Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 63


__ADS_3

"Aum ... aum ... aum. Telina dadah besal. Aum ... aum bayaya puna etol." Liam terus beryanyi seraya berjalan dam melompat-lompat kecil.


Bocah kecil itu baru saja bertemu Gajah, Buaya juga Harimau hingga bernyanyi sesuai isi pikiran saja.


Hal tersebut mengambil perhatian beberapa pengungjung bahkan sampai gemas dan ingin mencubit pipinya. Namun, tidak semudah itu sebab para pengawal langsung menepis tangan siapapun yang akan menyentuh Liam.


Liora awalnya kaget dan menegur para pengawal, tetapi lama kelamaan tidak lagi saat ada satu ibu-ibu yang mencubit pipi Liam hingga memerah. Sebagai ibu Liora tentu saja marah walau Liam tidak menangis.


Ibu mana saja tidak akan terima jika anaknya di sakiti oleh orang lain walau dalam ketidak sengajaan seperti tadi.


"Tata!" Pekikan anak kecil hampir seusia Liam terdengar. Dari arah depan gadis kecil berkepang dua langsung memeluk Liam yang sibuk bernyanyi.


"Eh." Kaget Liora langsung memisahkan dengan lembut.


"Tamu capa?" tanya Liam.


"Atu Cepa." Gadis kecil itu mengulurkan tangannya.


Sebenarnya Eril hendak menjauhkan, tapi di cegah oleh Liora. Toh gadis kecil itu hanya ingin berkenalan.


"Atu Liam." Liam menyambut uluran tangan gadis kecil itu.


Liora tertawa melihatnya. Kedua bocah di depannya sungguh mengemaskan. Ah dia jadi ingin mempunyai anak cewek jika semengemaskan bocah yang dia temui sekarang.


"Zeva, sini Nak!" Panggil wanita berusia kurang lebih 30 tahun. Wanita itu menarik anak kecil bernama Zeva kemudian meminta maaf pada Liora.


"Nggak papa, namanya juga anak-anak, mbak," sopan Liora.


"Saya jadi nggak enak, maaf ya sekali lagi. Zeva emang gitu kalau liat teman seusianya, sering meluk," ucap ibu Zeva yang bernama Rania.


"Sayang!"


Rania dan Liora langsung menoleh ke sumber suara. Di depan sana ada dua sosok laki-laki tampan tengah berdiri dengan senyuman berbeda-beda juga penampilan.

__ADS_1


Yang satunya memakai jas putih, sementara yang satunya lagi memakai kemeja hitam.


"Mas Cakra?"


"Mas Rangga?"


Kedua wanita itu tersenyum menyambut kedatangan suami masing-masing.


"Aku kira kalian udah pulang." Cakra langsung mengecup kening istrinya di depan semua orang. Cakra memakai kemaja hitam tanpa jas.


Sementara pria yang tidak sengaja berpapasan dengannya mengamit pinggang wanita lain.


"Maaf ya sekali lagi," ucap Rania tidak enak setelah putrinya berada di gendongan Rangga.


"Iya mbak."


"Mari," ajak Rania. Wanita itu buru-buru pulang karena putranya baru saja membuat masalah di sekolah, itulah mengapa Rangga datang menjemput.


"Siapa tadi, teman mas?" tanya Liora.


"Bukan, nggak sengaja ketemu di depan. Tadi pas dia manggil sayang hampir aja aku salah sangka. Aku ngiranya dia panggil kamu."


"Apaansih, memangnya cuma aku apa perempuan di sini." Liora tersipu malu.


"Banyak, tapi cuma kamu yang cantik," bisik Cakra.


Sungguh interaksi keduanya membuat jiwa Jomblo Eril meronta-ronta. Ujian ini sungguh berat baginya. Menyaksikan kebucinan majikan dengan mata kepala sendiri.


Cup


Bibir Cakra melengkung ke bawah ketika kecupannya di curi oleh Liam. Laki-laki tampan itu baru saja akan mengecup bibir Liora setelah sampai di mobil. Namun, Liam lebih dulu menempelkan bibirnya di sana.


"Papa puyang duda. Liam tenang," sorak Liam bertepuk tangan. Sedari tadi bocah kecil itu tidak melepaskan pelukannya di leher Cakra.

__ADS_1


Sama sekali tidak memberi celah orang tuanya bermesraan.


"Aku kira Mas cuma bohong mau pulang. Pulang dadakan gini nggak bikin pekerjaan mas terbengkalai kan?" tanya Liora menyandarkan kepalanya di pundak sang suami.


"Nggak Sayang, orang semuanya udah selesai."


"Napa lelel papa melah?"


Sontak, Liora langsung memperhatikan leher Cakra dan terkejut melihat bekas kemerahan di sana.


.


.


.


.


.


.


Like dan komentar kalian semangat Author


Follow untuk dapatkan info seputar novel Author🤗


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo


Pawangnya Papa Cakra


__ADS_1


__ADS_2