Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 45


__ADS_3

Liora menunggu kepulangan Cakra dengan duduk di sofa ruang keluarga seorang diri. Wanita itu tengah menatap kosong layar tv yang tengah menyala menayangkan beberapa berita artis terkena scandal.


Pikiran Liora melayang pada pembicaraanya beberapa jam yang lalu bersama Eril. Ada rasa sesal wanita itu rasakan mendengar Eril bercerita tentang Cakra. Ternyata selama ini dia benar-benar egois karena memikirkan diri sendiri, tanpa mau tahu apa yang di rasakan Cakra di kota.


"Tuan Cakra nggak pernah tersenyum sejak mendengar kabar kematian Ando Nona. Bahkan membuka hati untuk mantan kekasihnya sangat sulit. Saat tahu Anda masih hidup Tuan sangat bahagia, dan itulah pertama kali saya melihat senyumnya setelah bekerja dua tahun. Bukannya mau ikut campur, tapi saya mohon jangan meminta sesuatu yang berlawanan dengan keinginan Tuan Cakra, apa lagi membebaskan wanita yang Anda temui Nyonya."


"Tuan Cakra sangat mencintai Anda di banding apapun, bahkan saat Anda tidak menerima kehadirannya, Tuan Cakra rela tidur di teras rumah Anda untuk menemani. Saat Anda setuju tinggal bersama, Tuan Cakra menyuruh saya menyiapkan sambutan di rumah ini, tapi sepertinya itu kurang berkesan dan tidak membuat Anda bahagia, sampai Tuan Cakra mempertanyakan kekurangannya."


"Jangan bilang sama Tuan Cakra ya Nyonya, kalau saya banyak bicara. Tuan Cakra tuh bucin, tapi kaku gitu."


Menghembuskan nafas beberapa kali Liora lakukan karena merasa tidak enak pada Cakra selama ini.


"Mama, mimi!" pekikan anak kecil dari tangga membuat Liora tersadar dengan lamunannya.


Wanita itu tersenyum menyambut kedatangan Liam yang langsung naik ke pangkuannya.


"Tuan Muda nggak mau di buatin susu sama saya Nyonya," ucap baby sister yang merawat Liam.


"Nggak papa Mbak, biar saya aja." Liora langsung bangkit lalu berjalan menuju dapur untuk membuatkan Liam susu.


Anak satu-satunya itu kini jarang menangis dan merengek padanya. Bocah kecil itu akan menemuinya jika membutuhkan sesuatu saja, atau ingin tidur.


Kedatangan Liora di dapur di sambut oleh beberapa pelayan yang dengan sigap membantu kapan saja. Namun, Liora tidak meminta bantuan karena membuat susu tidak seribet itu.


Usai menyerahkan botol dot pada Liam, bocah kecil itu berlari ke depan Tv dan berbaring di sana seraya memeluk mobil-mobil tayo.

__ADS_1


Saat akan kembali duduk, Liora di buat bingung dengan para pelayan yang berjalan terburu-buru menuju pintu utama.


"Mbak, di depan ada apa ya?"


"Tuan Cakra udah pulang Nyonya. Tuan paling nggak suka kalau datang, para pelayan sibuk dengan pekerjaan."


Mendengar hal tersebut, Liora ikut berjalan untuk menyambut kadatangan sang suami yang sedari tadi di tunggu-tunggunya.


Merasa canggung jika harus melewati barisan pelayan, Liora hanya berdiri di ujung menunggu kemunculan Cakra.


"Bubar!" Suara bariton itu berhasil membubarkan para pelayan yang sepertinya sia-sia berbaris rapi.


Senyuman Cakra di ambang pintu langsung mengembang membuat Liora ikut tersenyum. Wanita itu melangkah semakin dekat kemudian langsung memeluk tubuh kekar Cakra saat merasa tidak ada lagi pelayan di sekitar mereka.


"Tumben?" gumam Cakra mengelus punggung Liora yang terbalut dress berwarna biru navi, dres cantik yang jumlahnya bisa di hitung jari di negara ini.


"Nggak perlu minta maaf, aku ngerti."


Cakra melerai pelukannya dan mengamit pinggang Liora, berjalan semakin masuk di rumah luas dan besar tersebut.


"Semua rasa lelah bakal hilang kalau pulang di sambut istri kayak tadi," celetuk Cakra seraya mengulum senyum.


"Mau setiap hari?"


"Banget Sayang."

__ADS_1


"Ya udah, mulai besok pelayan nggak usah di suruh berbaris biar aku nyambut kamu di depan pintu."


"Siap nyonya Aleksander." Cakra mendaratkan kecupan manis di kening Liora, membuat wanita itu tersipu, sebab beberapa pelayan melihat keduanya.


"Anak kita mana?"


"Di depan Tv tadi lagi minum susu."


Sesampainya di depan Tv, Cakra dan Liora malah tertawa melihat betapa mengemaskannya Liam. Bocah kecil itu tertidur dengan posisi memeluk mobil tayo yang setinggi dirinya.


"Kayaknya Liam butuh teman deh Ra."


"Ya udah, siapa tau salah satu pelayan kita ada yang punya ...."


"Adik maksud aku," bisik Cakra.


...****************...


Bisa aja nih Mas Cakra pengen bikin dedek buat Liam🀭


Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπŸ₯°πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


Follow untuk melihat visual


IG: Tantye005

__ADS_1


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo


__ADS_2