sedangkan si kembar telah selesai dan dalam pengawasan suster.
Wanita cantik itu kembali ke kamar setelah memastikan anak-anaknya telah selesai, tinggal mengurus bayi besar yang sangat menyebalkan, sayangnya Liora sangat mencintainya. Dia melirik Cakra sebentar sebelum berjalan ke lemari.
"Mas hari ini ada kegiatan apa?" tanya Liora. Dia harus tahu apa kegiatan suaminya agar bisa menyesuaikan pakaian agar tidak salah kostum.
"Nggak ada hal yang penting, hanya bekerja seperti biasa," jawab Cakra. "Atau mas tidak perlu ke kantor saja ya? Lebih baik tinggal di rumah sama kalian." Pria itu meletakkan laptopnya di atas meja, kemudian menghampiri Liora yang berdiri di depan lemari.
Tanpa abah-abah, Cakra memeluk istrinya dari belakang, kemudian menumpu dagu di pundak istri cantiknya. Sementara yang dipeluk merengut kesal lantaran mendengar celetukan Cakra yang selalu malas jika harus meninggalkan rumah.
"Udah jam 8 pagi, Mas. Jangan buang waktu terus! Kasian Rocky, dari tadi udah nunggu di bawah, dia juga belum sarapan," ucap Liora. Dia membalik tubuhnya, kemudian mengecup bibir Cakra sekilas. "Papa dari anak-anak aku, hari ini kerja ya? Demi anak-anak kita dan aku juga. Banyak waktu untuk kita bersama. Jam 4 sore sampai pagi adalah waktu kita, wekend juga milik kita. Lalu kenapa harus membuang waktu lagi?" jelas Liora panjang lebar.
Cakra cengegesan, pria itu membalas kecupan istrinya gemas. "Kamu benar, kalau begitu siapkan pakaian mas seperti biasa. Mas mau mandi dulu," ucapnya.
Cakra segera berlalu ke kamar mandi, sedangkan Liora dengan sigap menyiapkan segala kebutuhan pria itu, dari kemeja, setelan jas, sapatu, kaos kaki hingga pakaian dalamnya. Setelah memastikan semuanya lengkap, dia beralih pada laptop dan berkas-berkas yang ada di atas meja. Berkas yang ada di sana sudah pasti akan Cakra bawa.
__ADS_1
"Sayang, mas lupa ngomong sesuatu," ucap Cakra yang baru saja selesai mandi. Pria itu sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. "Semalam Rahma melahirkan," lanjutnya.
Liora menghentikan pekerjaanya, wanita itu berbalik untuk menatap sang suami. "Lalu sekarang bagaimana? Mereka baik-baik saja?" tanya Liora dengan raut wajah sedikit khawatir.
"Mereka baik- baik saja, nanti pulang kerja, mas mampir ke rumah sakit wakilin kamu." Cakra mengelus lembut rambut Liora. Pria itu rela datang ke rumah sakit demi istrinya. Dia tidak ingin Liora pergi jauh, karena baru saja melahirkan dan mendapatkan jahitan atas bawah.
"Video call jangan lupa, aku pengen liat babynya."
"Iya, Sayang."
"Sayang, 40 harinya kok lama banget ya?" tanya Cakra.
"Ish, bahas 40 hari, orang baru satu minggu juga."
"Bisa dipercepat nggak sih? Mas tuh kangen banget sama kamu." Cakra memanyunkan bibirnya, tetapi dihiraukan oleh Liora.
__ADS_1
Wanita itu berjalan menuju meja untuk mengambil tas kerja sang suami, kemudian memberikan pada Cakra. "Ada baiknya Mas berangkat sekarang! Kasian Rocky nya. Oh iya, aku tidak sempat membuat sarapan untuk mas, jadi mungkin bekal makan siang aku kirim ke perusahaan."
"Nggak usah, mas bisa makan di luar. Jangan sering-sering ke dapur dulu apalagi gendong Liam."
"Posesif."
"Wajar mah kalau sama istri."
Cakra merangkul pundak Liora dan berjalan beriringan keluar dari kamar untuk menemui Rocky yang duduk di ruang tamu bersama Liam. Namun, harus kalian tahu, Rocky lebih rela duduk sendiri dibandingkan harus duduk dengan Liam yang sejak tadi bertanya banyak hal.
"Om Loky, Om Eyil mana?"
"Om Eyil ngambek sama Liam?"
"Om Eyil bobo?"
__ADS_1
Dan banyak lagi pertanyaan yang memenuhi telinga Rocky sampai ingin meledak.