Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 155 ~ Terimakasih untuk bayarannya


__ADS_3

Saat Alea hendak berlari untuk menyelamatkan diri, tangannya malah ditarik oleh Rocky kemudian dipojokkan ke sisi tembok samping rak buku cukup tinggi. Mata Alea terbelalak, jantungnya berdetak tidak karuan mendapatkan perlakuan kasar oleh bos yang baru dia kenal beberapa hari ini. Gadis itu memejamkan matanya kemudian menoleh ke samping ketika Rocky berusaha mencium bibirnya.


"Tuan, apa yang kau lakukan!" sentak Alea berusaha lolos dari kuncian Rocky yang sangat kuat dan tidak bisa Alea robohkan begitu saja. Tubuh gadis itu merinding merasakan helaan napas hangat Rocky yang sangat bau akan minuman. Belum lagi manik tajam itu telah diselimuti oleh ga*irah.


"Kali ini saya tidak akan melepaskanmu, Arumi. Sudah cukup kamu menghilang selama bertahun-tahun." Rocky senyum smirk. Yang ada di mata Rocky, gadis yang dia kunci pergerakannya adalah gadis yang dia cintai. Gadis yang pergi secara tiba-tiba dari hidupnya. Gadis yang tidak pernah tahu bahwa Rocky sangat mencintainya dan hanya melakukan hal-hal yang sering kali membuat gadis itu menderita.


Selama ini tidak ada yang tahu bahwa Rocky juga punya hati, Rocky bisa jatuh cinta dan punya gadis yang dia impikan akan hidup bahagia bersamanya. Namun, semua itu tertutupi dengan sikap kakunya yang selalu enggang bersikap romantis.


"Saya bukan Arumi! Saya Alea, Tuan! Saya nani baru di rumah ini!" teriak Alea terus meronta dalam dekapan Rocky.

__ADS_1


Namun, usaha gadis itu hanya sia-sia saja. Semakin dia memberontak, maka semakin kuat pula Rocky mengunci tubuhnya. Alea mulai menangis ketika merasakan lelah. Lelehan air mata seiring membasahi pipinya seiring bibir mungilnya dijamah oleh pria yang belum dia kenal dengan baik.


"Saya bukan Arumi, Tuan!" isak Alea.


Namun, Rocky seakan tuli. Pria itu terus mengerakkan benda tidak bertulangnya. Yang ada dipikiran Rocky, hanya menjadikan Arumi miliknya malam ini agar tidak lagi meninggalkannya seperti dulu. Dia tidak peduli akan penolakan yang diberikan oleh Alea. Semakin gadis itu meronta, maka semakin liar pula dia berbuat.


Tanpa pikir panjang, Rocky menarik leher piyama yang dikenakan oleh Alea hingga pakaian dalam gadis itu terlihat secara sempurna. Dia menyeringai, berusaha menarik tangan Alea yang kini berusaha menyembunyikan tubuhnya dengan raungan dan tangisan yang membuat pilu orang mendengarnya, kecuali Rocky.


Alea terus menangis, kali ini gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa selain menyerahkan tubuhnya pada pria breng*sek seperti Rocky. Hanya suara tangisan yang keluar dari mulut Alea, berbeda dengan Rocky yang terus mengeluarkan desa*han kenikmatan.

__ADS_1


"Bajin*gan, kamu tidak pantas disebuat manusia!" bentak Alea ketika Rocky terjatuh dalam pelukannya setelah menuntaskan keinginannya. Alea mendorong tubuh kekar Rocky ke sisi sofa, kemudian bangun dan memungut pakaiannya yang berserakan di sekitar sofa.


"Jangan tinggal saya," gumam Rocky menarik tangan Alea yang hendak berlalu setelah berhasil mengumpulkan semua pakaiannya.


"Kau-kau telah merengut semuanya, bahkan kau merengutnya bukan karena saya Alea, tapi istri kamu!" Alea menyentak tangan Rocky kemudian berlalu tanpa memperdulikan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Alea masuk ke kamar Arumi dan membereskan semua barang yang dia bawa ke apartemen tersebut. Tidak lupa membersihkan diri, kemudian berganti baju.


Alea berdiri di sisi ranjang di mana ada balita mengemaskan sedang tidur dengan lelapnya. "Maaf, tante tidak bisa merawatmu lagi. Tante berharap tidak ada korban selanjutnya," gumam Alea.


Gadis itu menarik kopernya keluar dari kamar, berjalan tertatih kembali pada sofa di mana Rocky tidur tanpa mengenakan apapun. Alea mengambil celana kain panjang yang tergeletak di kaki meja, mengambil dompet lalu menguras semua uang tunai yang ada di sana.

__ADS_1


"Terimakasih untuk bayarannya," gumam Alea dengan air mata berderai.


__ADS_2