
"Dasar bodoh!" maki Rocky langsung melayangkan pukulan pada adiknya itu tanpa segan.
Walau Eril adalah adiknya, Rocky tidak akan membiarkan begitu saja setelah membuat kekacauan di kediaman Aleksander.
"Saya cuma minta kamu mancing Brian agar keruang bawah tanah, tapi kenapa malah melibatkan Nyonya Liora, sialan?" Satu tendangan kembali mendarat di perut Eril, hingga membuat laki-laki itu terbatuk.
Pelipis juga sudut bibir sudah berdarah karena pukulan Rocky yang tidak main-main. Sungguh pria yang kini berdiri di hadapannya seperti bukan Abang, melainkan orang lain.
"Maaf Bang, di pikiran Eril cuma itu."
Dugh
Eril mengusap kepalanya ketika kresek berisi obat merah juga kain kasa di lempar ke kepalanya.
"Obati lukamu, saya hanya tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi. Keselamatan Tuan Cakra jauh lebih utama dari nyawa kita sendiri. Hutang budi kita terlalu banyak bahkan jika mengabdi seumur hidup!"
Rocky segera pergi dari sana, kemudian menghubungi Cakra untuk membicarakan sesuatu tentang Brian yang kini di kurung di Villa.
Sementara Eril tersenyum memandangi kresek di depannya. "Marah aja masih perhatian," gumam laki-laki itu.
Memang Eril sadar dirinya salah, itulah mengapa menerima pukulan Rocky begitu saja. Terlebih ini semua Rocky lakukan demi melatih mental juga fisiknya agar lebih kuat untuk melindungi keturunan Aleksader.
***
"Siapa Mas?" tanya Liora setelah Cakra selesai menerima telpon dari seseorang.
"Rocky," jawab Cakra langsung beranjak dari duduknya.
Laki-laki itu berjalan ke kamar hanya untuk mengambil kunci mobil juga jaket, kemudian kembali menemui sang istri yang masih kebingungan.
Cakra mengecup pipi Liora. "Mas pergi dulu ya," pamitnya.
"Mas mau ke kantor atau tempat lain, pulang jam berapa?"
__ADS_1
"Urusan kantor, nanti mas kabari kalau pulang telat," jawab Cakra dengan sedikit kebohongan.
Laki-laki itu tidak ingin Liora tahu bahwa dia pergi untuk menghajar seseorang, sebab jika itu terjadi mungkin melangkah dari pintu utama saja tidak di biarkan.
"Hati-hati, ponselnya aktif terus," ucap Liora.
"Iya Sayang."
Saat Cakra akan melangkah, suara anak kecil menghentikannya. Liam berlari kemudian memeluk kaki panjang Cakra.
"Itut ai ibi." Liam mendongak.
"Liam, Papa ada kerjaan Nak. Nggak boleh ikut." Liora langsung menarik tangan Liam agar terlepas dari kaki Cakra, namun bocah kecil itu seperti enggang.
"Jangan di paksa Sayang, nanti Liam nangis," ucap Cakra lembut.
Laki-laki itu menunduk kemudian mengendong Liam menuju garasi, di belakanganya tentu saja Liora mengekor.
"Liam belum tidur siang?"
"Ya udah sekalian aja." Cakra langsung mesuk ke mobil dan mendudukkan Liam di pangkuannya. "Dadah dulu sama Mama!" perintahnya.
"Dadah mama, Liam ai ibi." Liam melabaikan tangan pada Liora.
"Katanya Mas ada urusan penting, tapi kok malah ngajak Liam? Siniin, jangan terlalu di manja ih."
Saat Liora hendak mendekat, Cakra menutup pintu agar wanita itu tidak mengambil Liam yang bisa saja menghilangkan senyuman di wajah bocah kecil tersebut.
"Cuma keliling kompleks doang sampai tertidur, daripada nangis."
"Nangis nggak lama Mas."
"Ck." Cakra berdecak. "Dada Mama bawel."
__ADS_1
Liora hanya bisa menghela nafas melihat kepergian mobil berwarna silver mengkilau tersebut meninggalkan pekarangan rumah.
Cakra benar-benar menyangi Liam, terbukti tidak membiarkannya menangis walau sedetik saja. Rela mengorbankan waktu penting hanya untuk membuat Liam tersenyum.
Liora menunggu di teras rumah, sementara yang di tunggu malah asik keliling kompleks seraya tertawa bersama.
"Liam kalau besar mau jadi pembalap nggak?"
"Au," jawab Liam seraya meraih setir kemudi.
Bukannya menyingkirkan tangan Liam, Cakra malah memperbaiki posisi dan mengenggam tangan putranya seakan-seakan yang menyentir adalah Liam sendiri.
Cakra pulang kerumah setelah Liam tertidur, memang tidak susah jika ingin menidurkan bocah itu, cukup membawanya naik mobil maka semua selesai.
Cakra memberikan Liam pada Liora. "Eril bentar lagi sampai, kalau ada apa-apa atau mau sesuatu bicara sama dia saja."
"Iya mas."
.
.
.
.
.
.
Komentar kalian semangat Author
Udah ngalahin pesona bosanya belum?ðŸ¤
__ADS_1