
Sinar matahari yang masuk ke dalam kamar membuat Keira terbangun dari tidurnya, saat pertama kali membuka mata Keira merasakan pusing dikepalanya.
Namun setelah berusaha mengatasinya, Keira akhirnya bisa membuka matanya dengan sempurna. Lalu ia dibuat bingung, karna baru sadar jika dirinya saat ini sedang ada di kamar Rayn namun Keira tak menemukan keberadaan Rayn di kamar tersebut.
"Loh? Kok gue ada disini?" Tanya Keira pada dirinya sendiri.
Keira berusaha bangun namun saat ia ingin menepis selimut ia tiba-tiba terkejut saat menyadari dirinya tidak memakai pakaian bahkan tak ada benang satupun yang melekat ditubuhnya dan tubuh polosnya hanya diselimuti oleh selimut saja.
Keira berusaha membungkus dirinya dengan selimut, lalu berusaha berdiri dari kasur, namun ia kembali terduduk saat merasakan nyeri di **** *************. Rasanya begitu sakit sampai membuat Keira ingin menangis, dan bahkan rasanya untuk melangkah saja Keira masih tak bisa karna memang sesakit itu.
"Da ... darah?" Ucap Keira saat melihat ada noda darah di atas seprai kasur yang memang berwarna putih, kemudian fikiran Keira terasa tidak karuan namun Keira dapat menyimpulkan apa yang telah terjadi padanya saat ini.
"Nggak ... gk mungkin, Rayn gk mungkinkan ngelakuin itu tanpa persetujuan gue?" Tanya Keira pada dirinya dan berusaha sekeras mungkin untuk meyakinkan dirinya bahwa Rayn tak mungkin melakukan itu tanpa persetujuan dari dirinya.
Namun jika bukan Rayn siapa lagi? Keira kemudian terdiam sesaat, kemudian ia sadar sepenuhnya jika ini adalah perbuatan Rayn. Sebenarnya tidak apa-apa mereka melakukan hubungan ini, toh mereka juga sudah resmi menjadi sepasang suami istri namun bukan seperti ini caranya. Keira bahkan tidak ingat kejadian semalam, tiba-tiba ia bangun dan penampilannya sudah kacau seperti ini.
Seharusnya jika memang Rayn sedang ingin ia bisa memintanya baik-baik pada Keira, namun yang membuat Keira kecewa dan marah adalah Rayn yang meniduri dirinya dengan cara yang sama saja telah membohongi dirinya.
Keira ingat yang terakhir kali terjadi semalem adalah Rayn datang membawa segelas sirup dan memberikan kepadanya, karna haus Keira langsung menghabisinya hingga tandas dan bangun-bangun sudah seperti ini Keira jadi yakin jika minuman yang Rayn berikan sudah diberi obat tidur hingga ia tidak sadar apa yang telah terjadi padanya semalam.
"Astagfiruallah, sampe kelewat sholat subuh," ucap Keira saat melihat ke arah jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi.
Keira meneteskan air mata, rasanya sakit sekali namun yang lebih sakit adalah Rayn telah menggambil keperawananya lalu meninggalkan dirinya begitu saja.
Keira marah tentu saja, ia sedih tentu saja. Namun Keira berusaha bangkit, ia berusaha berdiri, lalu dengan susah payah dan menahan rasa sakit ia akhirnya bisa sampai ke kamar mandi yang ada di kamar Rayn.
__ADS_1
Keira menyalahkan shower lalu membiarkan air dingin menguyur tubuhnya, Keira menangis di bawah shower. Kenapa? Kenapa Rayn melakukan hal itu padanya, Keira tak masalah jika Rayn menggambil haknya dari Keira namun yang Keira masalahkan adalah ketidak jujuran Rayn lalu Rayn yang setelah meniduri dirinya malah pergi begitu saja tak bertanggung jawab.
Setelah merasa lebih tenang, dengan berbalut handuk bersih yang ia temukan di kamar mandi Rayn, Keira berjalan ke luar dari kamar lalu perlahan menuruni anak tangga.
Suasana rumah mereka terlihat begitu sepi tak ada tanda-tanda Rayn, Keira berjalan ke kamarnya lalu melihat Hana yang sudah ada di kamarnya sedang menangis.
Keira dengan bersusah payah berjalan ke arah Hana dan berusaha menenangkan putrinya, setelah Hana tenang barulah Keira memakai pakaiannya kemudian ia menyiapkan sarapan untuk Hana.
Meski rasa sakit di **** ************* masih juga terasa, Keira tetap memaksakan dirinya untuk bergerak dan mengendong Hana ke ruang tengah serta membereskan rumah.
Keira menemani Hana hingga hari menjelang siang, setelah Hana tidur barulah Keira bisa beristirahat. Badan Keira terasa tidak enak, saat ia merabah dahinya, ia merasakan panas di dahinya.
Badannya terasa begitu sakit dan juga lelah, Keira akhirnya memutuskan untuk tidur juga sama seperti Hana.
....
Keira menggambil mungkena dan mengelar sajadah, dengan menahan rasa sakitnya ia berusaha menaikkan salat.
Setelah selesai salat, masih berbalut mungkena Keira kembali merebahkan dirinya di atas kasur untung saja Hana masih tidur jadi Keira bisa ikut memejamkan matanya juga.
Rupanya saat Keira tetidur, Rayn datang ke rumah ia bahkan mencari keberadaan Keira yang sudah tak ada di kamarnya. Lalu Rayn akhirnya menemukan Keira yang sedang tertidur di kamarnya, Rayn berjalan masuk dan mendekat ke arah Keira yang masih memejamkan matanya.
Awalnya Rayn hanya ingin melihat Keira dan Hana saja, namun saat melihat wajah Keira dan bibirnya terlihat pucat serta tangannya yang berkeringat dingin, Rayn seketika panik.
"Keira ... kei bangun," ucap Rayn sambil menepuk lembut pipi Keira namun Keira hanya bergumam saja dengan mata yang tetap terpejam.
__ADS_1
Rayn meraba dahi Keira, ia merasakan dahi Keira terasa sangat panas. Rayn seketika langsung berniat menghubungi dokter namun saat hendak menelpon dokter tangan Keira bergerak memegang tangannya.
"Bunda ... Bunda, aku mau pulang ke Bunda," pinta Keira dengan suara paraunya, Rayn tak jadi menelpon dokter dan hanya diam.
"Pulang ... hiks, gue mau ketemu Bunda ... tolong ...," lirih Keira sambil menangis meminta untuk diantarkan pulang ke rumah.
Rayn akhirnya pasrah, ia tak bisa menolak keinginan Keira yang sudah sampai menangis itu.
"Jangan! Jangan sentuh gue, gue bisa jalan sendiri," ujar Keira melarang Rayn yang hendak mengendongnya.
Menurut, itulah yang Rayn lakukan. Ia membiarkan Keira melangkah tanpa bantuannya namun baru saja selangkah tubuh Keira sudah tumbang untung Rayn segera menangkapnya.
"Kei bangun Kei," panggil Rayn namun Keira tak sadarkan diri akhirnya Rayn memutuskan untuk menghubungi dokter untuk datang memeriksa Keira.
....
Dokter yang memeriksa Keira baru saja pergi, katanya tekanan darah Keira tinggi hal ini sangat mungkin terjadi jika seseorang berhubungan intim untuk waktu yang lama.Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan pusing dan dehidrasi juga jadi penyebab kenapa tubuh Keira bisa panas.
Rayn masih menunggu Keira bangun, dia mengompres Keira dengan telaten. Hingga akhirnya Keira sadar dan tentu hal itu membuat Rayn lega setelah sebelumnya merasa sangat khawatir.
"Keira akhirnya kamu sadar, ini kamu minum dulu kata dokter tadi kamu dehdirasi," ujar Rayn saat Keira telah sadar.
Keira tak menjawab ia hanya menatap Rayn tanpa ekspresi membuat Rayn terdiam.
"Gue gk mau minuman dari pembohong kaya lo, pergi jauh-jauh gue muak liat muka lo," ucap Keira yang sudah tidak perduli jika dirinya dianggap istri durhaka sekalipun ia terlanjur marah pada Rayn.
__ADS_1
Rayn terdiam, wajah dan ucapan Keira barusan menunjukkan dengan jelas bahwa ia tidak menyukai kehadiran Rayn. Gadis itu bahkan membuang mukanya dan enggan menatap ke arah Rayn.
Akhirnya yang Rayn takutkan terjadi, Keira membenci dirinya karna tindakkan yang telah ia lakukan pada Keira bahkan tanpa seizin Keira. Rayn tau dirinya memang pantas mendapatkan hal itu.