
"Di mana mereka?" tanya Cakra. Kini laki-laki itu duduk di sofa single dengan kaki menyilang. Sungguh dia terlihat sangat berwibawa dan tentu saja di takuti banyak orang.
Namun, mungkin jika para pengawal melihat betapa dia bucin pada istrinya, wibawa Cakra akan jatuh sampai kerak bumi paling dalam.
Bukan hanya pengawal, mungkin musuh dalam bisnis akan menggunakan Liora atau Liam sebagai kelemahan laki-laki itu.
Kembali ke ruangan kedap suara tersebut. Rocky yang di tanya segera menjawab dengan wajah tidak kalah datarnya dari Cakra.
"Tuan Brian ada di gudang sesuai perintah Anda, dan Nona Rissa ada di kamar tamu."
Cakra mengangguk mengerti, jari-jarinya mengetuk pembatas sofa, menunggu kalimat apa lagi yang keluar dari mulut asisten kepercayaanya.
"Semua bukti sudah saya rangkum, tinggal mengirim ke kantor polisi. Tapi saya menunggu kedatangan Anda. Oh iya Tuan, Nona Rissa hamil, tapi saya belum bisa memastikan itu anak siapa, sejauh yang saya selidiki dia hanya berhubungan dengan Tuan Brian."
Cakra memijit pelipisnya mendengar berita tidak enak itu. Haruskah dia meringankan hukuman Rissa sebab mengandung? Bagaimana jika benar itu anak Brian? Bukankah berarti calon kepenokannya?
"Tuntut Rissa sebagai kaki tangan, dan lampirkan bahwa dia sedang hamil agar tidak mendapatkan hukuman yang berat." Cakra berdiri dari duduknya.
Melepas jaket, kemudiam berjalan menuju gudang di mana Brian di sekap. Beberapa pengawal mengikuti dari belakang.
"Lepasin aku Cakra!" Bentakan pertama yang Cakra dapatkan saat membuka pintu gudang.
Cakra senyum Smirk, memperhatikan kondisi Brian yang jauh dari kata baik-baik saja. Kalau di lihat-lihat, sepertinya Rocky sudah mengambil bagian lebih dulu hingga wajah Brian sedikit memar.
"Rissa hamil, apa dia anakmu?" tanya Cakra memastikan.
__ADS_1
"Ya dia anakku, jangan sakiti dia!" jawab Brian dengan tatapan lasernya.
Cakra melirik salah satu pengawal, mengkode agar ikatan Brian segeda di lepaskan.
Laki-laki itu berlari kemudian mendaratkan bogeman di wajah Brian dengan keras, hingga tubuh kekar itu terhempas ke dinding.
"Aku nggak nyangka kamu tumbuh jadi iblis seperti ini Brian. Kau tega membunuh ayah dan berencana membunuhku hanya karena harta!" Cakra menarik kerah baju Brian.
Dia memejamkan mata saat laki-laki itu muntah darah dan mengenai baju putih yang dia kenakan.
"Itu karena ayah cuma liat kamu aja, Cakra! Dia sama sekali nggak pernah liat keberadaan aku sebentar aja. Anak yang selalu di bangga-banggalan cuma kamu! Bagaimana aku nggak benci dan iri tentang semuanya!" Teriak Brian dengan sisa tenaga yang ada.
"Kalau gitu pukul aku, jangan malah bermain licik dan menyakiti orang-orang sekitarku. Alasan yang kau berikan nggak bisa buat aku luluh. Apa lagi saat mengingat bagaimana kamu menelantarkan istri dan putraku!" Gigi Cakra saling bergemelutuk, dia seperti ingin memakan Brian hidup-hidup.
Wajah Cakra tertoleh ke samping saat Brian mendaratkan pukulannnya. Cakra langsung membalas hal yang sama.
Terjadi perkelahian sengit di antara keduanya. Tidak ada yang melerai, sebab Cakra sudah mewanti-wanti sejak awal.
Selama nyawa saya masih aman, jangan ada yang berani memisahkan.
Itulah pesan yang Cakda titipkan pada para pengawal.
Uhuk
Uhuk
__ADS_1
Cakra dan Brian sama-sama menunduk dan memegangi dada masing-masing setelah menendang satu sama lain. Melihat Brian lengah, Cakra kembali menendang perut laki-laki itu hingga terjerambah di atas lantai.
"Beraninya kau menghamili anak perempuan seseorang tanpa berkeinginan untuk menikahinya. Dasar sampah! Aku pastikan kau akan hidup di penjara seumur hidup tanpa bisa melihat anakmu tumbuh dengan baik!"
"Aaaakkkkhhhhh."
Pekikan di ruangan itu mengema setelah Cakra mengangkat kakinya dari telapak tangan Brian. Entah, tulang-tulang laki-laki itu patah atau tidak, dia tidak peduli.
.
.
.
.
.
Komentar kalian semangat Author
Follow untuk dapatkan info seputar novel Author🤗
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo
__ADS_1