Without You

Without You
[S2] Kunjungan ke Rumah Umi


__ADS_3

Malam ini, Arya memutuskan untuk pergi keluar rumah. Sekedar berjalan-jalan dan mencari udara segar untuk menjernihkan fikirannya.


"Assalamu'alaikum," ujar Arya sambil berdiri di ambang pintu rumah seseorang yang menjadi tujuannya malam ini.


Pintu pun terbuka, seorang wanita menyambut hangat kedatangan Arya.


"Wa'alaikumussalam, loh nak Arya? Sini nak, silahkan masuk."


"Terimakasih Umi," ucap Arya seraya mengangguk sopan. Kemudian Arya melangkah masuk tepat di belakang Uminya Vidya.


Iya, malam ini Arya memutuskan untuk datang berkunjung ke rumah Uminya Vidya. Sudah lumayan lama juga ia tidak pernah datang ke sini, dan Arya merasa rindu datang ke rumah Umi Vidya yang menyimpan banyak kenangan tentang Vidya.


"Abi kemana mi?" Tanya Arya saat tak melihat keberadaan Abi Vidya di rumah.


"Abi sedang ke Kafe, ada urusan katanya. Sebentar ya, Umi ke dapur dulu. Mau membuat minum dulu," pamit Umi Vidya.


"Eh? Gk usah repot-repot Umi," ucap Arya yang jadi merasa tak enak karna kedatangannya jadi membuat Umi Vidya repot.


"Gk repot kok, udah kamu tunggu di sini aja ya. Nanti Umi balik lagi."


Akhirnya Arya hanya bisa menganggukkan kepalanya saja, menurut.


Sambil menunggu Umi Vidya kembali, Arya memperhatikan bingkai yang terpasang di ruang tengah. Di bingkai itu ada potret Vidya dan juga keluarganya, senyuman Arya pun mengembang tatkala melihat muka imut Vidya yang kata Uminya Vidya sih saat foto itu di ambil Vidya masih berumur 14 tahun.


Wajah Vidya remaja memang benar-benar mirip dengan Reilla, pantas saja banyak bilang bahwa Reilla sangat mengcopy habis-habisan wajah Vidya.


Lalu tatapan Arya kembali beralih pada bingkai foto yang lainnya, di sana Arya melihat foto Vidya saat ia masih TK. Di foto itu sepertinya Vidya baru saja memenangkan lomba, hal itu bisa terlihat dari piala yang ada di genggaman Vidya. Arya terkekeh melihatnya. Ternyata Vidya sedari kecil memang sudah sangat mengemaskan.


Tawa Arya menguar saat melihat foto Vidya yang lainnya, dari foto-foto yang lain, foto yang kali ini Arya lihat benar-benar membuatnya ingin terus tersenyum. Di foto itu, Vidya dengan giginya yang ompong tersenyum begitu percaya diri ke arah kamera.


"Lagi ngetawain apa toh?"


Arya meredakan tawanya, ketika Umi Vidya datang membawakan teh hangat dan juga camilan. Sebagai teman teh, begitu kata Uminya Vidya.


"Kamu lagi liatin foto Vidya ya?" Tanya Umi sambil menyungingkan senyumannya.


"Iya mi, Arya lihat foto yang itu tadi. Lucu banget Vidyanya, jadi Arya ketawa," ujar Arya seraya menunjuk foto masa kecil Vidya yang sudah berhasil membuatnya tertawa.


"Itu pertama kalinya Vidya meminta untuk di potong pendek, sebelumnya dia gk pernah mau kalau rambutnya di potong pendek begitu. Itu pun karna terinspirasi dari film kartun yang dia tonton, kalau gk salah Dora The Explorer deh."

__ADS_1


Arya kembali tersenyum mendengar penuturan Umi Vidya yang menceritakan fakta di balik foto masa kecil Vidya yang mampu membuat Arya tertawa.


"Namun sayang, sekarang semuanya hanya bisa jadi kenangan," ucap Umi Vidya sambil menundukkan kepalanya.


Tawa Umi Vidya yang tadi berderai kini berganti dengan senyuman sendu, Arya menatap Umi Vidya dengan tatapan sendu juga. Arya yakin, selain dirinya yang paling merindukan sosok Vidya adalah Uminya Vidya sendiri.


"Ah maaf ya nak Arya, kok suasanannya jadi melow gini," ujar Umi Vidya yang kembali mengurai senyumannya membuat Arya juga ikut tersenyum.


"Ada keperluan apa nak Arya datang kemari? Reilla kok tumben gk ikut?" Tanya Umi Vidya mengalihkan topik pembahasan.


"Reilla gk bisa ikut karna harus banyak belajar, kelulusannya sudah mau dekat."


Umi Vidya menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Arya perihal Reilla yang tak ikut datang dengannya, biasanya gadis itu selalu datang berkunjung ke rumah Umi Vidya bersama dengan Arya.


"Umi kedatangan Arya ke sini mau minta maaf," ujar Arya lirih membuat Umi Vidya menatapnya dengan bingung.


"Minta maaf kenapa? Memangnya kamu sudah melakukan kesalahan?"


Arya menganggukkan kepalanya, matanya juga sudah berkaca-kaca.


"Arya udah ngelakuin kesalahan, maaf karna Arya sepertinya gk bisa menepati ucapan Arya dulu. Ucapan yang Arya ucapkan bahwa Arya gk akan nikah lagi, namun nyatanya Arya gk bisa menepati ucapan itu."


"Arya akan menikah lagi?" Tanya Umi Vidya, suaranya yang lembut membuat Arya merasa semakin sedih.


Sebenarnya Umi sangat terkejut mendengar kabar itu dari Arya, fikirannya kembali pada putrinya. Jika Vidya tau hal ini, sudah di pastikan ia pasti akan merasa sedih.


"Umi, kok diem?" Tanya Arya membuat Umi Vidya tersentak dari lamunannya.


"Umi kecewa ya sama Arya?" Tanya Arya yang hatinya semakin merasa tak enak pada Umi Vidya.


"Bukan begitu Arya, Umi hanya merasa kaget mendengarnya," ujar Umi Vidya beralasan. Selain merasa kaget sebenarnya saat ini ia sedang mencemaskan Vidya.


"Kamu mau menikah dengan siapa memangnya?" Tanya Umi yang penasaran siapa orang yang akan menikah dengan Arya.


"Dengan Syabil," jawab Arya yang tentu saja membuat Umi Vidya terkejut mendengarnya.


Umi Vidya tentu saja tau siapa itu Syabil, Syabil adalah perempuan yang selama ini tingga di rumah Arya. Perempuan itu sudah sangat baik, selama ini dia sudah mau merawat Arya dan juga membesarkan Reilla yang notabennya bukanlah anak kandungnya.


Jika Arya menikah dengan perempuan lain dan tidak dengan Syabil, Umi Vidya pasti akan menentangnya namun ketika mendengar nama Syabil yang terucap mendadak Umi Vidya merasa bingung untuk mengatakan apa lagi pada Arya.

__ADS_1


"Menurut Umi, apa Syabil baik untuk Arya?" Tanya Arya lagi membuat Umi Vidya kembali sadar dari lamunan.


"Tentu dia gadis yang baik," jawab Umi Vidya sambil tersenyum berusaha terlihat biasa saja di depan Arya.


Umi menatap Arya lekat, saat ini Arya tidak tau jika selama ini Vidya masih hidup. Jika Arya tau apa yang telah terjadi pada Vidya akankah Arya mengagalkan pernikahannya dengan Syabil? Haruskah ia memberitahu Arya bahwa Vidya selama ini masih hidup.


"Arya," panggil Umi Vidya yang baru saja ingin bilang bahwa Vidya masih hidup namun ia urungkan karna ia teringat dengan ucapan Vidya yang menyuruhnya untuk merahasiakan kebenaran tentangnya.


"Ada apa Umi?" Tanya Arya menatap bingung pada Umi Vidya.


"Maaf sepertinya kamu harus segera pulang, Umi mau istirahat," ujar Umi Vidya yang mengusir Arya secara halus.


Arya menganggukkan kepalanya, menurut. Ia bangkit dan pamit pulang pada Umi Vidya yang saat ini hanya bisa menghela nafas menatap kepergian Arya yang berhasil meninggalkan beban fikiran untuk dirinya.


................................................


Di lain sisi saat ini Shafa alias Vidya sedang berdiri di balkon kamarnya, ia menatap rembulan yang saat ini bersinar redup di langit malam.


Fikiran Vidya kembali berkelana pada kejadian tadi siang saat ia bertemu dengan dua orang dari masalalunya sekaligus, pertama ia bertemu dengan sang Umi yang begitu ia rindukan dan terakhir ia bertemu dengan Siren yang merupakan mantan istrinya Arya.


Vidya jadi ingat pertemuannya Siren siang tadi, saat itu Siren terlihat begitu terkejut saat melihat dirinya. Bahkan raut wajah wanita itu seperti baru saja melihat hantu, wajahnya juga berubah memucat bahkan ketika berbicara pun ia jadi terbata-bata.


Saat itu Vidya hanya bisa diam tak berkutik, ia sudah tertangkap basah oleh Siren. Bahkan saat Vidya pamit pergi pun Siren malah menahannya, ia menarik lengan Vidya untuk masuk ke rumahnya.


Saat Vidya sudah masuk ke dalam rumah Siren, gadis itu hanya diam sambil mengamati wajah Vidya lekat sekitar hampir satu jam.


Setelah satu jam mengamati wajah Vidya, barulah Siren membuka mulutnya. Ia bertanya apakah Vidya itu nyata atau tidak, Siren juga bertanya bagaimana orang yang sudah mati bisa hidup kembali karna itu adalah kemustahilan.


Siren pun mendesak Vidya untuk mengakui siapa sebenarnya dirinya itu, saat itu Vidya hanya diam tak berkutik namun Siren memohon dan terus mendesak akhirnya karna Vidya pun lelah terus menyangkal ia pun berkata jujur pada Siren tentang siapa dirinya ini.


Siren kaget bukan main setelah mendengar cerita Vidya, setelah terkaget-kaget gadis itu pun tersenyum senang bahkan sampai memeluk Vidya dengan begitu erat hingga Vidya merasa sesak.


Siren tampak bahagia saat tau bahwa Vidya masih hidup, Siren merasa senang itu artinya ada kesempatan untuk Arya agar ia bisa bahagia lagi.


Siren menceritakan semua yang terjadi pada Arya dan Reilla selama Vidya pergi, Siren bercerita betapa terpuruknya Arya saat Vidya meninggalkannya. Pria itu bahkan seperti tak lagi punya semangat tuk hidup, namun beruntung ada Reilla yang membuat semangat hidup Arya kembali, walaupun Siren masih dapat melihat ada sisi hampa dalam diri Arya yang membuat pria itu terkadang menjadi murung.


Vidya menghela nafasnya ketika mengingat semua yang telah Siren ceritakan tentang kehidupan Arya dan Reilla selama ia pergi.


Vidya tersenyum sendu seraya menatap rembulan yang juga semakin menyendu, Vidya tidak tau apa yang  takdir akan tentukan untuk kehidupannya namun Vidya percaya bahwa takdir hidup yang Allah ciptakan untuknya pastilah yang terbaik. Karna Allah Maha Tau apa yang terbaik untuk setiap hamba-Nya jadi yang bisa Vidya lakukan saat ini hanyalah berserah diri, sambil menunggu waku yang tepat untuk memberitahu Arya bahwa dirinya adalah Vidya yang selama ini ia rindukan dengan teramat.

__ADS_1


__ADS_2