Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 22


__ADS_3

"Nggak usah dengerin omongan tetangga Nak, ibu nggak papa-papa. Kalau nggak punya uang nggak usah di paksa, nunggu suami kamu ngirim uang." Ibu Fatimah menolak halus uang pemberian Liora.


Wanita itu datang ke warung bu Fatimah untuk melunasi utang beras dan beberapa utangnya menggunkan uang yang di kirimkan Cakra.


Liora memutuskan membelanjakan uang itu sebagai bayaran untuknya seperti apa yang di katakan Cakra, walau rasanya sakit setiap mengingat isi surat tersebut, namun Liora berusaha menerima kenyataan yang ada.


Ini salahnya karena ingin menikahi Cakra, padahal jelas-jelas laki-laki itu amnesia.


"Saya punya uang kok bu," jawab Liora di sertai senyuman yang selalu dia perlihatkan.


"Bu, dengar-dengar di jalan raya anak ibu buka toko sembako ya? Boleh saya kerja disana? Saya punya ijazah kok bu."


Bu Fatimah mengernyit bingung. "Jangan kerja apapun, kamu hamil besar, nanti ibu kasih kerjaan kalau udah lahiran."


"Beneran bu?" tanya Liora memastikan dan di jawab anggukan oleh bu Fatimah.


Setelah berbicara cukup lama, Liora pulang kerumahnya, sangat di untungkan tidak ada ibu-ibu yang berkerumun di pinggir jalan, atau dia akan menjadi santapan lezat lagi.


Dia meringis memengangi perutnya, rasa nyeri kembali menghampiri, ini sudah tiga hari dia merasakannya. Namun, terkadang rasa sakit itu hilang dengan sendirinya.


Wanita itu duduk termenung, setiap kali membuka ponselnya, dia tentu saja teringat pada Cakra, sebab foto laki-laki itu ada di sana.


Bayangan saat Cakra memberinya perhatian, mengelus perutnya setiap malam, dan banyak lagi, terus berputar di kepala Liora bagai film.

__ADS_1


"Jangan mikirin dia lagi Liora, dia bukan siapa-siapa dalam hidup kamu." Liora mengelengkan kepalanya, berusaha terbebas dari bayang-bayang Cakra. Tidak lupa menghapus semua foto Cakra di ponselnya.


Rasa sakit kian menyerang Liora malam harinya, wanita itu segera menyiapkan apa-apa saja yang mungkin di perlukan sesuai arahan bu Fatimah jauh-jauh hari ketika akan melahirkan.


Walau perutnya terasa sakit, dia masih berjalan kesana kemarin menyiapkan semuanya, hingga tubuhnya benar-benar tumbang sebab rasa sakitnya semakin hebat.


***


Wildan mondar-mandir di dalam kamarnya. Pikirannya terus tertuju pada Liora. Sejak melihat pria berjas datang kerumah wanita itu, Wildan tidak pernah lagi melihat Liora berkeliaran, membuatnya sangat khawatir terlebih wanita yang di cintainya hamil besar.


"Persetan sama Nyak, aku harus ketemu Liora, jangan sampai dia kenapa-napa," gumam Wildan.


Sebelum meninggalkan rumah, Wildan menyambar kunci mobil yang tergeletak di meja tv, itu milik abahnya.


"Lio?" panggilnya sekali lagi, tetap saja tidak ada sahutan.


Tidak mungkin wanita itu tidak mendengarnya, rumah Liora tidak terlalu besar, jika tidak ada dirumah, itu juga aneh, sendalnya ada didepan rumah.


Wildan membuka paksa pintu saat mendengar suara rintihan, dia terkejut melihat Liora duduk di depan kamar bercucuran keringat.


"Lio? Kamu mau lahiran?" tanya Wildan panik.


Wanita itu hanya mengangguk memegangi perutnya, dia sudah tidak tahan menahan sakit.

__ADS_1


Wildan langsung mengendong tubuh Liora kemudian membawanya ke mobil. Tentang ibunya yang akan marah, itu urusannya.


"Tas aku," lirih Liora.


"Tas? Tas apa?" bingung Wildan.


"Didalam," jawab Liora tidak nyambung sebab rasa sakit.


Walau begitu, Wildan tetap masuk ke rumah itu mencari tas, kemudian membawanya dan meletakkan di jok belakang.


"Sabar ya Lio." Wildan mengenggam tangan Liora, mencoba menyalurkan ketenangan.


"Sakit," rintih Liora.


...****************...


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo

__ADS_1


__ADS_2