Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 92


__ADS_3

Liora meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Matanya pelahan-lahan terbuka untuk menyesuaikan cahaya lampu di kamarnya.


"Uuggghhhh," lenguh Liora. Wanita cantik itu bangun dan duduk di atas ranjang dengan rambut berantakan.


Tidak lupa meraih segelas air di atas nakas lalu meminumnya hingga tandas.


"Tumben mas Cakra bangun cepat," gumam Liora.


Tanpa melihat jam lebih dulu, Liora langsung masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Kemudian melangkah ke jendela yang hampir mengambil satu dinding kamarnya. Dia menyibak tirai yang menghalangi cahaya masuk.


"Ma-matahari seterik ini?" kagetnya. "Sekarang jam berapa?"


Dengan langkah kecilnya, Liora segera memeriksa jam di ponselnya dan terkejut melihat sudah jam 10 pagi. Ini adalah pertama untuknya bangun sesiang ini setelah tinggal di rumah Cakra.


"Mas Cakra!" panggil Liora berjalan keluar kamar dan hanya mendapati Eril berdiri di anak tangga sepertinya akan menghampiri kamar ketika mendengar panggilan Liora.


Eril langsung saja menundukkan kepalanya ketika melihat penampilan Liora yang bisa dikatakan lumayan terbuka. Entah apa yang terjadi jika Cakra menyaksikan.


"Eril, Mas Cakra sudah pergi? Liam mana?"


"Mereka sudah pergi dua jam yang lalu Nyonya, tuan Cakra menyuruh Anda menyusul setelah bangun," jawab Eril tanpa berani mengangkat kepalanya.

__ADS_1


"Nyonya sebaiknya Anda masuk ke kamar sebelum ada pengawal yang melintas," pinta Eril.


Sontak Liora memperhatikan penampilannya, wanita itu segera menyilangka tangan di depan dada menyadari apa yang ada di tubuhnya.


Tampa memperhatikan langkahnya, Liora berlari kembali ke kamar. Bisa-bisanya dia lupa hanya memakai kaos kebesaran Cakra tanpa memakai Bra.


"Kamu gila Lio, minta di gorok sama mas Cakra," runtuknya setelah berada di dalam kamar.


Liora memandangi penampilannya di pantulan cermin. Kaos hitam yang bahkan hanya menutupi tidak sampai setengah paha, jika menunduk pakaian dalam yang dia kenakan akan terlihat.


"Eril tidak liat apapun kan?" tanyanya entah pada siapa. Liora menyembunyikan kepalanya di kedua telapak tangannya.


Dia melangkah menuruni satu persatu anak tangga dan melewati Eril begitu saja tanpa menyapa lebih dulu karena malu. Bahkan saat sarapan Liora tidak memanggil Eril seperti biasanya.


Sepanjang jalan menuju kantorpun Liora tetap saja diam hingga terjadi keheningan di dalam mobil.


"Apa Nyonya marah sama saya?" tanya Eril memberanikan diri karena memang merasa aneh dengan Liora padahal dia merasa tidak punya salah apapun.


"Tidak, saya hanya malas bicara," jawab Liora tanpa ingin menatap Eril.


Wanita cantik itu langsung turun dari mobil tanpa menunggu Eril membukakan pintu. Berjalan perlahan memasuki lobi perusahaan suaminya yang tidak dihuni oleh siapapun.

__ADS_1


Sungguh Liora sangat penasaran kenapa perusahaan Cakra sangat sepi, tapi malu rasanya mengajak Eril bicara.


"Semua karyawan ada di aula perusahaan atas perintah tuan Cakra, Nyonya," ucap Eril yang sepertinya peka dengan pikiran Liora.


Laki-laki itu langsung membuka pintu ruangan Cakra setelah sampai di lantai paling atas, kemudian menutupnya kembali tanpa ikut masuk.


"Kenapa bang Rocky menatap saya sampai seperti itu?" tanya Eril mengusap tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. Tatapan Rocky membuatnya merinding seketika.


"Kamu melakukan apa sampai Nyonya Liora terlihat gugup di dekat kamu? Jangan bilang kamu menggoda ...."


"Eril berani sumpah Bang." Potong Eril menaikkan dua jarinya membentuk huruf V. "Eril tidak berani menggoda Nyonya Liora. Eril lebih baik jomblo seumur hidup daripada harus menggoda pawang singa."


"Lalu?"


"Eril!" Eril menelan salivanya kasar ketika mendengar suara Cakra yang menggema. Entah apa kesalahannya hari ini.


...****************...


Mampir di novel kakak online aku ya, di jamin seru🤗


__ADS_1


__ADS_2