
Hari itu Cakra bukan hanya menemui Brian saja, tetapi dia juga menemui wanita yang berstatus sebagai kekasih. Cakra meminta bertemu di tempat favorit yang sering mereka kunjungi.
Pinggir laut, salah satu tempat yang selalu bisa membuat sepasang kekasih merasa nyaman, apa lagi saat menikmati senja yang perlahan-lahan menghilang.
Namun, hati kedua manusia yang tengah duduk saling berdampingan berada jauh pada orang yang mereka cintai.
"Istri aku masih hidup Ris," ucap Cakra tanpa menatap wanita yang menjadi kekasihnya.
Perkataan Cakra berhasil mengalihkan atensi Rissa. Wanita itu sedikit terkejut mengetahui bahwa Liora masih hidup. Darimana?
"Kamu nggak lagi bercanda 'kan Cakra? Bukannya dia sudah meninggal?" tanya Rissa dengan wajah terkejut.
Terkejut karena Cakra mengetahui semuanya.
"Apa pernah aku bercanda?" Cakra melirik Rissa sekilas. "Aku ngajak bertemu mau memperjelas hubungan kita." Laki-laki itu menjeda sejenak. "Maaf, tapi hubungan kita sampai di sini saja, aku mencintai istri aku dan dia udah kembali."
"Tapi gimana sama aku?" tanya Rissa dengan mata berkaca-kaca.
"Carilah laki-laki yang sudah selesai dengan masa lalunya Ris, sebab mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya hanya akan membuat hati kamu sakit."
Cakra segera beranjak setelah mengatakan niatnya. Apa lagi pada dasarnya, laki-laki beralis tebal itu tidak suka berbasa-basi. Hidupnya sangat serius, dan akan luluh pada satu orang saja.
"Entah sebesar apa cinta aku dulu sampai bisa pacaran sama kamu Ris, tapi sejak kejadian di mana aku lupa ingatan, sepertinya rasa cinta itu ikut hilang."
Langkah Cakra berhenti sebab tarikan Rissa, wanita tersebut ikut berdiri. "Aku nggak mau hubungan kita sampai di sini aja Cakra. Kita udah pacaran 3 tahun, apa kamu nggak ngehargai itu semua?"
"Aku menghargainya, itulah mengapa mengajak kamu bertemu. Sudahlah, aku takut Liora akan semakin salah paham."
Cakra segera berlalu tanpa memperdulikan Rissa lagi. Hal itu membuat Rissa mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Hah, pede banget dia ngira aku cinta mati. Kalau aja bukan harta dan perintah Brian aku nggak bakalan mau sama dia."
Rissa segera meninggalkan danau tersebut, tujuan wanita itu hanya satu, yaitu bertemu Brian.
Rissa langsung saja menerobos masuk ke apartemen Brian tanpa permisi.
"Cakra udah tau semuanya."
"Hm," gumam Brian tanpa bergerak dari tempat tidur.
__ADS_1
Laki-laki itu tengah bersandar di kepala ranjang bertelanj*ang dada.
"Sayang?" rengek Rissa.
"Aku tau Rissa, dan aku lagi mikirin rencana buat balas dia. Sepertinya Cakra belum tahu bahwa kita ada hubungan. Datanglah ke Desa dan sebarkan rumor yang bisa buat Liora semakin benci sama Cakra!" perintah Rissa.
"Aku lelah." Rissa menghela nafas dalam. Mendaratkan tubuhnya di sofa.
Brian menyeringai. "Kalau begitu kita putus ...."
"Baiklah, aku bakal lakuin itu asal jangan ninggalin aku," jawab Rissa cepat.
Brian tertawa dalam hati, sangat mudah memanfaatkan Rissa karena wanita itu sangat mencintainya.
"Aku bakal nyari dimana Rokcy berada, kematian dia bisa buat hidup kita damai, dan sebaliknya."
***
Liora sungguh tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Sejak jam delapan pagi, beberapa warga bertamu ke rumahnya hanya untuk meminta maaf atau berterimakasih.
"Maafin saya Nak Liora." Jamal mengatupkan kedua tangannya. "Tolong bujuk suami kamu buat batalin penggusuran, saya bakal tinggal dimana nanti?" Mohon pria yang selalu menfitnah Liora.
"Iya tolong bujuk suami kamu biar dia nggak pecat menantu saya, anaknya masih kecil Liora. Saya janji nggak bakal mukul atau lukain anak kamu lagi. Nggak papa kok kalau Liam datang ke rumah, saya bakal ngizinin dia main sama cucu saya." Bu Weni beralih menatap Liam yang ada di pangkuan Liora.
Liam langsung menganggukan kepalanya. "Injam peda Coki." Antusias balita kecil itu.
"Maaf bu, pak. Sepertinya kalian salah orang. Biacara sendiri pada Cakra, saya nggak punya hubungan sama dia," jawab Liora acuh. Walau dalam hatinya terdapat tanda tanya besar.
Apa tujuan Cakra melakukan semua itu, apa untuk membalas para Warga? Entahlah apapun itu, dia tidak ingin ikut campur.
"Tapi kata Asistennya, Cakra nyuruh kita kesini buat minta maaf."
"Saya maafin, tapi saya nggak punya kuasa nahan dia."
Baru saja dua orang yang selalu jahat pada Liora pulang, beberapa warga lagi datang ke rumah wanita tersebut.
"Nak Liora makasih banyak ya Nak, berkat kamu suami saya dapat pekerjaan lagi," ucap bu Fatima dengan raut wajah berseri-seri.
Bagaimana tidak, setelah sekian lama menganggur pak Ridwan di angkat menjadi mandor untuk proyek yang tengah di kerjakan di desa Luwut.
__ADS_1
"Benar Nak Liora, saya juga ucapin terimakasih karena suami saya di terima kerja di sana. Maaf juga selama ini kalau sering jahat sama kamu," timpal beberapa ibu-ibu yang suaminya di ajak berkerja oleh pak Ridwan.
Liora tersenyum menanggapi ucapan terimakasih dari beberapa ibu-ibu yang bertamu kerumahnya. "Jangan berterimakasih sama saya Bu! Berterima kasih sama Cakra."
"Asistennya nyuruh kita kesini," celetuk salah satu ibu-ibu.
Liora mengantar ibu-ibu itu sampai di depan pintu. Ternyata di depan rumahnya ada asisten Cakra yang tengah bercengkaram bersama beberapa pengawal yang selalu berjaga di depan pagar.
Liora tidak pernah menegur satu pengawalpun, atau sekedar menyuruh mereka pergi, sebab takut menyesal di kemudian hari kalau saja terjadi apa-apa pada putranya.
Sejak kehadiran para pengawal, Liam juga tidak terlalu kesepian dan bermain terlalu jauh, sebab para pengawal itu setia menemani.
"Nyonya," sapa Asisten Cakra menunduk sopan.
Selain laki-laki itu mengurus proyek, dia juga mengurus semua yang di perintahkan Cakra. Mulai dari pengusuran rumah sampai membalas orang-orang yang jahat maupun baik pada istri Tuannya.
"Saya bukan Nyonya, nama saya Liora," jawab Liora kembali masuk kerumah.
Hal tersebut mengundang senyum pada asisten Cakra. "Galak bener istri pak bos, malah lebih galak dari suaminya," gumamnya.
Laki-laki tersebut langsung meninggalkan rumah Liora setelah merasa semua pekerjaan hari ini selesai, tidak lupa mengirim beberapa foto yang dia ambil diam-diam.
Di sana terdapat beberapa foto Liora. Itulah salah satu tugas yang harus dia kerjakan, entah apa yang terjadi jika pemilik foto mengetahuinya.
Tuan Cakra: Langsung hapus di hp kamu!
Laki-laki itu terkik geli membaca pesan yang baru masuk di ponselnya.
"Posesif banget sama istrinya. Kok aneh ya liat pak bos bucin?" gumanya.
"Nggak-nggak boleh mikir-mikir kalau masih butuh pekerjaan." Asisten Cakra bernama Eril itu langsung masuk ke mobilnya.
"Otw nyari jodoh di desa Luwut, siapa tau ada yang naksir."
...****************...
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
__ADS_1
IG: Tantye005
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo