Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 145 - Istri gadungan


__ADS_3

"Tidak ada kesempatan untuk ...."


Belum juga Rocky menyelesaikan kalimatnya, Alea telah menerobos masuk ke aparteman pria itu dengan cara menyelipkan tubuhnya di antara kaki jenjang Rocky. Tidak masuk akal dan sangat lancang bukan? Tapi itulah kenyataannya.


Rocky menghela napas panjang, pria itu menutup pintu sangat kasar tanpa mengambil koper Alea yang berada di depan aparteman. Kini Rocky bersedekap dada dengan mata tajamnya memperhatikan Alea yang berdiri sambil menatap keseluruh ruangan.


"Keluar atau saya akan menuntutmu ...."


"Mari membuat perjanjian," potong Alea membuat kerutan di kening Rocy semakin terlihat.


Tunggu dulu, di sini pemilik rumahnya Rocky atau Alea? Kenapa gadis itu malah manawarkan perjanjian padahal belum resmi diterima oleh Rocky?


"Perjanjian?" Rocky senyum sinis. Dia melangkah dengan kaki lebarnya untuk menghampiri Alea. Pria itu menarik pergelangan tangan Alea cukup kasar kemudian membawanya ke pintu utama. Dia membuka pintu kemudian mendorong tubuh mungil Alea keluar, bertepatan dua pasang kekasih lewat. Empat pasang mata itu menatap Rocky dan Alea aneh, bahkan salah satu dari mereka berceletuk.

__ADS_1


"Kasihan sekali istrinya mempunyai suami yang sangat kasar," ucap pengunjung tersebut.


"Laporkan saja kepolisi ini sudah termasuk KDRT!"


"Kebetulan saya seorang pengacara, kau bisa ...."


Belum selesai celetukan itu, Rocky kembali menarik Alea beserta kopernya masuk ke rumah. Pria itu mengeram kesal melihat Alea yang tersenyum tanpa dosa padahal baru saja membuat masalah untuknya. Polisi? Untuk saat ini Rocky sebisa mungkin menghindari masalah lantaran perusahaan Alexander group sedang dalam penyelidikan polisi akibat hak cipta sebuah desain.


Namun, siapa yang menyangka nani sebelumnya hanya mengatakan pada Alea bahwa akan mengurus anak tanpa menjabarkan aturan-aturan ketat yang ada di rumah tersebut. Salah satunya, tidak boleh terlihat berkeliaran bersama Arumi jika Rocky pulang bekerja.


Alea kini berkacak pinggang memikirkan sesuatu yang mungkin bisa dia kerjakan agar bisa tetap bertahan di sini dengan gaji lumayan besar.


"Ck, andai bukan gaji yang besar, saya tidak akan bekerja di sini. Pemiliknya tampan tapi sangat arogan dan berdarah dingin. Pantas saja ditinggal oleh istrinya," gumam Alea. Gadis itu mengira balita yang akan dia asuh adalah putri kandung Rocky. Mata Alea tiba-tiba membola ketika sebuah pikiran buruk melintas di kepalanya tanpa diminta. Reflek gadis itu menutup mulutnya sebagai respon keterkejutan.

__ADS_1


"Jangan-jangan istrinya meninggal karena KDRT?" gumam Alea. Bulu kuduk gadis itu seketika meremang, terlebih ketika baru saja melihat Rocky keluar dari kamar hanya menggunakan celana training beserta hodie.


"Kenapa kau mematung? Kamar Arumi ada di sana!" ujar Rocky sambil menunjuk kamar yang berada di lantai atas dengan jarak 5 anak tangga.


"Ba-baik." Alea segera berlari menuju kamar yang ditujuk oleh Rocky, kemudian membukanya secra perlahan dan menemukan balita yang sedang terlelap di atas ranjang dengan jaring mengelilingi pinggir ranjang.


"Gila anaknya lucu banget dan cantik, entah secantik apa istirnya dulu," gumam Alea. Gadis itu mendekati Arumi yang masih tidur di tengah ranjang-ranjang. Tidak lupa dia menurunkan semua jaring agar bisa menyentuh kulit nan halus tersebut.


"Kalau babynya selucu ini mah, saya rela tidak digaji, asalkan tempat tinggal dan makan ditanggung," gumam Alea. Gadis itu mencubit pipi Arumi sesekali sehingga membuat balita tersebut mengelit dan membuka matanya secara perlahan. Alea terkesiap, takut kalau saja Arumi akan menangis sejadi-jadinya karena baru melihatnya, tetapi yang dia takutkan tidak terjadi.


Malahan balita itu mengerjap-erjapkan matanya kamudian mengumamkan kata mama berulang kali.


"Ini mah bukan bayi, tapi bone hidup. Lucu banget, pangen saya karungin dan culik." Gemas Alea setengah terpekik agar tidak terdengar hingga keluar kamar. Tidak lucu jika dia kembali di usir oleh pemilik rumah tengah malam seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2