Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 62


__ADS_3

Kini Liora sudah siap dengan pakaiannya, begitupun dengan Liam. Keduanya akan jalan-jalan ke kebun binatang sesuai permitaan Liam beberapa hari yang lalu.


Karena Cakra masih berada di luar kota, Liora dan Liam di temani oleh Eril dan beberapa pengawal. Sebenarnya Liora sangat risih jika harus di kawal kemana-mana, tapi dia tidak boleh menolak karena takut Liam terluka di luar sana. Terlebih dia masih terbilang baru di kota.


"Tampan banget," puji Eril menguyel-uyel pipi Liam membuat bocah kecil itu cekikikan sendiri.


"Udah siap Nyonya?" tanya Eril memastikan dan di jawab anggukan oleh Liora.


Mobil melaju dengan pelan. Mobil yang di kendarai Eril berisi, Liora, Liam, dan naninya. Sementara satu mobil lagi berisi empat pengawal yang siap menjaga kapan saja.


Untuk menghilangkan rasa bosan, Liora memainkan ponselnya seraya memangku Liam.


"Papa?" Liam menatap wajah Liora dengan mata berbinar. Bocah kecil mengemaskan itu baru saja melihat foto Cakra di ponsel Auris.


"Liam mau cerita sama Papa?" Liam mengangguk.


Liora langsung menghubungi Cakra. Awalnya video call, namun laki-laki itu menolak, kemudian melakukan panggilan suara.


"Kenapa, Sayang?" Suara berat Cakra terdengar dari seberang telpon.


"Kenapa Vc nya nggak di angkat Mas? Liam kangen katanya."


"Aku lagi di luar Sayang. Kameranya goyang-goyang malah bikin sakit kepala aja," jawab Cakra. "Yang kangen cuma Liam?"


"Aku juga." Liora tersipu malu, walau Cakra tidak ada di sampingnya.


Sementara Eril yang sedari tadi mendengarkan ingin sekali tertawa dan mengatakan pada Liora.


"Tuan Cakra bohong Nyonya. Dia sama sekali nggak sibuk, cuma ngehindar karena habis mukulin Brian sampai tulang jarinya patah."


Namun, apa daya, Eril tidak punya keberanian untuk itu. Bukan Cakra yang akan memberi pelajaran, melainkan abangnya sendiri.


Kembali pada jok belakang, di mana Liam mengambil alih ponsel Liora kemudian menempelkan di telinga.


"Papa, nana?"

__ADS_1


"Papa lagi kerja Nak. Liam katanya mau ke kebun binatang ya?"


Liam mengangguk, membuat Liora tertawa.


"Papa nggak liat kalau Liam ngangguk. Bilang Iya!" perintah Liora


"Iya Papa."


Liora kembali berbisik pada Liam, dan segera di sampaikan oleh bocah kecil tersebut walau sedikit belepotan.


"Papa ulang, Liam tanen. Mama bobo cendili didinan. Ulang ecok papa Liam au dedek."


"Liora kamu yang ngajarin?"


"Bukan ih, orang dari tadi Liam bicara sendiri." Sangkal Liora menahan tawa.


"Papa balik sekarang, tunggu di kebun binatang ya Sayang. Papa nggak bakal biarin Mama tidur sendiri sampai kedinginan."


Liam menyerahkan kembali benda pipih itu pada Liora. "Papa au ulang," ucapnya, kemudian bermain dengan mobil-mobil yang sengaja dia bawa.


***


Eril membanting setir kemudi memasuki parkiran kebun binatang. Membukakan pintu untuk Liora juga Liam agar turun.


Pria itu berjalan lebih dulu bersama Liam yang ada di gandengannya, di ikuti Liora dari belakang bersama pengawal.


Eril langsung memasuki area binatan buas. Seperti Singa, harimau, ular, buaya dan sejenisnya.


Aummm ... aummm ... Aummm ....


Liam terkejut ketika harimau mengaum saat dia lewat. Namun, bukannya menangis, Liam malam tertawa.


Bocah kecil mengemaskan itu berhenti kemudian menjulurkan kepalanya berusaha mengintip harimau di bawah. Sayangnya Liam tidak bisa melihat kerena terlalu pendek.


Dia melompat-lompat dan mengarahkan tangannya pada Eril. Mengerti akan keinginan majikan, Eril langsung saja mengangkat tubuh tersebut.

__ADS_1


"Aum ... aum ... aum." Liam menirukan Raungan harimau tersebut dengan suara yang sangat mengemaskan, membuat orang-orang sekitar tertawa.


"Tuan Muda nggak takut?" tanya Eril.


"Cucing."


"Itu bukan kucing Sayang, itu Harimau," ralat Liora.


"Cucinh oyeng Mama."


"Bukan Sayang."


"Cucing oyeng!" Liam mengembungkan pipinya.


.


.


.


.


.


.


Komentar dan like kalian semangat Author


Follow untuk dapatkan info seputar novel Author🤗


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo


Cucing oyeng Mama☺️

__ADS_1



__ADS_2