Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 162 ~ Jalan-jalan sore


__ADS_3

Jalan-jalan berdua setelah memilki buah hati, hampir tidak pernah Cakra dan Liora lakukan, karena Liora sendiri yang tidak mau berpisah dengan putranya. Namun, sore ini mereka berdua mempunyai kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua saja seperti awal-awal menikah dulu. Alih-alih bepergian menggunakan mobil, Cakra kali ini membawa motor pink yang khusus dia belikan untuk Liora saat pertama kali ke kota.


Pria itu melajukan motor sangat pelan di pinggir jalan, membonceng wanita cantik yang tengah duduk samping sambil memeluk pingganya erat. Di belakang motor pink itu, ada sebuah mobil pribadi yang diisi oleh beberapa pengawal yang bertugas untuk memantau dari kejauhan. Terlebih sekarang banyak yang ingin menjatuhkan Cakra, entah lewat perusahaan atau serangan langsung sekalipun.


Pria itu sesekali melirik istrinya melalui spion motor, tersenyum ketika tatapan mereka bertemu lewat kaca.


"Bagaimana, senang?" tanya Cakra.


"Banget, aku jadi teringat pas kita di kampung, Mas. Sering boncengan ke mana-mana, apalagi kalau ke pasar," jawab Liora. Wanita itu mulai mengenang masa lalunya bersama sang suami.


Masa di mana dia dan Cakra kesulitan ekonomi tetapi selalu bahagia lantaran saling mengerti satu sama lain. Liora yang berusaha menghemat dan Cakra tiada lelah mencari nafkah untuknya. Wanita itu semakin merapatkan tubuhnya pada sang suami.


"Nanti kita pulang ke kampung setelah anak-anak bisa diajak bepergian. Jalan-jalan ke laut buat nangkap ikan." Canda Cakra dan itu berhasil membuat bibir Liora tertarik hingga membentuk lengkungan cukup indah.

__ADS_1


Udara di sore hari dengan semilir angin mendukung momen jalan-jalan sepasang suami istri itu, terlebih kali ini Cakra mengambil tema ala orang sederhana agar bisa menyengkan hati istrinya yang sudah lama tidak liburan.


"Makan sate atau mie ayam?" tanya Cakra setelah mereka memasuki jalanan yang dihuni oleh beberapa penjual makanan jika sore hari seperti ini.


"Mau semuanya boleh?" tanya Liora.


"Boleh, Sayang."


Cakra menghentikan motornya di tempat khusus motor, kemudian berjalan beriringan menghampiri para jajanan kaki lima yang berjejer rapi. Mereka sedang mengunjungi dermaga yang selalu ramai oleh manusia jika sore-sore seperti ini.


"Dua tusuk!" sahut Liora.


"Tentu, Sayang."

__ADS_1


Cakra segera menghampiri penjual kaki lima yang sedang melayani beberapa pembeli. Dia berdiri di sisi penjual yang sedang sibuk, sementara Liora duduk di bangku yang telah tersedia.


"Baso bakarnya 3 tusuk ya, makan di sini aja," ucap Cakra.


"Siap."


Cakra ikut duduk di samping istrinya yang tengah memperhatikan sekitar. Pancaran mata Liora benar-benar membuktikan bahwa sore ini wanita itu benar-benar bahagia. Tangan Cakra bergerak untuk menyingkirkan anak rambut yang menempel di kening Liora yang sedikit berkeringat.


"Cantik banget sih? Ini istri mas apa bidadari?" goda Cakra berhasil membuat Liora tersipu malu. Benar-benar wanita itu tidak bisa terlalu lama marah atau pun takut pada Cakra.


Ceo Alexander group, selalu bisa membuat Liora luluh dengan perlakuan-perlakuan hangat, bukan lewat kata-kata tanpa pembuktian.


"Setelah ini kita ke ujung sana. Di sana banyak pasangan yang sedang menikmati senja," tunjuk Cakra pada kerumunan orang-orang yang sedang berfoto bersama pasangan masing-masing.

__ADS_1


"Lio?" panggil seseorang secara tiba-tiba di saat Cakra dan Liora sedang sibuk tatap-tatapan.


__ADS_2