
Terjadi keheningan di dalam ruangan Cakra, baik Eril ataupun Rocky tidak ada yang bersuara, padahal jarum jam terus bergerak, mendekati waktu akad. Selama itu pula jantung Eril berdetak cepat, seberani apapun dia, dia tidak akan bisa berkutik di hadapan dua pria menyeramkan di hadapannya. Eril hendak berucap, tetapi didahului oleh Cakra.
"Ayo!" ajak Cakra pada dua bersaudara tersebut. Namun, Rocky dan Eril bergeming di tempat masing-masing. "Saya ingin menghadiri pernikahan Eril, tapi saya malas menyetir!" ucapnya sekali lagi sambil melayangkan tatapan tajam.
Rocky menghela napas panjang, pria itu ikut berdiri dan berjalan lebih dulu meninggalkan ruangan tuannya. Sungguh dia menyesal telah memberitahukan Cakra tentang pernikahan Eril. Namun, penyesalan kini tidak ada artinya, yang bisa Rocky lakukan hanya pasrah menghadiri pernikahan adik satu-satunya.
***
Pernikahan yang diadakan secara tertutup di sebuah masjid, membuat tidak banyak orang yang hadir. Dari pihak perempuan, hanya ada pak Somat dan dua tetangga terdekat. Dari pihak Eril, hanya Cakra dan Rocky. Kini mereka tengah duduk di depan penghulu yang akan menikahkan Eril dan Rahma yang sedang berada di rumah ditemani oleh bu Fatimah yang diundang oleh pak Somat untuk mendampangi putrinya.
Suasana menjadi tegang ketika Eril menjabat tangan penghulu. Jantung Eril berdetak sangat kencang bahkan rasanya ingin melompat keluar sakin hebatnya. Keringat pria itu mulai bercucuran mendengar kalimat demi kelimat yang dikeluarkan oleh penghulu. Eril memejamkan matanya, menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya mengeluarkan kalimat sakral dalam mulutnya.
"Sah?" tanya pak penghulu usai Eril mengucapkan akad nikah.
__ADS_1
"Sah!" seru semua orang.
Pak Somat menghela napas panjang setelah akad berlangsung. Dia merasa lega sekarang putrinya telah menikah dengan pria yang bersedia menerima Rahma apa adanya.
"Makasih, Nak," lirih pak Somat saat Eril menghampiri dan mengecup punggung tanganya usai melakukan serangkaian doa dibimbing oleh penghulu.
"Saya yang harusnya berterimakasih, karena pak Somat mau menyerahkan Rahma dengan suka rela," ucap Eril tersenyum ramah.
Eril menoleh saat pundaknya ditepuk oleh Cakra. "Selamat, semoga kalian selalu bahagia."
Rocky menunggu di samping mobil sambil menyulut sebatang rokok yang kini di apit oleh bibirnya. Sampai sekarang dia tidak rela adik yang sangat dia sayangi menikahi wanita yang merupakan bekas dari orang lain. Sakin sibuknya menikmati sebatang benda bernikotin itu, dia sampai tidak menyadari bahwa sejak tadi Cakra berdiri di sisi mobil.
"Langsung ke perusahaan dan kumpulkan semua pemegang saham!" perintah Cakra pada asistennya.
__ADS_1
Rocky yang terkejut, buru-buru membuang rokoknya ke tanah, kemudian menginjak agar berhenti mengeluarkan asap. Pria itu menyusul masuk ke mobil dan melajukannya secara perlahan. Sesekali melirik Cakra yang duduk dengan tenang di jok belakang mobilnya.
"Apa kau sudah menyelesaikan pemegang saham yang lain?"
"Sudah Tuan. Proyek yang sempat terjeda di Bali kini mulai berjalan semestinya. Saya mengganti kepala proyeknya. Ternyata dia menggunakan uang proyek untuk keperluan pribadi!"
"Sialan, lagi-lagi kita kecelongan." Cakra melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya. Dia lelah mendengar karyawannya terus melakukan korupsi jika diberi tanggung jawab penuh. "Bagaimana dengan pesawat itu?"
"Pesawatnya telah ditemukan Tuan, pesawat itu mendarat di kota terpencil dan tidak memakan korban apapun. Kabarnya sudah pasti setelah cuaca kembali membaik."
"Syukurlah, setidaknya tidak ada korban jiwa."
Merasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, Cakra akhirnya memejamkan mata untuk menghilangkan kantuk yang menyerang tiba-tiba padahal baru setengah 12 siang. Mungkin ini efek lantaran dia begadang semalaman menemani Liora menjaga Lion dan Leona yang sedikit rewel. Pria itu kembali membuka matanya ketika ponselnya berdering. Alih-alih marah ada yang menganggunya dia malah tersebut lantaran yang menghubungi adalah istri tercinta.
__ADS_1
"Rocky, sebelum ke kantor, mampirlah sebentar ke rumah!"
...****************...