Without You

Without You
Stuck With You (Gama Story)


__ADS_3

Setelah seminggu dirawat di rumah sakit akhirnya Rayn diperbolehkan untuk pulang ke rumah, Nayya sangat senang karna Rayn sudah diperbolehkan pulang.


Nayya selalu ada di samping Rayn, gadis itu membantu Rayn menyiapkan semua pakaian Rayn yang akan dibawa pulang.


"Udah siap pulang?" Tanya Nayya pada Rayn yang sedang merapihkan kerah kemejanya.


"Perlu bantuan Rayn?" Tawar Nayya yang melihat Rayn kesusahan membenarkan kerah kemejanya.


"Boleh, silahkan Keira," jawab Rayn dengan senang hati. Nayya pun tersenyum kemudian ia merapihkan kerah baju Rayn.


Setelahnya kemudian, Nayya memesan taksi dan taksi pesanannya sudah menunggu di bawah lalu keduanya pun pulang ke rumah menggunakan taksi.


Di rumah Keira sedang tertidur di sofa ruang tengah, dengan televisi yang masih menyalah. Gadis itu tidak biasanya melakukan hal ini hanya saja kali ini ia merasa mengantuk setelah semalam bergadang selesai menamatkan buku yang ia sukai.


Mobil yang dinaiki oleh Rayn dan Nayya sudah sampai di depan rumah, keduanya kemudian turun dari dalam mobil. Setelah membayar taksi, Nayya memegangi tangan Rayn dan membantu pria itu untuk berjalan masuk ke dalam rumah.


Saat pintu rumah dibuka, Rayn dan Nayya begitu kaget melihat Keira yang sedang tertidur pulas di sofa.


"Kenapa gadis asing itu ada di sini?" Tanya Rayn pada Nayya sambil menatap ke arah Keira yang masih tak tahu jika Rayn sudah kembali dari rumah sakit hari ini.


Dari raut wajah Nayya, ia terlihat ketakutan, ia takut jika Rayn bisa teringat lagi yang sebenarnya, bahwa dirinya bukanlah Keira melainkan gadis yang sedang tidur di sofa itulah Keira yang sebenarnya, Nayya tidak mau jika suatu saat nanti Rayn sampai kembali dekat dengan Keira, dan akan melupakan dirinya.


"Hei bangun!" Panggil Rayn sambil menepuk-nepuk kaki Keira.


"Rayn jangan, itu aku bisa jelasin dia-"


Telat, Nayya telat menjelaskan karna Keira sudah bangun dari tidurnya. Gadis itu menguap lalu mengucek kedua matanya dan saat nyawanya telah kumpul sepenuhnya Keira tentu saja terlihat begitu kaget melihat sosok Rayn yang berdiri di depannya.


Sontak Keira segera mengubah posisinya menjadi duduk, ia lalu tersenyum pada Rayn. Keira merasa senang karna Rayn sudah kembali pulang ke rumah.


"Wihhh, welcome home bro. Duduk sini, jangan diri terus nanti lo tambah sakit," ujar Keira yang menyuruh Rayn untuk duduk di sofa, sebelahnya.

__ADS_1


Rayn menatap tajam Keira yang masih tersenyum menyambut kepulangan Rayn, melihat ekspresi Rayn yang seperti itu, perlahan membuat senyuman Keira memudar.


"Lo, kenapa?" tanya Keira mengerenyitkan dahinya bingung.


"Harusnya saya yang bertanya, kamu kenapa ada di rumah ini?"


Keira awalnya agak kebingungan namun dia kembali ingat kalau Rayn saat ini sedang hilang ingatan, bahkan pria itu tidak mengenali dirinya sama sekali.


"Ya ... karna ini rumah-"


"Dia yang bantu-bantu disini!" sela Nayya yang membuat Keira menghentikan ucapannya dan menatap Nayya dengan tatapan menuntut penjelasan.


"Iya jadi, dia ini pembantu disini. Maaf ya aku baru jelasin ini ke kamu," kata Nayya lagi dan tak memperdulikan tatapan permintaan penjelasan dari Keira.


"Jadi, kamu beneran pembantu disini?" tanya Rayn pada Keira yang masih kebingungan, atas perubahan statusnya yang mendadak.


"Hah? Siapa? Gue?" tanya Keira menunjuk dirinya sendiri, memastikan kembali bahwa yang daritadi dikira pembantu di rumah ini adalah dirinya.


Keira menatap Nayya yang juga sedang menatap ke arahnya, Nayya menganggukkan kepalanya dan memberikan tatapan memohon pada Keira untuk tidak bilang yang sebenarnya pada Rayn.


"Iya, saya pembantu baru disini. Maaf jika saya lancang dan berbicara kurang sopan," ujar Keira pada akhirnya ia ikut ke dalam alur cerita yang Nayya rangkai. Semua ini Keira lakukan demi Rayn.


Rayn menganggukkan kepalanya dan sudah memaafkan Keira.


"Keira, bisa antar saya ke kamar? Kepapa saya tiba-tiba terasa pusing kembali," pinta Rayn pada Nayya yang masih ia kira adalah Keira.


Nayya tersenyum dan mengangguk, lalu segera menuntun Rayn menuju kamar, meninggalkan Keira yang hanya bisa menatap khawatir punggung Rayn yang kian menjauh bersama dengan Nayya.


"Gk apa-apa deh saat ini Rayn ngiranya gue pembantu, yang penting dia bisa segera sembuh dan ingatannya bisa normal lagi," ucap Keira bermonolog lalu setelahnya Keira memutuskan untuk pergi ke dapur untuk memasak karna sudah hendak masuk jam makan siang.


....

__ADS_1


Tok tok tok


Keira baru saja mengetuk pintu kamar Rayn untuk memberitahukan bahwa menu untuk makan siang sudah siap, tak lama Nayya keluar dari dalam kamar dan menarik tangan Keira agak menjauh dari depan pintu kamar Rayn.


"Kenapa sih lo, pake narik-narik tangan gue?" tanya Keira setelah Nayya melepaskan cengkraman tangannya.


"Inget ya apa yang udah aku bilang ke kamu tentang kondisi Rayn, dia gk boleh sampe tau kalau kamu itu Keira. Aku gk mau dia sampai kenapa-napa kalau dia sampai tau kebenarannya."


Keira menghela napasnya, sebenarnya ini sulit untuknya. Ia sendiri juga tidak tau kenapa merasa bahwa seharusnya ia tidak melakukan hal ini, seharusnya ia tidak berbohong pada Rayn bahwa dia adalah Keira yang sebenarnya. Tapi saat kembali ingat bahwa semua ini demi kesehatan Rayn. Keira menyetujui ucapan Nayya dan ia akan tetap berpura-pura menjadi pembantu di rumah ini.


"Keiraa."


"Iya, kenapa?" tanya Keira refleks dan menolehkan kepalanya saat Rayn memanggil dirinya.


Nayya menatap Keira dengan tatapan tajam, sementara Keira yang di tatap hanya bisa menunjukkan cengiran bersalahnya.


"Maksudnya, iya kenapa tuan? Nyonya Keira nya ada disini." Keira mulai ngeles, hampir saja ia lupa bahwa saat di depan Rayn ia tidak bisa memperkenalkan dirinya sebagai Keira.


Nayya yang tidak mau sampai Keira keceplosan lagi, segera mengalihkan perhatian Rayn.


"Rayn, ini sudah waktunya minum obat. Sebelumnya kita makan dulu yuk," ajak Nayya pada Rayn.


"Mbak juga udah masak buat kita," lanjur Nayya lagi dan segera mengajak Rayn ke ruang makan disusul oleh Keira yang berjalan dibelakang mereka berdua.


"Mau makan sama lauk apa?" tanya Keira yang hendak menyiapkan makanan untuk Rayn. Namun Rayn menolak, ia meminta Nayya yang ia anggap adalah Keira untuk menyiapkan makanan.


Keira akhirnya mengalah dan Nayya yang menggambil alih kegiatan yang terkadang Keira lakukan untuk Rayn, yang memang notabennya adalah suaminya.


"Mbak, maaf bisa kembali ke dapur aja gk? Saya mau makan berdua aja sama Rayn siang ini," ucap Nayya pada Keira yang padahal sudah duduk dan bersiap untuk makan.


Meski kesal namun Keira tetap mengangguk patuh, kemudian dia pamit dan membawa makanannya ke tempat lain, jauh dari meja makan.

__ADS_1


"Bisa-bisanya mau makan aja harus ngungsi dulu," dumel Keira yang kemudian mulai menyantap makanannya seorang diri.


Di dalam hati Keira masih berharap Rayn bisa kembali mengingat dirinya lagi, Keira menyadari bahwa dia merindukan Rayn yang biasanya selalu menatap dia dengan tatapan hangat bukan tatapan tajam seperti sekarang ini.


__ADS_2