
Jika Liora dan Cakra sedang bahagia menyambut kehadiran putra dan putri mereka. Maka berbeda dengan Eril dan Rocky yang tampaknya tidak akur setelah Eril mengajak Liam jalan-jalan tiga hari yang lalu ke rumah Rahma. Seperti saat ini, mereka berada diruangan yang sama, tetapi seolah-olah tidak pernah bertemu sebelumnya. Rocky sedang fokus pada tab di tanganya, berbeda dengan Eril yang terus menatap sang kakak tiada henti.
Sudah terhitung tiga hari Rocky tidak mengajak Eril bicara dan itu membuat Eril sungguh tersiksa. Terlebih Eril telah menganggap Rocky adalah orang tuanya, sebab besar dalam asuhan pria itu.
"Kak?"
"Tuan?" panggil seorang pelayan bersamaan dengan Eril memanggil Rocky.
"Kenapa?" tanya Rocky, buka pada Eril, melainkan pelayan yang baru saja memasuki ruangan yang keduanya tempati. Rocky meletakkan tabnya di atas meja, bersiap mendengarkan apa ucapan pelayan. Harus kalian tahu, Rocky adalah tipe pria yang jika berbicara dengan seseorang, harus menatap wajahnya, itu berlaku untuk semua orang bahkan Cakra, tetapi Liora pengeculian lantaran dia masih ingin hiudp.
"Tuan Cakra memanggil Anda keruangannya," ucap sang pelayan kemudian berlalu.
Rocky segera beranjak dan bersiap keluar dari ruangan itu, tetapi tubuh kekarnya malah dihadang oleh Eril yang berdiri di ambang pintu sambil merentangkan tangannya.
__ADS_1
"Masih jam kerja!" tegas Rocky menatap tajam adiknya.
"Aku nggak peduli, intinya kak Rocky nggak boleh giniin aku. Besok aku akan menikah harusnya kakak datang," ucap Eril dengan wajah memelasnya.
Memang setelah bertemu dengan abah Rahma beberapa hari yang lalu, Eril memutuskan untuk menikahi Rahma sebelum anak yang ada di kandungan wanita itu terlahir ke dunia. Sebenarnya jika bukan karena Rocky, Eril sudah menikahi Rahma saat pernikahan batal di desa Nelayan.
"Kau ingin menikah bukan? Maka menikahlah sesukamu tanpa meminta aku untuk datang," ucap Rocky kemudian mendorong tubuh kekar adiknya. Pria itu berjalan dengan tegap menuju ruangan Cakra yang kebetulan ada di lantai dasar.
Rocky mengetuk pintu sebelum akhirnya membuka pintu ruang kerja Cakra yang tidak terkunci. Dia berdiri di seberang meja, menunggu tuannya selesai dengan pekerjaan yang Rocky tidak tahu apa. Intinya sedang menulis sesuatu di sebuah buku catatan.
"Mereka sama sekali tidak gentar dengan ancaman yang kita berikan, Tuan," jawab Rocky.
"Ck, kalau begitu realisasikan ancaman itu. Sebarkan berita mereka!"
__ADS_1
"Baik Tuan."
Cakra menghela napas panjang, pria itu menatap asistennya yang tampak tidak fokus akhir-akhir ini. Biasanya apapun yang dia perintahkan akan Rocky selesaikan dengan cepat.
"Are you okey?" tanya Cakra pada asisten yang telah dia anggap sebagai adiknya.
"Tidak ada masalah, Tuan."
"Saya tidak percaya."
Kali ini Rocky yang menghela napas panjang, Pria itu mengalihkan perhatiannya ke arah lain, kemudian berucap. "Tuan, tolong hadir di pernikahan Eril besok. Dia akan menikah dengan Rahma."
"Kenapa bukan kau saja?" tanya Cakra dengan raut wajah tenangnya. Padahal dia sedikit terkejut mendengar Eril akan menikah dengan wanita yang hampir melahirkan.
__ADS_1
Kali ini Cakra mengerti kenapa Rocky sedikit tidak fokus. Pria di hadapannya sangat menyayangi Eril, bahkan selama ini bekerja mati-matian demi menyekolahkan Eril tinggi-tinggi. Rocky tidak ingin adiknya dalam masalah dengan menikahi wanita yang telah diperko*sa oleh pria yang tidak tahu asal-usulnya. Rocky adalah tipe yang berpikir panjang jika melakukan sesuatu. Termasuk masa depan Eril.
...****************...