Without You

Without You
[S2] Jerman dan cerita di dalamnya


__ADS_3

Suasana Kota Jerman pagi ini sedang menggalami musim dingin, semua orang harus menggunakan jaket tebal agar bisa melindungi diri mereka dari suhu udara yang sangat dingin.


"Rei, ini Mamah udah buatin kamu coklat hangat sama camilan, di makan ya sayang."


Reilla hanya mengangguk singkat menanggapi perkataan Syabil yang rupanya sudah menghidangkan coklat hangat kesukaannya dan juga camilan untuk dirinya.


"Kamu kenapa? Hmm?" Tanya Syabil saat Reilla sudah duduk di dekatnya.


Reilla mengelengkan kepala dan mengatakan bahwa ia tidak apa-apa, tapi Syabil tau bagaimana perasaan Reilla saat ini. Gadis itu semenjak ikut pindah ke Jerman dengannya tiga tahun lalu membuat gadis itu terlihat murung, itu semua karna Reilla tidak menerima kenyataan bahwa Ummahnya selama ini masih hidup.


Reilla marah, ia kesal, dan terluka dengan kenyataan yang ia hadapi. Sejak kecil yang Reilla tahu adalah Ummahnya sudah tiada, membuat Reilla merasa berbeda dari teman-temannya yang lain, ia bahkan pernah sampai demam hanya karna merindukan Ummahnya.


Tapi nyatanya Ummah yang ia rindukan itu masih hidup dan belum tiada, Ummahnya datang tiba-tiba di hadapan Reilla dan bilang bahwa ia selama ini masih hidup.


Reilla tentu saja merasa senang, namun rasa kekecewaannya pada Vidya sudah terlalu dalam. Merasa di khianati oleh Ummahnya sendiri membuat Reilla memberontak enggan menerima semuanya, akhirnya gadis itu memutuskan untuk pergi ke Jerman dan menetap di sana bersama dengan Syabil.


Awalnya tentu saja Arya menolak dengan keras bahkan Arya yang biasanya lembut pun menjadi marah dengan Reilla karna keputusannya yang ingin tinggal dengan Syabil di Jerman, Reilla tidak perduli ia tetap ikut pergi bersama dengan Syabil.


"Lagi inget Ayah ya?" Tebak Syabil membuat Reilla mendengus sebal mendengarnya.


Syabil tersenyum lalu merangkul Reilla, ia mengelus kepala Reilla dengan sayang berusaha menenangkan emosi Reilla yang meluap.


"Kenapa bukan Mamah aja yang nikah sama Ayah? Kenapa malah perempuan jahat itu?" Tanya Reilla dengan nada kesal yang begitu ketara.


"Rei gk boleh gitu dong sayang, Mamah gk menikah dengan Ayah kamu itu adalah keputusan yang sudah Mamah ambil. Mamah tau Ayah kamu hanya cinta sama Ummah kamu saja, jadi percuma jika Mamah harus menikah dengan Ayah kamu tapi Ayah kamu malah merasa tersiksa hidup dengan Mamah nantinya."


Reilla menghela nafasnya dengan kasar, ia mencebikkan bibirnya mendengar perkataan Syabil barusan.


"Seharusnya kamu gk bersikap kaya gini sayang, mau bagaimanapun perempuan jahat yang kamu bilang itu adalah Ummah kandung kamu. Dia yang sudah melahirkanmu, berjuang antara hidup dan mati. Dia mempertaruhkan nyawanya hanya untuk kamu, dia juga pasti sangat menyayangi dirimu," jelas Syabil mencoba memberikan pengertian pada Reilla bahwa apa yang ia lakukan adalah salah.


"Kalau dia sayang sama Rei, kenapa dia bohongin Rei? Kemana aja dia selama ini? Kenapa dia pergi dan buat Rei menderita?!" Tanya Reilla yang matanya sudah berkaca-kaca, wajahnya merah padam, tangannya juga terkepal kuat menahan amarah.


Syabil menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan, ia harus sabar menghadapi Reilla yang masih belia dan wajar saja jika Reilla sangat emosional saat ini. Syabil mengusap kepala Reilla lembut, berusaha menenangkan Reilla kembali.


"Gini ya sayang, mungkin aja Ummah kamu punya alasan kenapa dia ngejauh dari kamu selama ini. Seorang Ibu gk akan mungkin ninggalin anaknya gitu aja, apalagi Ummah kamu. Walaupun Mamah gk terlalu dekat dengan Ummah kamu, tapi Mamah merasa kalau Ummah kamu itu orang yang baik dan sabar. Jadi rasanya gk mungkin Ummah kamu ninggalin kamu gitu aja tanpa alasan yang jelas."

__ADS_1


Reilla diam mendengar perkataan Syabil yang ada benarnya juga, dalam hati Reilla mulai merasa apa yang Syabil katakan itu ada benarnya namun ego Reilla sepertinya terlalu besar hingga ia pun memutuskan untuk tidak terlalu memperdulikan ucapan Syabil barusan, bagi Reilla Ummahnya itu tetap bersalah karna sudah meninggalkan dirinya selama ini.


"Rei gk bisa Mah, Rei masih gk bisa nerima semua kenyataan ini. Rei masih perlu waktu," ujar Reilla lalu menundukkan kepalanya.


Syabil tersenyum ia lalu mencium puncak kepala Reilla dengan sayang, Reilla sudah ia anggap seperti putrinya sendiri sejak dulu jadi Syabil bisa tau bagaimana perasaan Reilla saat ini.


"Kalau gitu di minum dulu coklat hangatnya, udara di luar lagi dingin banget soalnya lumayan buat ngangetin badan kamu."


Reilla mengangguk, lalu menggambil coklat panasnya dan menyesapnya pelan.


"Gimana? Enak kan?" Tanya Syabil meminta pendapat Reilla.


"Enak! Enak banget! Mamah emang yang terbaik."


Syabil tersenyum melihat Reilla yang sudah kembali tersenyum begitu ceria saat ini.


Ting!


Perhatian Reilla teralihkan saat ia melihat ponselnya menyalah pertanda ada notifikasi yang masuk, Reilla pun meletakkan kembali gelas coklat hangatnya di atas meja dan beralih menggambil gawainya.


Reilla melihat rekomendasi beberapa teman yang katanya mungkin Reilla kenal, Reilla iseng melihat-lihat. Lalu tatapan Reilla membulat saat ia melihat sebuah akun instagram dengan nama yang ia kenal.


Langsung saja Reilla segera menekannya untuk melihat-lihat lebih dulu apakah orang itu adalah orang yang Reilla kenal atau tidak, mata Reilla membulat saat menyadari bahwa akun yang ia sedang stalking saat ini adalah akun orang yang sama dengan yang Reilla rindukan selama ini.


"Ternyata Kak Aksa makin ganteng aja," ucap Reilla pelan sambil mengulum senyumannya.


"Kenapa kamu senyum-senyum gitu? Hayo liat apaan tuh."


Reilla tersentak kaget, ponsel yang ia pegang sampai jatuh dan untung saja tidak sampai jatuh ke lantai tapi jatuh ke pangkuan Reilla.


"Eh? Ng ... nggak kok tadi Rei lihat postingan lucu. Ja ... jadi senyum-senyum sendiri deh," ucap Reilla dengan terbata-bata dan berusaha meyakinkan Syabil agar tidak curiga.


Syabil masih memasang senyuman mengodanya, namun selanjutnya Syabil justru malah tertawa.


"Muka kamu kenapa tegang banget gitu sih? Udah biasa aja sayang haha, kalau gitu Mamah mau ke kamar dulu ya nak," ucap Syabil lalu bangkit dan pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Reilla menghela nafasnya, akhirnya kekhawatirannya tidak terjadi. Ia kira Syabil akan mengoda dan mengintrogasinya tapi syukurlah Syabil tidak membahasnya lebih lanjut.


Reilla pun kembali menggambil gawainya yang tadi tidak sengaja terjatuh.


"Astaga! Eh? Eh? Kok gini sih? Kok ... kok bisa?!" Pekik Reilla dengan begitu hebohnya.


Bagaimana tidak heboh, Reilla baru saja tidak sengaja menekan like pada postingan Aksara yang sedaritadi sedang ia stalking.


"Tamatlah riwayat mu Rei!" Umpat Reilla yang kemudian menundukkan kepalanya, ia tidak tau kenapa ia jadi deg-deg an bahkan panas dingin begini hanya karna tidak sengaja meng-like postingan Aksara di instagram.


.........


Ting!


@ReAlSyauqi like your photo.


Aksara mengerenyitkan dahinya dalam saat melihat notifikasi masuk ke dalam gawainya, karna penasaran Aksara pun berusaha mencari tau akun instagram milik siapa yang telah meng-like postingannya itu.


Tangan Aksara bergerak mengscroll akun istagram milik @ReAlSyauqi itu.


Mata Arya bergerak mengamati postingan di akun instagram tersebut, hanya ada postingan pemandangan dan postingan lukisan-lukisan dengan caption yang rata-rata berisikan kata-kata motivasi.


"Siapa sih ini?" Tanya Arya yang masih penasaran, akhirnya ia terus mengscroll sampai bawah dan ia menemukan sebuah foto namun foto itu justru tidak menampilkan dengan jelas wajah dari pemilik akun @ReAlSyauqi itu, yang Aksara lihat hanya ada foto seorang gadis berhijab sambil membelakangi kamera.


"Apa faedahnya coba foto tapi ngebelakangin kamera? Gk jelas banget asli," ujar Aksara yang lalu baru menyadari kenapa dia bisa sejulid ini.


"Aish, kenapa gua jadi kepo gini sih? Kenal juga nggak, udah ah bodo amat!" Ujar Aksara yang entah mengapa jadi merasa kesal sendiri dan berusaha melupakan hal itu.


Lain halnya dengan Reilla yang masih uring-uringan karna tidak sengaja telah meng-like akun instagram milik Aksara. Kalau sudah begitu, Reilla bisa berbuat apa? Dia sudah sangat malu, apalagi jika Aksara tau kalau dirinya yang telah meng-like postingan Aksara.


Tiga tahun tinggal di Jerman tidak bisa membuat Reilla melupakan sosok Aksara begitu saja, laki-laki yang sudah Reilla kagumi sejak dirinya masih kecil. Walaupun Reilla tau jika Aksara sangat tidak menyukai dirinya, entah karna apa alasannya sampai detik ini Reilla pun tak tau.


Tapi perasaan di hati Reilla menghangat saat ia menscroll kembali instagram Aksara, di sana ada foto-foto Aksara entah itu sedang candid ataupun sedang sendiri menghadap kamera. Tapi anehnya di setiap postingan Aksara, ekspresi yang pria itu tunjukkan selalu sama yaitu datar tanpa senyuman.


"Masih aja cuek ternyata anaknya," cibir Reilla lalu terkekeh dan kembali menscroll instagram Aksara tak lupa juga ia meng screenshot nya untuk ia simpan di galeri sebagai obat rindunya pada sosok Aksara yang kini berada jauh darinya, Reilla berharap dalam hati suatu saat nanti semoga ia bisa di pertemukan kembali dengan Aksara, ia sangat menanti hari itu tiba.

__ADS_1


__ADS_2