
Guna berkunjung ke perusahaan untuk bekerja seperti biasanya, Cakra dan Rocky malah menuju Z group untuk mengikuti konferensi pers tentang desain yang akan digunakan untuk salah satu universitas swasta yang akan dibangun sebentar lagi. Proyek universitas tersebut sebenarnya tidak besar, tetapi perusahaan yang menaunginyalah cukup besar, sehingga banyak perusahaan konstruksi yang ingin bekerjasama, salah satunya Z group, sayangnya perusahaan tersebut malah memilih Alexander untuk menjalankan semuanya hingga selesai.
Namun, karena masalah plagiat itu, perusahaan tersebut mundur dari Alexander group dan lebih memilih Z group yang katanya resmi tanpa ada kasus plagiat desain sama sekali.
Cakra dan Rocky tiba di perusahaan Z grop lima menit sebelum acara di mulai. Banyak reporter yang berlalu lalang di lobi perusahaan tersebut. Cakra dan tangan kanannya menghentikan langkah setelah berada di depan lift yang akan menuju aula di mana konferensi pers akan berlangsung. Ceo Alexander group melirik Rocky yang berdiri dua langkah di belakangnya.
"Lakukan tugasmu sekarang!" perintah Cakra dan dijawab anggukan oleh Rocky.
Tepat saat pintu lift terbuka, Cakra memasuki benda persegi panjang itu. Berbeda dengan Rocky yang setia berdiri di sana sampai pintu kembali tertutup. Rocky melangkahkan kakinya menuju area lain yang ada di perusahaan itu untuk mengerjakan rencana yang telah dia dan Cakra susun saat di mobil tadi.
Alih-alih melakukan konferensi pers untuk membersihkan nama perusahaan, Cakra akan memanfaatkan situasi saat ini demi menjatuhkan orang-orang yang dengan berani bermain di balik layar.
__ADS_1
***
Sesampainya di aula tempat konferensi pers sedang berlangsung, Cakra duduk di salah satu kursi bagian depan bersama beberapa petinggi perusahaan. Ada sebagian dari mereka menatap kaget pada Cakra yang tiba-tiba hadir di sana padahal perusahaan Alexander group terancam bangkrut.
Mantan pemegang saham Alexander group mendekati Cakra dan duduk di samping pria itu dengan raut wajah meremehkan. Tetapi Cakra sama sekali tidak terusik, tatapan pria itu hanya fokus pada podium dan layar lebar di belakang pedium.
"Apa anda tidak tahu malu, Tuan? Datang ke perusahaan yang menjadi rival, Anda." tanya pria berkumis tersebut.
"Kenapa harus malu? Bukankah pebisnis harus bermuka tembok agar tetapi menjadi pebisnis?" tanya balik Cakra seolah menyindir. "Lagi pula, tidak ada salahnya hadir di tempat ini. Seseorang mengadakan konferensi pers, artinya mereka menerima semua tamu yang ingin datang untuk mendengarkan sesuatu yang mau disampaikan, bukan?"
Mantan pemegang saham itu terdiam dan memilih fokus pada konferesi pers yang akan di mulai.
__ADS_1
Seorang pria berjas hitam dengan rambut yang dikat rapi, berjalan menuju podium penuh wibawa. Pria itu tidak lain adalah Tuan Zayn, ceo Z group yang baru.
Zayn berdiri penuh senyuman di depan podium, menyambut para reporter dan beberapa perwakilan awak mendia yang ingin mendapatkan informasi.
"Selamat siang dan terimakasih kalian sudah bersedia datang untuk menghadiri acara peresmian kerjasama kami terhadap perusahaan besar. Hari ini kalian akan menjadi saksi sesi penandatangan untuk proyek universitas swasta yang akan dibangun."
"Semoga univesitas ini nantinya bisa bermanfaat dan menjadikan generasi-generasi muda lebih maju lagi."
Kamera di ruangan itu mulai menyala satu persatu, bahkan ada pula yang melakukan siarang langsung untuk acara tersebut. Salah satu di antara mereka, ada seseorang yang menyamar sebagai reporter. Orang itu menyetel siaran langsung untuk memperlihatkan pada publik bahwa tidak adanya kecurangan atau pun setingan dalam berita tersebut.
"Karena ada banyak pertanyaan-pertanyaan tentang kasus desain perusahaan Z group yang diplagiat oleh salah satu perusahaan ternama, maka saya akan meluruskan sesuatu sebelum sesi penandatangan di mulai." Zayn tersenyum pada kamera-kamera yang sedang menyala, saat akan fokus pada pembahasan, tatapannya tidak sengaja menemukan sosok pria tampan yang duduk di antara para petinggi perusahaan.
__ADS_1
"Kenapa dia ada di sini?" batin Zayn.