
Berkeja dengan suasana hati yang tidak baik, bukanlah solusi yang tepat untuk Cakra. Semua yang ada diperusahaan bahkan kesalahan sekecil apapun akan mendapatkan imbasnya. Seperti saat ini, Cakra baru saja melempar beberapa lembaran laporan di ruangan rapat lantara semuanya tidak sesuai keinginan.
"Ini karena kalian tidak becus, makanya proyek itu diambil alih oleh perusahaan lain!" bentak Cakra dengan rahan mengeras.
Semua karyawan yang bertugas di bagian proyek tersebut semuanya terdiam. Mereka merasa telah melakukan yang terbaik, tetapi tetap saja salah di mata Cakra. Namun, mereka tidak ada yang berani bersuara, terlebih aura CEO Alexander group hari ini cukup menakutkan.
"Selesaikan!" ucap Cakra kemudian keluar dari ruangan rapat tersebut. Semua kekacauan yang dia ciptakan di sana, dia serahkan pada Rocky yang tadi berdiri layaknya patung di belakang kursi.
Rocky segera maju dan menatap semua karyawan yang terlihat tegang di dalam ruangan rapat tersebut. Pria itu tahu ini bukan kesalahan mereka, tetapi sabotase seseorang yang belum diketahui wujud aslinya.
"Hasil kerja kalian sudah bagus, tapi masih harus ditingkatkan. Rapat selesai," ucap Rocky mengakhiri rapat hari ini. Pria itu keluar dari rungan rapat sehingga tidak bisa mendengar bisikan demi bisikan dari para karyawan.
"Kalian dengar tadi?" tanya salah satu karyawan perempuan.
"Dengar dong. Gila nggak sih? Udah bertahun-tahun kerja, baru kali ini mendengar pak Rocky memuji," celetuk karyawan satunya.
"Sudah-sudah, jangan bergosip jika masih ingin berada tim ini," lerai seorang lelaki sebelum akhirnya menyusul Cakra dan Rocky.
__ADS_1
***
Jika suasana Cakra masih tidak baik-baik saja dan mengamuk di perusahaan, maka berbeda dengan Liora yang memilih diam alih-alih mengeluarkan unek-unek di hatinya. Wanita itu sedang dalam perjalanan ke rumah sakit bersama Eril, baby Leona dan nani Leona. Sepanjang perjalanan, pikiran Liora tertuju pada kalimat menyakitkan Cakra tadi pagi.
"Sepertinya aku terlalu memanjakan kamu sampai kamu tidak peduli pada putriku! Kau tidak becus menjaganya sehingga kulitnya bisa semerah itu!"
Itulah kalimat yang membuat Liora sangat sakit. Dia sudah berusaha menjaga tiga anak-anaknya sebaik mungkin, diselingi memberikan perhatian pada Cakra. Tetapi ternyata itu belum cukup untuk jauh lebih baik di depan suaminya.
"Nyonya, sudah sampai," ucap Eril ketika Liora tidak kunjung bergerak padahal dia sudah membuka pintu beberapa menit yang lalu.
Eril dengan setia mengikuti Liora dari belakang, pria itu berhenti ketika Liora berhenti.
"Ada apa, Nyonya?"
"Bisa kah kamu berdiri di samping saya? Saya ingin menanyakan sesuatu," pinta Liora, tetapi dijawab gelengan oleh Eril. Pria itu tidak mempunyai keberanian untuk mensejejarkan langkahnya dengan Liora, terlebih suasana hati Cakra tidak baik-baik saja.
"Bicaralah, Nyonya! Saya bisa mendengarnya dari sini," ucap Eril.
__ADS_1
Liora menghela napas panjang, sebelum berbicara. "Biasanya apa yang membuat pria berubah dalam waktu singkat, Eril?"
"Maksud, Nyonya?"
"Tidak ada, sepertinya saya hanya kurang tidur saja." Liora memutuskan tidak membicarakan apapun pada Eril.
Sebenarnya wanita itu takut kalau saja sikap Cakra yang tiba-tiba kasar karena sesuatu yang menyangkut perempuan lain di luar sana. Liora memasuki ruangan dokter yang telah Eril hubungi lebih dulu untuk menjadwalkan janji temu hari ini. Dia berdiri di sisi brangkat setelah meletakkan Leona di atas brangkar. Sangat diuntungkan Leoan sedang tidur jadi tidak terlalu rewel.
Dokter mulai memeriksakan kondisi Leona yang terlepap, sesekali bayi kecil itu mengeliat ketika ruam merah yang ada di tubuhnya disentuh. Setelah memeriksa kondisi bayi, dokter anak tersebut berbicara dengan Liora yang tampak khawatir.
"Sepertinya putri Nyonya mengalami ketidak cocokan dengan asi yang Nyonya hasilkan," ucap sang dokter.
Liora mengerutkan keningnya, selama ini dia baru tahu bahwa asi juga bisa tidak cocok untuk bayi. "Alergi maksudnya, Dok?"
"Tidak ada bayi yang alergi pada asi, itu menurut sejumblah pakar kesehatan. Tetapi, faktor makanan dan minuman yang dikonsumsi ibulah yang mengakibatkan bayi kurang cocok dengan asi yang dihasilkan. Saya sarankan agar nyonya lebih memperhatikan makanannya, atau boleh dibantu dengan susu fomula jika memang takut," jelas dokter.
"Tapi putri saya tidak apa-apa kan dok? Ruamnya akan menghilang dan dia akan baik-baik saja?" tanya Liora memastikan lantaran sangat takut.
__ADS_1