
Rayn mengerjapkan matanya, akhirnya pria itu sadarkan diri juga setelah sebelumnya seharian ini pingsan.
"A ... air ... a ... air," ucap Rayn dengan suara parau meminta untuk di ambilkan air.
Seseorang yang sedaritadi di sampingnya pun ikut terbangun mendengar suara Rayn barusan.
"Akhirnya kamu sadar juga, sebentar aku ambilkan air dulu buat kamu," ucap orang tersebut lalu kembali lagi membawa sendok dan air mineral lalu memberikan air itu dengan sendok pada Rayn.
"Syukurlah kamu udah sadarkan diri," ucap orang tersebut yang begitu bahagia melihat Rayn sadar.
"Kei ... Keira ... " panggil Rayn yang membuat orang tersebut mengerenyitkan dahi bingung.
"Keira? Kamu salah Aku ini Nayya, bukannya Keira," jawab orang tersebut yang tak lain adalah Nayya namun Rayn malah memanggilnya dengan nama Keira bukannya Nayya.
"Gk usah bercanda Kei, saya mana lupa sama kamu," ucap Rayn yang masih menggap Nayya adalah Keira.
"Sebentar, aku mau panggil dokter dulu," ujar Nayya lalu ke luar dari ruangan untuk mencari dokter lalu saat sudah menemukannya Nayya mengajak dokter tersebut untuk memeriksa keadaan Rayn yang jadi aneh setelah bangun.
Dokter mengecek keadaan Rayn, lalu setelahnya dia menghela nafas kemudian mengajak Nayya untuk berbicara dengannya berdua saja.
"Saat ini ingatan Rayn agak kacau, dia hanya mengingat nama orang yang penting baginya tanpa ingat dengan jelas wajah orang tersebut, makannya kenapa tadi dia memanggil dirimu dengan sebutan nama orang lain mungkin nama orang itu memang melekat dihatinya dan ketika membuka mata yang dilihat dia adalah kamu jadi dia memanggil kamu dengan nama orang lain yang mungkin penting baginya."
Nayya terdiam mendengar penjelasan dokter barusan, ia tidak percaya akan hal ini. Secara tidak langsung berarti Keira adalah orang yang penting bagi Rayn lalu dirinya? Apakah dia di mata Rayn juga berharga atau malah sebaliknya?
Setelah penjelasan lebih rinci terkait kondisi Rayn, Nayya sudah boleh diizinkan pergi. Akhirnya ia pun pergi dan kembali ke ruangan tempat dimana Rayn berada.
"Maaf Keira sudah membuat kamu khawatir," ucap Rayn saat Nayya sudah kembali duduk di samping ranjang Rayn.
__ADS_1
Nayya hanya tersenyum, namun jujur hatinya terasa begitu sakit tatkala Rayn memanggil dirinya dengan nama orang lain yang artinya bahwa dirinya memang tak dikenali oleh Rayn.
"Rayn, kamu kenal Nayya?" Tanya Nayya berusaha mematahkan persepsinya bahwa Rayn tidak mengingatnya.
"Nayya siapa? Teman kamu?" Tanya Rayn membuat fikiran positif Nayya luruh seketika, ternyata Nayya sadar bahwa Rayn memang tak mengingat dirinya. Haruskah Nayya senang karna Rayn bersikap baik dan manis kepadanya atau harus sedih karna Rayn memanggilnya dengan nama orang lain bukan dengan namanya yang sebenarnya.
......
Saat pagi hari Keira bangun dari tidur, lalu melaksanakan salat Subuh, Keira mendapatkan telepon dari salah satu suster di rumah sakit yang mengabarkan bahwa Rayn sudah sadar.
Keira sangat senang sekali mendengar kabar itu, ia langsung sujud syukur setelah mendengar kabar bahwa Rayn sudah siuman.
Suster juga meminta Keira untuk datang ke rumah sakit pagi ini untuk menemani Rayn karna katanya Nayya tak ada di rumah sakit, sepertinya gadis itu sedang ada urusan yang mendesak namun kenapa Nayya tidak memberitahunya bahwa dia akan pergi? Kalau begitukan Keira bisa datang untuk menggantikan dirinya menjaga Rayn.
Keira sebeluk berangkat ke rumah sakit, ia membuatkan sarapan sehat untuk dirinya dan juga Rayn. Pria itu pasti bosan makan, makanan rumah sakit itu jadi Keira berinisiatif membuatkan bubur ayam dan sayur bening bayam untuk Rayn serta buah-buahan agar kondisi Rayn cepat pulih.
"Oke sudah beres semua, saatnya berangkat!" Seru Keira lalu segera membuka ponsel dan memesan taksi online tak menunggu waktu lama taksi yang dipesan oleh Keira datang dan sial mengantarnya ke rumah sakit.
....
Keira berjalan di koridor rumah sakit dengan senyuman yang terus merekah di wajahnya, ia menyapa para suster, pasien dan dokter setiap kali ia berpapasan dengan mereka.
Mood Keira pagi ini sedang senang sekali, gadis itu melangkah riang menuju ke tempat dimana Rayn di rawat. Keira sudah menebak bahwa Rayn akan sangat terkejut ketika melihat kedatangannya terlebih lagi dengan makanan yang ia bawakan khusus untuk Rayn.
Cklek
"Assalamualaikum Rayn!" Sapa Keira dengan riang lalu ia menutup kembali pintu ruangan dan berjalan menghampiri ranjang Rayn.
__ADS_1
"Yah masih tidur dia," ucap Keira lalu ia kemudian memilih untuk menunggu Rayn bangun daripada harus membangunkan pria itu yang masih tidur.
Keira agak bosan menunggu, jadi dia menutuskan untuk membuka ponselnya lalu ide isengnya muncul ia mengeluarkan ponsel lalu memotret wajah Rayn yang sedang tertidur yang menurut Keira terlihat begitu Lucu.
Foto itu akan Keira tunjukkan pada Rayn nanti, dan sekaligus Keira juga ingin melihat bagaimana reaksi Rayn nanti saat melihat foto wajahnya sendiri.
"Pftt ... pasti dia bakalan ngambek sih terus minta apus fotonya haha," ucap Keira membayangkan reaksi Rayn nanti.
Saat Keira sedang sibuk dengan ponselnya ia tidak menyadari bahwa Rayn baru saja bangun dari tidurnya.
Pria itu mengerjapkan mata lalu mengerenyitkan dahi tatkala melihat sosok Keira yang kini tak ia kenali.
"Siapa kamu?!" Teriak Rayn membuat Keira kaget bahkan ponsel ditangannya hampir saja jatuh.
"Ck, bisa gk sih lo gk usah ngagetin gitu? Ponsel gue hampir jatuh tuh tadi!" Omel Keira membuat Rayn mengerjapkan mata kebingungan kenapa perempuan yang tak ia kenali ini malah marah-marah kepadanya.
"Akhirnya lo siuman juga, ah iya btw gue bawain makanan buat sarapan lo. Menunya di jamin bisa bikin lo cepet sehat, gue juga bawa bekel buat gue sendiri hehe biar nanti kalau lo makan gue gk diem-diem aja, ikut makan juga gitu."
Rayn bingung mendengar celotehan wanita asing itu, yang menurut penilaian Rayn terlalu cerewet.
"Kamu bisa diam tidak?! Saya pusing dengerin celotehan gk guna kamu ini," omel Rayn yang membuat Keira menghentikan ucapannya.
"Lo kenapa sih? Kok dari abis bangun tadi lo marah-marahin gue? Gk lucu tau," omel Keira membuat Rayn mendengus lalu menatap sinis pada gadis itu.
"Siapa yang lagi coba ngelucu? Saya gk lagi mau ngelucu kok, sekali lagi saya tanya anda ini siapa Nona? Kenapa ada di ruangan saya?" Tanya Rayn membuat Keira terkejut bukan main mendengarnya.
"Lo ... lo beneran gk kenal gue?" Tanya Keira sambil menunjuk dirinya sendiri dan berharap bahwa kini Rayn sedang melucu dan mengerjainya namun raut wajah Rayn yang seolah acuh pada Keira membuat Keira sadar bahwa Rayn benar-benar tak kenal dengan dirinya.
__ADS_1