Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 78


__ADS_3

Liora yang tengah duduk di ruang keluarga di temani Liam yang sedang bermain, tiba-tiba beranjak dari duduknya ketika terbayang sesuatu di pikirannya.


Wanita cantik itu berjalan keluar rumah untuk mencari keberadaan Eril yang ternyata sedang bermain kucing sendirian.


"Eril?" panggil Liora berjalan mendekat. Yang di panggil segera berdiri tegak.


"Iya Nyonya?"


"Kamu sibuk? Bisa nggak kamu beliin aku mangga muda?" pinta Liora penuh harap.


"Rujak Nyonya?" tanya Eril memastikan.


Liora mengeleng. "Aku nggak mau rujak, cuma mau buah mangga. Cepat ya Eril." Liora tersenyum ramah, kemudian berjalan masuk kerumah, karena dia yakin Eril akan melaksanakan perintahnya.


Wanita itu kini berjalan ke dapur dan di sambut oleh beberapa pelayan yang memang bertugas di sana.


"Ada yang anda butuhkan Nyonya?"


"Saya butuh piring sama Pisau, tapi saya bisa sendiri, kalian istirahatlah di belakang," perintah Liora sopan.


"Nyonya mau mengupas sesuatu? Biar saya bantu, takutnya tangan Nyonya ...."


"Saya dari desa Mbak, sebelum menikah juga apa-apa di kerjakan sendiri, jadi kalian nggak perlu khawatir. Saya ke depan ya." Liora segera meninggalkan dapur.


Memang sejak datang kerumah ini, Liora sering menolak jika akan di ratukan oleh para pelayan. Kecuali ada Cakra, barulah Liora tidak menolak apapun, karena yang akan mendapat imbasnya adalah pelayan.


Liora kembali duduk di sofa seraya meletakkan piring juga pisau. Seraya menunggu Eril datang, Liora melanjutkan acara menonton Tv secara acak.

__ADS_1


Senyuman Liora mengembang ketika dari belakang, seseorang menyodorkan satu buah Mangga muda lumayan besar. Liora langsung mengambilnya.


"Makasih Eril, kirain kamu ... Mas Cakra? Kok pulang?" kaget Liora ketika yang dia lihat bukan Eril, melainkan Cakra.


"Kangen sama kamu makanya pulang. Lagian di kantor nggak ada kerjaan, ada Rocky juga," jawab Cakra ikut duduk di samping Liora setelah mengecup pipinya.


"Dasar pemalas, baru juga jam 2 siang udah pulang. Kalau aku jadi Direktur, aku udah pecat mas sejak lama," gerutu Liora tapi Cakra tidak mendengarkan sama sekali.


Laki-laki itu malah sibuk memandangi wajah Liora yang semakin bersinar dan cantik, seperti ada aura yang berbeda dari istrinya dan Cakra tahu apa alasaanya.


Itu jugalah alasan Cakra pulang sekarang.


"Kenapa nggak langsung telpon aku nyuruh beli Mangga? Aku kan suami kamu bukan Eril."


"Tapi kan tadi Mas kerja, masa cuma mangga aku harus repotin mas," selak Liora.


"Aku nggak papa kok kalau kamu nggak mau jujur Ra, tapi awas saja kalau sampai kamu dan anak kita kenapa-napa," gumam Cakra penuh ancaman, dan tentu saja itu dapat di dengar oleh Liora.


"An-anak kita? Bohong?" tanya Liora.


"Iya kamu sama Liam." Bohong Cakra.


Laki-laki itu kembali fokus pada mangga yang tengah dia kupas karena tidak ingin Liora curiga bahwa dia sudah tahu semuanya tentang kehamilan Liora.


Biarkanlah istrinya berencana sendiri dan menyiapkan kejutan, Cakra akan ikut arus saja.


Di mana Cakra bisa mengetahuinya? Tentu saja hasil membegal Rocky pagi tadi, hingga asistennya itu terpaksa mengaku.

__ADS_1


Cakra senyum-senyum sendiri mengingat istrinya hamil, ah sungguh dia sangat bahagia. Tidak tahan gemas sendiri, Cakra langsung meletakkan piring yang berisi mamgga yang sudah di potong-potong, kemudian memeluk Liora sangat erat, tidak lupa menghujani istrinya ciuman bertubi-tubi.


"Makasih Sayang udah buat aku senang. Aku makin cinta sama kamu. Jadi nggak sabar menanti ulang tahun Liam."


"Mas, aku sesak," ucap Liora berusaha mendorong tubuh Cakra, tapi laki-laki itu hanya melongarkan tanpa melepaskan pelukan. Liora belum ngeh apa yang di katakan Cakra barusan.


Namun, kehangatan itu harus menghilang ketika ponsel Liora berdering di atas meja. Cakra mendahului Liora mengambilnya, kemudian membaca siapa yang baru saja menelpon.


"Mas Wildan?" gumam Cakra.


...****************...


Jangan lupa mampir juga di Novel tante Online aku yang satu ini, di jamin seru bangetšŸ¤—


Judul: Wanita Arogan Terjebak dalam dunia Novel


Napen: R.Angela


Airin Senja, seorang dokter yang juga penulis novel terkenal, mendapatkan tawaran dari seorang pengusaha untuk menulis sebuah naskah novel yang akan diangkat ke layar lebar dalam waktu satu bulan dengan tema yang sudah ditentukan oleh si pengusaha yang berperan jadi sponsor.


Senja yang memiliki sifat buruk, kasar dan juga sombong, bingung harus menulis cerita seperti yang diminta. Pasalnya dia tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya ditindas dan perlakuan kasar, justru selama ini dia lah yang sudah bersikap seenaknya pada semua orang di sekitarnya.


Tidak hanya pada pelayan, asisten bahkan


pada kekasihnya, Senja juga sering kali bertindak kasar, menganggap orang disekitarnya lebih rendah darinya dan pantas diperlakukan lebih dari seorang babu.


Dinda, sang asisten yang biasa diperlakukan kasar dan semena-mena menjadi ihlam dan tumpuan ide bagi Senja. Dia mulai menulis kisah Dinda yang menjadi protagonis dalam novelnya, yang mengalami penyiksaan dan juga penderitaan dari keluarga dan juga orang sekitarnya

__ADS_1



__ADS_2