
Vidya menatap nanar ke arah Arya yang kini tak sadarkan diri, Vidya menangis kencang melihat kondisi suaminya yang begitu memperhatinkan dan mengiris hatinya.
Vidya mengenggam erat tangan Arya, ia mengecupnya berulang kali. Vidya terus memanggil nama Arya, untuk segera sadar karna ia sangat mengkhawatirkan kondisi Arya.
"Arya ... hiks ... bangunlah," bisik Vidya tepat di telinga Arya namun sayang Arya masih setia memejamkan matanya.
Tangan Vidya terulur mengusap lembut kepala Arya, kondisi Arya saat ini menggalami koma. Sudah hampir seminggu Arya di rawat di rumah sakit dan selama itu pula Arya tetap tak sadarkan diri.
Vidya kembali menangis, meratapi keadaan suaminya yang menggalami koma dan juga kondisi putranya yang sampai saat ini masih dalam pencariaan karna para penculik itu berhasil membawa Gama pergi lagi.
Vidya sekarang hanya bisa pasrah pada Allah, ia juga senantiasa berdoa agar Allah menyelamatkan putranya dan juga suaminya ini.
Cklek
"Ummah, makan dulu ya," ucap Reilla yang baru saja datang dengan plastik berisi makanan di tangannya.
Vidya mengelengkan kepalanya, ia masih terisak di tempat. Reilla menghela nafasnya, menatap perihatin pada Ummah nya yang selalu di rundung kesedihan.
"Ummah, makan dulu ya. Kalau gk makan nanti Ummah bisa jatuh sakit, Rei gk mau Ummah jatuh sakit," ucap Reilla sambil mengusap lembut punggung Vidya.
Vidya menolehkan kepalanya pada Reilla, tangannya beralih mengenggam tangan Reilla. Ia tersenyum pada putri sulungnya itu, selama seminggu ini hanya Reilla lah yang selalu menguatkan Vidya. Putrinya itu sudah sangat perhatian pada Vidya bahkan Reilla rela bolak-balik dari kampus ke rumah sakit hanya untuk bergantian dengan Vidya dalam menjaga Arya.
"Rei suapin ya Ummah," kata Reilla sambil tersenyum senang saat Vidya menganggukkan kepalanya.
Dengan telaten, Reilla mulai menyuapi Vidya. Walaupun Vidya hanya makan sedikit tapi setidaknya perutnya Vidya dapat terisi oleh makanan.
"Kapan Ayah kamu akan bangun Rei," gumam Vidya yang masih bisa di dengar oleh Reilla.
"Ummah yang tabah ya, Ayah pasti akan segera sadar kembali."
Vidya menghela nafasnya, semua ini terasa begitu menyesakkan dada. Namun Vidya berusaha pasrah dan bersabar, menyerahkan semua ini hanya kepada Allah Yang Maha memberikan jalan yang terbaik untuk setiap hamba-hamba Nya.
[]
Di lain sisi pencarian terhadap Gama terus di lakukan, namun belum ada kabar yang pasti tentang keberadaan dari putra bungsunya Arya dan Vidya itu.
Meskipun begitu, para polisi terus menyelidikinya dan terus mencari keberadaan Gama yang di nyatakan hilang karna di bawa pergi oleh para komplotan penculik itu.
Reilla menghela nafas pelan, ia baru saja mendapatkan kabar bahwa keberadaan adiknya sudah bisa terlacak. Reilla bersyukur dan berdoa agar Gama bisa segera ketemu, ia kasihan melihat Ummahnya yang terus merasa sedih.
"Reilla."
Panggilan itu membuat Reilla menggalihkan tatapannya, rupanya sudah ada Keanu yang baru saja datang ke rumah sakit dan sedang berjalan menghampiri Reilla.
__ADS_1
"Gimana? Udah ada kabar dari Gama?" Tanya Keanu menatap lekat Reilla yang sedang menundukkan kepalanya.
"Belum Kean," jawab Reilla dengan tatapan sendunya.
Rasanya Keanu ingin sekali membawa gadis itu ke dalam dekapannya dan menenangkannya, tapi Keanu tau jika ia melakukan hal itu pada Reilla, Reilla pasti akan sangat membencinya. Tapi melihat Reilla bersedih membuat hati Keanu juga ikut di rundung ke sedihan, gadis itu sedang menggalami cobaan yang begitu berat. Adiknya hilang dan Ayahnya menggalami koma, Keanu tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya ada di posisi Reilla. Tapi gadis itu tetap kuat dengan senyumannya yang saat ini masih saja terukir di bibir ranumnya, Keanu tau Reilla adalah gadis yang kuat.
"Assalamu'alaikum semua!"
Baik Keanu mau pun Reilla, sama-sama menolehkan kepala mereka ke arah orang yang baru saja mengucapkan salam tadi.
"Wa'alaikumussalam," jawab Reilla dan Keanu secara bersamaan.
"Ciee jawab salamnya kok barengan gitu ciee," goda orang tersebut lagi membuat Keanu mencibir sebal.
"Kae turut prihatin ya Rei, semoga Rei kuat menghadapi ini semua," ucap orang tersebut yang bernama Kayla atau yang biasa di sebut Kae oleh orang-orang terdekatnya.
"Makasih ya Kae," ujar Reilla lagi sambil tersenyum pada Kayla.
Kayla menganggukkan kepalanya, ia mengusap lembut punggung Reilla. Berusaha menenangkan sahabatnya itu.
"Aku kira Kean tadi datang ke sini sendiri," kata Reilla lagi.
"Tadinya emang mau sendiri, tapi dianya tuh yang ikut-ikut," ucap Keanu sambil melirik ke arah Kayla yang mendengus sebal.
Reilla mengelengkan kepalanya, tak habis fikir dengan tingkah Kayla dan Keanu. Mereka berdua adalah anak kembar, tapi sifat mereka berbeda jauh dan selalu saja bertengkar. Tapi Reilla merasa senang berteman dengan Keanu ataupun dengan Kayla, karna keduanya sudah begitu baik pada Reilla selama ini.
"Assalamu'alaikum."
Adu mulut antara Kayla dan Keanu pun terhenti oleh kedatangan Siren ke rumah sakit.
"Wa'alaikumussalam Tante Siren," jawab Reilla dan di susul oleh Keanu juga Kayla.
Keanu kembali memasang wajah datarnya saat melihat sosok Aksara yang berdiri di belakang Siren, Aksara sendiri tampak diam sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku hoodie yang ia kenakan.
"Ummah kamu ada Rei?" Tanya Siren.
"Iya ada di dalam ruangan Ayah, Tan," jawab Reilla.
"Ya sudah kalau gitu Tante ke dalam dulu ya, Aksa kamu tunggu di sini aja ya," ucap Siren sebelum akhirnya melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tempat Arya di rawat saat ini.
Suasana berubah menjadi akward karna kedatangan Aksara, pria itu hanya diam saja sedaritadi dan tatapannya juga terlihat mengintimidasi.
"Kok jadi diem gini sih?" Celetuk Kayla yang membuat Keanu menghela nafasnya jengah.
__ADS_1
"Eh? I ... iya kok gini sih?" Tanya Reilla yang juga menyadari kecangunggan di antara mereka berempat.
"Ini buat lo," ucap Aksara tiba-tiba sambil menyerahkan paper bag pada Reilla.
Reilla mengerenyitkan dahinya bingung menatap paper bag yang baru saja Aksara sodorkan untuknya.
"Apa ini Kak?" Tanya Reilla sambil menautkan alisnya.
Aksara terlihat berdecak sebentar, dan menatap ke arah Reilla yang nampak bingung.
"Ambil, ini dari Bunda gue. Dia nyuruh gue buat ngasih ini ke lo," kata Aksara lagi di iringi dengan decakkannya.
Reilla pun menganggukkan kepalanya, ia tetap menggambil uluran paper bag tersebut dari Aksara dan tak lupa juga Reilla mengucapkan kata terimakasih pada Aksara.
Keanu mengertakkan giginya, ia mendadak merasa panas melihat tingkah Aksara dan Reilla. Kayla yang sadar jika saudara kembarnya itu sedang di rundung cemburu pun hanya bisa menghela nafasnya saja.
Kayla tau Keanu pasti tidak suka melihat tingkah Aksara dan Reilla, apalagi saat Reilla tersenyum sambil mengucapkan terimakasih. Keanu pasti terluka, pada akhirnya Keanu pun pergi begitu saja menjauh dari Kayla, Reilla, dan juga Aksara.
Kayla hanya bisa menatap nanar punggung Keanu yang mulai menjauh.
"Gue pergi dulu," ucap Aksara lalu ikut berlalu dari hadapan Kayla dan Reilla.
"Mereka berdua kenapa sih?" Tanya Reilla yang bingung melihat tingkah Aksara dan juga Keanu yang pergi tiba-tiba.
Sementara itu di lain sisi, saat ini Aksara sedang menghampiri Keanu yang sedang meneguk minuman dan duduk di kantin rumah sakit.
"Kenapa lo pergi?" Tanya Aksara yang sedang membuka botol minuman dinginnya.
Keanu berdecak berusaha tak menghiraukan pertanyaan Aksara, ia lebih memilih kembali meneguk minuman soda yang tadi ia beli.
"Bukan urusan lo," balas Keanu dengan nada tak sukanya pada Aksara.
Aksara tersenyum miring, ia meletakkan tangannya di depan dada menatap ke arah Keanu yang masih enggan menatapnya.
"Lo cemburu gue deket sama Reilla?" Tanya Aksara yang sebenarnya tepat sasaran.
"Lo gk suka kalau gue deket Reilla? Gue tau lo cemburu, karna emang itu tujuan gue buat deketin Reilla supaya lo cemburu," ucap Aksara lagi sambil terkekeh mengejek.
"Bacot!" Umpat Keanu yang sudah berdiri dan mencengkram baju Aksara.
"Kalem bro, gk usah ngegas," ucap Aksara yang masih tersenyum miring.
Keanu menghempaskan Aksara begitu saja, ia sadar karna saat ini dirinya sedang ada di rumah sakit jika tidak ia bisa saja memukul wajah Aksara tadi, tapi Keanu enggan memicu keributan, akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan kantin dan juga Aksara yang sedang tersenyum miring menatap kepergian Keanu. Ada alasan tersendiri bagi Aksara kenapa ia melakukan ini semua pada Keanu, dan ia merasa senang jika melihat Keanu terluka seperti itu.
__ADS_1