
"Tuan, ada telpon dari Nyonya Liora," ucap Rocky seraya menyerahkan benda pipih pada Cakra.
Tanpa membuka mata dan menahan ringisan, laki-laki itu segera menerima dan menjawab telpon dari istrinya.
"Kenapa, Ra?"
"Mas di mana? Ini udah jam delapan malam, tapi mas belum pulang juga," ucap Liora di seberang telpon.
"Sepertinya aku lembur hari ini, Sayang. Subuh nanti akan berangkat ke luar kota untuk perjalanan bisnis. Maaf ini mendadak dan nggak bisa di tinggal begitu saja."
Terdengar helaan nafas dari seberang terlpon, dan itu membuat Cakra tidak enak karena berbohong pada istri tercintanya.
Laki-laki itu terpaksa berbohong karena tidak ingin pulang ke rumah dalam keadaan babak belur, yang ada Liora malah khawatir dan meneteskan air mata. Cakra paling tidak suka jika Liora menangis karena dirinya.
"Kenapa Mas nggak bilang tadi? Aku kan bisa siapin kebutuhan Mas untuk beberapa hari." Suara Liora terdengar kesal.
"Nggak perlu Sayang. Namanya juga dadakan. Aku usahain pulang cepat. Oh iya, Eril udah sampai?"
"Udah, dia lagi main sama Liam di bawah. Mas jangan terlalu sibuk kerja, perhatiin kesahatan juga."
"Iya Sayang, iya. Udah dulu ya."
Setelah mendapat jawaban dari sang istri, Cakra langsung memutuskan sambungan telpon begitu saja dan menatap tajam Rocky.
"Kenapa kau menatap seperti itu? Kau ingin tertawa?"
"Tidak Tuan, saya hanya .... Saya permisi sebentar." Rocky langsung undur diri, daripada harus mendapat teguran dari Cakra.
Sejak tadi, laki-laki itu uring-uringan sendiri dan mengatai dokter tidak becus dalam berkeja. Bagaimana tidak, Cakra menginginkan bekas luka langsung hilang dalam sekejap agar kembali kerumah. Namun, dokter bukan Tuhan yang bisa mengabulkan permintaan Cakra di luar nalar itu.
"Apa yang kau lakukan, cepat obati!" perintah Cakra pada dokter.
Dokter pribadi Cakra melanjutkan pekerjaannya, mengobati luka yang tidak seberapa itu, hanya saja bekasnya susah di hilangkan.
Usai di obati, Cakra mencari keberadaan Rocky di Villa. Dan mendapati asistennya itu mendesiplikan para pengawal.
__ADS_1
"Rocky?"
"Iya Tuan?"
"Apa tidak ada perjalanan bisnis ke luar Kota atau Negeri? Saya ingin pergi untuk beberapa hari."
"Untuk binis penting tidak ada Tuan. Tapi untuk mengecek beberapa anak perusahaan ada di beberapa kota," jawab Rocky.
"Saya juga mau menginformasikan tentang proyek yang ada di desa Nelayan juga Luwut. Proyek perusahaan sudah jadi sekitar 70%, sementara rumah Anda baru 60%."
"Kenapa sangat lama? Apa bisa selesai dalam waktu tiga bulan?"
"Saya akan mengusahakan itu Tuan. Ini untuk hadiah ulang tahun Istri Anda bukan?"
"Hm."
***
Sesuai yang di bicarakan dengan Rocky tadi, Cakra nekat mencari kesibukan di luar kota agar tidak berbohong pada sang istri, karena dia takut ketahuan.
"Ayo andi Mama!" Ajak Liam.
"Mama udah mandi Nak, sama om aja. Oh iya Eril, aku nitip Liam sebentar ya, mau ke depan."
"Baik Nyonya."
Bukan tanpa alasan Eril ada di kolam renang dan bersantai begitu saja. Tetapi hari ini adalah jadwal Liam berenang, sesuai agenda yang telah di susun Cakra dan perawat.
"Halo Mas, gimana kerjaan hari ini?" tanya Liora.
Ya, wanita itu pamit hanya untuk menghubungi suaminya.
"Baik, bentar lagi Mas pulang."
"Kapan?"
__ADS_1
"Kamu kangen? Udah siap olahraga sampai nanya mulu, Hm?"
"Bu-bukan itu Mas. Tapi Liam dua malam ini nanyain terus, karena nggak liat kamu. Besok juga janji Mas ngajak Liam ke kebun binatang, dia udah nangis sejak pagi."
"Aku pulang lusa, kalau memang Liam pengen kesana dan nangis, ajak Eril saja biar dia yang mengawal kamu."
"Nggak papa?"
"Nggak papa Sayang, nggak mungkin juga Eril macem-macem, kalau iya nanti aku patahin lehernya!"
"Serem ih Papanya Liam." Liora tertawa dan di balas tawa oleh Cakra di seberang telpon. "Brian sama Rissa gimana Mas?"
"Udah beres, kemarin mereka di bawa ke kantor polisi dan sedang proses sidang."
"Mas nggak mukulin Brian Kan?"
"Nggak Sayang."
.
.
.
.
.
.
Komentar dan like kalian semangat Author
Follow untuk dapatkan info seputar novel Author🤗
IG: Tantye005
__ADS_1
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo