
Mata Liora membulat sempurna melihat siapa yang datang di pesta ulang tahun putranya. Wanita yang sedang berbadan dua itu menghampiri tamunya.
Walau bingung siapa yang mengundang Rahma, tetap saja Liora sangat senang.
"Rahma? Senang banget ada yang datang," ucap Liora menyambut kedatangan Rahma. "Kesini sama siapa?" tanyanya.
"Naik ojol, makasih ya sudah diundang," jawab Rahma menyerahkan kotak persegi panjang yang terbungkus sesuatu yang terlihat indah.
"Ante Ahma?" tanya Liam menyembulkan kepalanya di balik kaki Liora.
Yang di panggil segera tersenyum dan melambaikan tangannya ramah pada Liam. Wanita cantik dengan gamis panjang juga hijab yang menutpi dada, segera berjalan dan menghampiri Liam.
Wanita itu langsung mengendong Liam seperti yang dia lakukan saat di kampung jika bertemu Wildan yang selalu membawanya.
"Iya ini tante Sayang, selamat ulang tahun Liam," ucap Rahma dengan senyuman. Senyuman yang mampu menghipnotis salah satu laki-laki yang ada di ruangan tersebut.
Rahma malu dan akan kesasar di kota? No itu tidak akan terjadi, sebab dia pernah kuliah di kota ini. Menjadi guru mengaji juga guru di sekolah dasar, membuat wanita itu ramah dan pandai berbicara.
Setelah berbincang cukup lama. Akhirnya sesi tiup lilin juga pemotongan kue berlangsung.
Kini Liam kembali berada di gendongan Cakra yang hanya fokus menatap wajah cantik istrinya seorang.
"Potong kuenya ... potong kuenya sekarang juga ... sekarang ... juga, sekarang juga ...." Tepuk tangan meriah terdengar di ruangan itu berbarengan dengan Liam memotong kue lumayan tinggi, tentu saja dibantu oleh Cakra.
__ADS_1
"Potongan kue pertama buat siapa Nak?" tanya Cakra.
"Mama," jawab Liam menyerahkan kue yang ada di tangannya, membuat Cakra cemberut.
"Di mana-mana, Mama selalu diutamakan," kesal Cakra membuat para pelayan menahan senyum.
Sementara di sisi lain tempat kue berada, Eril diam-diam memperhatikan Rahma yang tidak henti-hentinya tersenyum melihat keluarga bahagia dan harmonis itu.
Mungkin saja jika tidak ada masalah, kini Rahma akan merasakan hal yang sama bersama Wildan.
"Kamu tahu kenapa wanita itu memakai gamis dan hijab sampai menutupi hampir seluruh tubuhnya?" bisik Rocky, berhasil menyadarkan Eril yang tengah serius memperhatikan Rahma.
Eril mengelengkan kepalanya karena memang tidak mengerti alasan Rahma memakai pakaian tertutup seperti itu.
"Karena dia ingin menjauhkan dirinya dari tatapan lapar laki-laki. Jadi hormati apa yang berusaha dia jaga, tundukkan pandangan kamu untuknya!" pesan Rocky membuat Eril kicep seketika.
Abangnya memang sesekali berbicara, tapi sekalinya bersuara, maknanya sampai ulu hati. Detik itu juga Eril mengalihkan tatapannya pada Liam yang masih asik bercanda dengan orang tuanya.
"Mau kemana Nak?" tanya Liora ketika Liam turun seraya mengambil kue berisi piring kecil.
"Tue om," jawab Liam.
Bocah yang memakai jas senada dengan papanya itu menghampiri Eril kemudian menyerahkan kue. Liam melakukan hal yang sama untuk para pelayan. Kalau saja ada yang tidak kebagian, Liam akan meminta di potongkan lagi oleh Liora.
__ADS_1
"Pintar banget anak Papa," puji Cakra.
"Makasih Tuan muda kuenya," ucap salah satu pelayan paling terakhir mendapatkan kue.
"Ma-ma om," jawab Liam kemudian berlari kembali ke orang tuanya.
Setelah acara pemotongan kue dan penerimaan hadiah selesai. Waktunya memasuki sesi foto.
Eril mengambil banyak gambar foto keluarga harmonis itu, sampai dimana saat sesi foto bersama.
Cakra, Liam, Liora dan Rahma. Ketika Eril akan mengjempret kamera yang dia bawa, Rocky segera mendorong tubuhnya.
"Masuklah!" perintah Rocky merebut kamera di tangan Eril, sebab Liam sejak tadi memanggil Eril agar mendekat.
"Ayo sini Eril," panggil Liora.
Eril berjalan malu-malu menghampiri Liora, kemudian berdiri di dekat Cakra namun langsung di dorong oleh Cakra.
"Ngapain kamu dekat-delat sama saya? Di samping kiri kosong," ucap Cakra.
Eril mengaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Kini laki-laki itu beralih berdiri di samping Rahma.
Sungguh, kalau saja Eril tahu dia akan salah tingkah seperti ini, tidak mungkin dia mengundang Rahma.
__ADS_1