Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 91


__ADS_3

Mungkin karena kelelahan membuat Liora tidur sangat lelap, sampai tidak merasakan gigitan Cakra di pundaknya. Bagaimana tidak lelah, wanita itu tidak di berikan istirahat sampai adzan berkumandang.


Cakra menyingkap anak rambut yang menghalangi pandangannya dari wajah cantik sang istri.


"Ck, istri siapa sih cantik banget?" decak Cakra gemes sendiri melihat wajah istrinya.


"Kalau anak kita cewek pasti cantiknya kayak kamu Ra, kan Liam gantengnya kayak aku," gumam Cakra seraya mengulum senyum.


Dia terus bicara sendiri dan memuji Liora sebanyak yang dia ingingkan tanpa wanita itu tahu.


"Papa!"


Cakra tidak bergeming dan semakin sibuk menjahili sang istri, membuat bocah yang berkacak pinggang di ambang pintu berjalan mendekat. Ya pintu kamar terbuka lebar, Cakra sengaja melakukannya setelah sholat subuh karena Liam sering kali mengedor pintu jika bangun lebih dulu.


Merasa tidak mendapat respon dari orang tuanya. Liam semakin melangkahkan kaki kecilnya mendekati ranjang, membuang mobil-mobilan yang dia peluk lalu memanjat naik ke tempat tidur.


"Papa aci bobo?" tanya Liam menoel-noel telinga Cakra.


Sementara yang di toel mengulum senyum, pura-pura tidak mengetahui keberadaan Liam karena ingin tahu apa yang akan di lakukan bocah kecil itu.


"Banun Papa!" pekik Liam, kini dia mengigit telinga Cakra membuat laki-laki tampan itu meringis kesakitan, ternyata gigitan Liam lumayan dahsyat juga.


Cakra segera berbalik setelah menahan tubuh Liam agar tidak terguling ke lantai. Dia meletakkan jari telenjuk di bibir dan dengan patuh Liam mengikutinya.

__ADS_1


"Jangan berisik, Mama sama dedek lagi bobo," ucap Cakra sedikit berbisik.


"Mama cama dedek bobo?" ulang Liam bebisik pula.


"Iya, ayo kita keluar dari kamar!" ajak Cakra.


Liam hanya mengangguk patuh, benar-benar tidak menimbulkan suara sampai keluar dari kamar dalam gendongan Cakra.


"Liam ngompol?" tanya Cakra ketika keduanya sampai di kamar bocil tersebut.


Liam mengeleng sebagai jawaban. "Liam dah ecal, dadi nda ompong. Liam lapal mau matan telus mimi cucu."


"Katanya sudah besar, tapi kok minum susu?" sindir Cakra.


Setelah menganti baju, Cakra membawa putranya menuju dapur untuk sarapan.


"Ah iya sekalian siapkan bekal untuk Tuan Muda, saya ingin membawanya ke kantor hari ini," ucap Cakra di sela-sela menyuapi Liam makanan. Sekali untuknya dan sekali untuk bocah yang duduk di atas meja makan.


Usai sarapan bersama, Cakra menyerahkan Liam pada naninya untuk di mandikan dan bersiap-siap dengan pakaian yang lebih rapi, sementara Cakra kembali ke kamar.


Sudah jam tujuh lewat 26 menit, namun wanita yang ada di ranjang belum juga ada tanda-tanda untuk bangun. Cakra tidak khawatir, karena suhu tubuh dan kondisi Liora sehat-sehat saja. Tanpa ingin menganggu, Cakra langsung saja mandi dan bersiap-siap ke kantor bersama putranya, karena kado untuk Liam yang sebenarnya ada di sana.


Sebelum meninggalkan kamar, Cakra lebih dulu menghampiri Liora kemudian mengecup keningnya.

__ADS_1


"Bumilnya Cakra yang cantik, bobo yang nyenyak ya Sayang, mas ke kantor dulu sama purta kira," bisik Cakra.


"Nanti nyusul kalau sudah bangun," lanjutnya.


Setelah berpamitan, barulah Cakra keluar kamar, tidak lupa menyetel Ac agar lebih dingin karena matahari mulai terik.


Saat sampai di lantai bawah, Liam sudah siap duduk anteng di sofa bersama Eril yang berdiri di sampingnya.


"Saya ikut Tuan?" tanya Eril ketika Cakra mendekat.


"Tidak, kau harus stay dirumah ini dan menjaga istri dan calon anak saya," jawab Cakra. "Rocky sudah datang?"


"Sudah Tuan, dia menunggu Anda di depan," jawab Eril.


"Ayo jagoan Papa, kita berangkat sama om Rocky!" ucap Cakra mengulurkan tangannya pada Liam.


Yang di panggil langsung melepas dot di mulutnya kemudian meraih tangan Cakra, tapi tetap saja sebelah tangannya memeluk dot berisi susu.


"Om Eyil, Papa?" tanya Liam seraya mendongakkan kepalanya.


"Om Eril jelek jadi tidak diajak!"


"Si paling tampan berulah," batin Eril mulai julid. Tentu saja tidak berani jika bersuara langsung, kecuali julid bersama Nyonya Liora tanpa sepengetahuan Cakra.

__ADS_1


__ADS_2