
"Mas, Eril?" panggil Rahma pada suaminya yang sedang memangku Arhan.
Eril yang dipanggil segera menoleh dan menatap istrinya sambil tersenyum. Pria itu telah rapi dengan setelan jas kerja, hanya saja masih tinggal di rumah lantaran jam kerja masih lama. Terlebih Eril ingin menghabiskan waktu dengan putranya yang sangat tampan.
"Kenapa, Sayang?" tanya Eril.
"Ada panggilan tidak terjawab dari Tuan Cakra," ucap Rahma. Wanita itu menyerahkan benda pipih yang dia temukan di atas ranjang. Ikut duduk di samping Eril, bahkan mengambil alih Arhan karena yakin suaminya akan beranjak untuk menghubungi Cakra kembali.
"Mas ke balkon dulu," ujar Eril. Pria itu beranjak dari duduknya dan berjalan ke balkon sambil menghubungi sang atasan yang entah ada perlu apa sehingga menghubungi pagi-pagi seperti ini. Dia menempelkan benda pipih itu di telinganya setelah panggilan dijawab oleh Cakra di seberang telpon.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Eril.
"Hari ini datanglah ke kantor menggantikan saya dan bantu Rocky. Saya ada urusan penting," ujar Cakra di seberang telepon.
"Baik Tuan."
Eril kembali menemui istrinya setelah berbicara dengan Cakra, tidak lupa pria itu mengambil sepatu yang berada di kaki ranjang. Sepatu itu sudah Rahma siapkan beserta kaos kakinya.
"Kenapa Mas? Ada masalah lagi?" tanya Rahma yang kini berdiri lantaran Arhan gelisah saat di pangku, padahal saat bersama Eril anteng-anteng saja.
__ADS_1
"Mas hari ini akan ke kator, jadi tidak perlu siapkan makan siang. Habiskan saja waktumu bersama Arhan dan Arumi," jawab Eril.
Pria itu mengecup kening Rahma, kemudian beralih ke pipi lalu tidak lupa mencium Arhan yang langsung tenang.
"Mas pergi dulu, baik-baik di rumah."
Eril bergegas meninggalkan rumah agar tidak terlambat sampai ke kantor dan berakhir mendapatkan omelan dari sang kakak yang tidak suka membuang waktu secara cuma-cuma. Dia melajukan mobil miliknya meninggalkan komplek perumahan elit yang hanya dihuni beberapa rumah pengusaha besar seperti Cakra.
Sepanjang jalan, Eril menyetel lagu kesukaannya yang berjudul Kekasih Impian. Setiap kali dia menyetel lagu tersebut, bayangan Rahma akan menari-nari diingatannya. Sungguh sekarang Eril benar-benar telah jatuh pada pesona Rahma yang tidak pernah membuatnya kesal, bahkan sangat takjub pada istrinya.
Sering kali Eril terbangun tengah malam, bukan karena Arhan yang rewel, melainkan mendengar lantutan ayat suci yang sangat merdu di telinganya. Beberapa orang mengatakan, rumah yang selalu di isi oleh lantunan ayat-ayat suci al-quran akan selalu diberkahi kebahagiaan.
***
Pria itu sesekali menyentuh batang hidungnya yang terasa sangat gatal, atau mengelus lehernya yang terus saja terasa kering padahal dia hampir kembung karena air putih.
Kening Rocky mengerut ketika memeriksa laporan anak cabang dari Bandung. Bukan karena selisih harga, melainkan satu halaman berkas tersebut berisi sebuah foto yang sangat cantik. Bibir Rocky tersungging memperhatikan foto itu. Hanya dengan melihatnya dia yakin, orang yang telah menyusun laporan itu adalah wanita yang selama ini dia cari-cari.
"Dasar ceroboh," gumam Rocky.
__ADS_1
Pria itu segera memisahkan foto tersebut dari file, karena file itu akan diprin dan diserahkan pada Cakra untuk ditandatangani. Dia mengirim foto itu ke ponselnya.
Merasa semuanya telah beres, Rocky menutup laptopnya dan hendak meninggalkan ruangan, tetapi urung ketika ponselnya berdering. Kali ini Rocky senyum miring melihat siapa pemilik panggilan tersebut, siapa lagi jika bukan Zayn, Ceo Z group.
"Masuk perangkap," gumam Rocky.
Pria itu dengan sigap menjawab panggilan dan menunggu suara terdengar di seberang telepon.
"Apa kita bisa bertemu sekarang untuk membicarakan tentang kerjasama itu?" tanya Zayn tanpa basa-basi.
"Tentu, saya akan menemui anda,Tuan."
"Bersama Tuan Cakra?" tanya Zayn.
"Tidak, hanya saya. Di mana kita akan bertemu?"
"Kita bertemu di Cafe Kroma jalan Darmawangsa," ucap Zayn lalu memutuskan sambungan telpon sepihak, membuat Rocky berdecak kesal. Kalau bukan karena dia dan Cakra memiliki saham di sana, dia tidak akan membantu pria tersebut.
Lagi pula Rocky melakukan ini untuk melindungi rumah tangga adiknya agar baik-baik saja. Dengan Zayn kehilangan kekuasaan, maka pria itu akan susah menyentuh keluarga kecil adiknya yang sekarang tampaknya sedang bahagia.
__ADS_1
Awalnya Rocky tidak ingin membantu, tetapi setelah melihat perubahan Eril yang jauh lebih baik, dia akhirnya berubah pikiran dan turun tangan dibantu oleh Cakra.
Sangat beruntung bukan dia mempunyai atasan seperti Cakra? Ya meski sering kali bertingkah menyebalkan di beberapa situasi.