
Dari semalam hingga pagi ini Rayn tidak bisa tidur, ia selalu kefikiran akan kondisi Keira. Jika di lihat dari beberapa tanda Rayn menarik kesimpulan bahwa Keira memang sedang hamil, tapi apakah mungkin? Mereka hanya melakukan hubungan dengan Keira hanya sekali.
Lantas jika benar Keira hamil anaknya itu artinya tugas yang di suruh Mamah nya sudah akan segera tuntas?
Tok tok tok
"Rayn udah siap belum? Kita gk boleh sampe telat datang kesananya," ucap Keira pada Rayn yang masih melamun di depan cermin sibuk dengan fikirannya sendiri.
Akhirnya tak lama Rayn ke luar dari kamarnya, rupanya di depan kamar sudah ada Keira yang sudah rapih dengan gamis serta kerudungnya. Rayn akui Keira terlihat sangat cantik.
"Ayo berangkat, nanti kita telat gk enak sama Kak Rei," ajak Keira dan di balas anggukkan oleh Rayn.
"Rayn! Loh? Kamu mau ke mana?" Tanya Nayya yang tiba-tiba muncul menghadang langkah Keira dan Rayn.
"Mau ke pesta ulang tahun kenalan aku," jawab Rayn memberitahu kemana ia dan Keira hendak pergi.
"Tapi kamu kan janji sama aku mau ajak aku jalan-jalan hari ini, kamu lupa?" Tanya Nayya dengan tatapan kesalnya lalu melirik ke arah Keira yang hanya diam saja sedaritadi.
Sedangkan Rayn, memejamkan mata sambil mengumpati dirinya dalam hati karna bisa-bisanya lupa bahwa dia sudah bilang ia pada Nayya untuk mengajaknya jalan-jalan.
"Nay, maaf aku-"
Nayya tidak mendengarkan perkataan Rayn selanjutnya, ia pergi begitu saja dengan aura kesal yang terpancar walau dari belakang.
"Lo beneran udah ada janji sama Nayya hari ini?" Tanya Keira yang menatap Rayn serius.
"I ... iya saya ada janji sama Nayya hari ini tapi saya lupa," jawab Rayn jujur.
"Ck, kenapa lo bisa lupa gitu sih kalau udah ada janji sama Nayya kan lo bisa bilang ke gue, kalau gini jadinya kan gue yang ngerasa gk enak sama Nayya."
Rayn meminta maaf lagi pada Keira dan Keira hanya mengangguk saja walau agak kesal juga dengan Rayn tapi ya namanya manusia memang terkadang bisa lupa juga jadi Keira memaklumi kelupaan Rayn itu.
"Terus gimana? Lo mau kita pergi terus ninggalin Nayya yang kesal gitu aja? Lo gk mau jelasin dulu ke dia gitu?"
"Oke, saya bakal temui Nayya dulu. Kamu tunggu sini ya?"
"Iya, gue tunggu," jawab Keira lalu kemudian Rayn pergi mencari Nayya untuk memberikan gadis itu pemahaman dan tidak ngambek lagi.
Setelah mencari-cari akhirnya Rayn menemukan Nayya yang tengah duduk di pinggir kolam renang dengan wajah yang ditekuk, karna kesal.
"Nay," panggil Rayn namun Nayya tak menoleh sedikitpun ke arahnya.
__ADS_1
Rayn menghela nafas, lalu menggambil tempat duduk di sebelah Nayya dan ikut menatap ke arah depan yaitu kolam renang.
"Maaf Nayya, aku lupa kalau hari ini udah janji sama kamu. Aku beneran lupa, kalau aku inget, aku pasti bakalanĀ tolak ajakkan Keira dan Keira pasti ngerti kalau aku jelasin alasannya tapi-"
"Jadi menurut kamu aku gk bisa pengertian?" Todong Nayya dengan pertanyaan yang membuat Rayn kaget lalu segera ia bantah perkataan Nayya barusan.
"Gk gitu, maksudnya aku mau minta maaf kalau udah nyakitin kamu dan udah gk nepatin janji ke kamu. Tapi aku janji besok kita bakalan pergi jalan-jalan deh,"
"Beneran? Cuma kita berdua aja kan?" Tanya Nayya yang sudah mengalihkan tatapannya ke arah wajah Rayn.
"Iya cuma kita berdua," jawab Rayn membuat Nayya tersenyum senang dan langsung memeluk Rayn. Rayn yang dipeluk oleh Nayya tentu membalas pelukkan itu sambil tersenyum lega akhirnya Nayya bisa mengerti.
"Kalau begitu aku pergi dulu ya? Keira udah nungguin daritadi," ucap Rayn dan di balas anggukkan malas oleh Nayya.
Rayn tersenyum kemudian mengusap lembut kepala Nayya, lalu setelahnya ia pamit pergi dan setelah kepergian Rayn, Nayya hanya bisa terdiam dengan pipi bersemu merah. Jika Rayn selalu mengemaskan itu padanya bagaimana mungkin Nayya bisa marah lama-lama dengan pria itu?
"Udah beres?" Tanya Keira ketika melihat kedatangan Rayn yang baru kembali setelah menenangkan Nayya.
"Udah, ayo berangkat," sahut Rayn dan di balas anggukkan kepala oleh Keira.
Lalu keduanya pergi menuju ke pesta ulang tahun Syafiq, karna Keira dan Rayn sudah diundang oleh Reilla untuk datang.
....
"Ayo kita masuk ke dalam," ajak Rayn yang sudah menyadari apa yang sedang Keira rasakan.
Keira mengangguk, lalu ia melangkah masuk ke dalam rumah bersama dengan Rayn.
"Assalamualaikum Kak Rei," ucap Keira yang datang dengan Rayn menghampiri Reilla yang sedang merapihkan pakaian Syafiq.
"Waalaikumussalam, Masyaa Allah Keira! Aaa akhirnya kamu beneran datang," kata Reilla yang langsung memeluk tubuh Keira erat melepas kerinduan mereka yang sudah bertahun-tahun tidak ketemu.
"Ke sini sama siapa?" Tanya Reilla yang belum menyadari kehadiran Rayn.
"Sama suami Kak," jawab Keira lalu menoleh ke arah Rayn yang sedaritadi diam.
"Masyaa Allah, baru sadar kalau kamu udah punya suami. Walau udah jadi Ibu, muka kamu masih awet muda banget Kei," komentar Reilla namun Keira hanya tersenyum saja. Senyumnya pun terlihat berbeda bagi Rayn, dan Rayn tahu persis apa yang dirasakan Keira.
Maka Rayn berinisiatif untuk mengenggam tangan Keira, awalnya Keira kaget dan menoleh ke arah Rayn namun Rayn memberikan kode pada Keira bahwa Keira tak sendiri dan jangan merasa sedih ada dia yanh berdiri di sebelah Keira.
"Oh Iya, Kei putri cantik kamu kemana?"
__ADS_1
Benar saja, pertanyaan itu ke luar langsung dari mulut Reilla yang memang tidak tahu menahu tentang kabar bahwa anak kecil yang ia temui di rumah sakit sudah tiada.
"Dia ... dia udah gk ada kak," jawab Keira dengan suara agak bergetar dan sebisa mungkin Keira mengendalikan dirinya agar tidak menangis karna bisa-bisa ia jadi pusat perhatian orang-orang di pesta ulang tahun ini.
Reilla syok mendengarnya, ia meminta maaf karna tidak tahu menahu tentang kepergian Hana, Keira memakluminya karna memang Reilla tidak tahu akan hal itu.
Setelahnya Reilla mengajak Keira dan Rayn agak menjauh dari keramaian, lalu Reilla menatap wajah Keira dan kemudian memeluknya, tangis Keira pecah seketika. Semenjak kepergian Hana tak ada yang memeluknya seperti ini, Reilla hanya memeluk Keira dan membiarkan gadis itu menangis hingga hatinya terasa tenang tanpa bertanya apapun pada Keira.
Lalu selepas Keira tenang, Reilla segera memberikan tisu pada Keira. Reilla ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Keira, ia tidak bisa membayangkan jika seorang Ibu kehilangan anaknya rasanya pasti menyakitkan.
"Gk apa-apa Kei, kamu nangis aja. Luapin semuanya, Ummah juga dulu begitu pas kami kehilangan adik laki-lakiku, jadi sedih itu wajar tapi jangan terlalu berlarut-larut Allah gk suka loh."
"Adik kakak bukannya perempuan ya setau aku dulu?"
Reilla tersenyum lalu mengenggam erat tangan Keira digenggamannya.
"Aku punya adik lagi sebelum Geisha, namanya Gama. Dia nyebelin suka ganggu aku dulu tapi aku tetep sayang sama dia, dan bahkan sampai sekarang gk kerasa banget ternyata udah bertahun-tahun dia pergi," jelas Reilla membuat Keira jadi tau satu hal yang sebelumnya ia ketahui.
"Setelah kepergian Gama, Ummah nangis terus. Ayah coba ngebujuk Ummah biar gk nangis dan sedih terus dan Allah memang Maha Baik Kei, setelah kehilangan Allah berikan seseorang untuk menghibur hati kami yang gundah, Allah kirimkan Geisha di rahim Ummah, sejak dari sana kami perlahan seiring berjalannya waktu berusaha buat move on, berusaha mengikhlaskan walau rasanya susah sekali tapi lambat laun kami bisa mengikhlaskan. Tapi Kei, mengikhlaskan bukan berarti melupakan karna kenangan tentang Gama masih terus membekas di hati kami."
"Aku sampe nangis dengernya Kak, makasih banyak Kak udah kasih magic word yang bisa nguatin aku. Aku kira aku aja yang merasa paling gk beruntung ternyata ada orang lain juga yang hatinya pernah patah karna kehilangan seseorang di hidupnya," kata Keira sambil menangis lalu kembali memeluk Reilla.
Pelukkan mereka terurai saat acara ulang tahun sebentar lagi di mulai, ketiganya kemudian bergabung bersama dengan yang lainnya.
Sedangkan Rayn? Pria itu hanya diam saja ketika mendengarkan percakapan Keira dan Reilla ia hanya jadi pendengar saja namun rasa sakitnya berasa sekali ke hati Rayn. Perihal menghadapi kehilangan memang tidak mudah apalagi harus mengikhlaskan.
Acara ulang tahun di mulai, semuanya berjalan dengan lancar. Akhirnya acara selesai, namun Keira dan Rayn belum pulang karna Reilla mengajak Keira terlebih dahulu mengobrol.
Sedangkan Rayn di ajak oleh suami Reilla untuk mengobrol dengannya, lalu di tengah obrolan Rayn dan suami Reilla tiba-tiba terhenti karna kedatangan Syafiq yang mengajak Rayn untuk bermain dengannya.
Awalnya Rayn menolak karna merasa tak enak harus meninggalkan suami Reilla sendirian yang sedaritadi memang sedang mengobrol dengannya.
Namun suami Reilla mengizinkan Rayn untuk bermain bersama Syafiq, akhirnya Rayn ikut bersama Syafiq. Anak itu mengajak Rayn menggambil mainan di kamarnya yang terletak di lantai atas, Rayn menurut saja dan mengikuti kemana anak itu pergi.
Setelah menaikki anak tangga dan sampai di lantai atas, Syafiq berlari meninggalkan Rayn yang berjalan santai di belakang.
Saat hendak melangkah lagi, tiba-tiba saja Rayn memundurkan langkahnya. Kemudian ia terdiam di depan sebuah figura berukuran sedang di atas meja panjang yang terbuat dari jati, namun bukan mejanya yang menjadi perhatian Rayn melainkan orang-orang yang ada di dalam foto tersebut.
Tangan Rayn bergerak menggambilnya, lalu menatap penuh keterkejutan pada foto tersebut lebih tepatnya ke arah seorang bocah laki-laki yang memakai baju putih dengan peci di kepalanya ia seperti pernah melihatnya tapi dimana Rayn lupa.
Saat sedang berusaha keras mengingat, kepala Rayn tiba-tiba terasa sakit namun ia masih berusa mengingat sekeras mungkin tidak perduli kepalanya terasa sakit juga.
__ADS_1
Pada akhirnya usaha Rayn mengabaikan rasa sakit di kepalanya berhasil, Rayn menemukan jawabannya. Ia pernah melihat potret bocah laki-laki itu juga saat di rumahnya.
Foto itu ia temukkan di laci kamar Mamahnya, foto bocah laki-laki yang sama persis hanya saja menggunakan pakaian yang berbeda. Saat berusaha menghubungkan apa yang terjadi lagi- lagi kepala Rayn semakin pusing membuat Rayn mengeran kesakitan kemudian figura di tangannya terlepas dan pecah bersamaan dengan tubuh Rayn yang jatuh tak sadarkan diri di lantai.