Without You

Without You
Stuck With You (Gama Story)


__ADS_3

"Sarapan dulu Rayn, sebentar lagi sampai di bandara," ucap Keira yang sibuk membukakan kotak bekal untuk Rayn yang masih asyik mengendong Hana.


Rayn, Keira, dan Hana saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke bandara untuk mengantar kepergian Rayn yang akan pergi ke Rusia pada pagi hari ini.


"Ayo dimakan dulu nih," kata Keira lagi sambil menyerahkan kotak bekal yang ia bawa pada Rayn.


"Hana sayang ikut Umi dulu ya nak, Papahnya mau sarapan dulu," ucap Keira yang hendak menggambil alih Hana. Namun saat Hana hendak digendong oleh Keira, bayi mungil itu malah menangis pada akhirnya Rayn membiarkan Hana tetap ada digendongannya.


"Terus sarapannya gimana?" Tanya Keira yang menatap kotak bekal yang sudah ia siapkan.


"Suapin saya," titah Rayn membuat Keira membulatkan matanya.


"Suapin? Siapa? Gue nyuapin lo makan?" Tanya Keira sambil menunjuk dirinya dan menunjuk ke arah Rayn secara bergantian.


"Iya, suapin saya makan," jawab Rayn membuat wajah Keira memerah namun tetap patuh pada perintah Rayn untuk menyuapi pria itu makan, karna Keira gk mau jadi istri durhaka.


"Buka mulut lo," kata Keira memerintah Rayn untuk membuka mulutnya. Rayn menurut dengan membuka mulutnya dan menerima suapan dari Keira dengan suka rela.


"Enak banget," kata Rayn singkat namun dapat membuat Keira salah tingkah.


"Duh romantis sekali ya kalian, dulu waktu saya dan istri saya masih muda juga seromantisnya sama kaya kalian," kata sang supir taksi yang duduk di kursi kemudi.


Keira dan Rayn hanya bisa saling tatap namun bisa terlihat bahwa keduanya saat ini sedang malu-malu kambing habis di bilang pasangan romantis oleh si Bapak taksi.


"Ayahnya ganteng, Ibunya cantik, ya sudah kombinasi yang pas anaknya juga ikut cantik sekali. Kalau kata anak muda sekarang mah bibit unggul," ucap Bapak taksi lagi.


Keira yang mendengar itu hanya bisa tersenyum, agak lucu juga si Bapak ini yang gaul dengan perkembangan zaman.


"Si Bapak gaul juga ya," kata Keira membuat si Bapak taksi tertawa.


"Ini mba sama mas nya kalau boleh tau mau ke bandra tuh mau liburan sekeluarga ya?"


"Oh nggak Pak, ke bandara mau anter suami saya yang mau tugas ke Rusia," kata Keira memberitahukan tujuan mereka ke Bandara.


"Owalah gitu toh, wah bakalan LDSR dong ya Mbak sama si Mas nya."


"Apa itu LDSR pak?" Tanya Keira bingung sendiri sambil terus menyuapi Rayn.


"Lelah Di Siksa Rindu mbak hehe," jawab si Bapak sambil terkekeh di akhir kalimatnya.


Keira mendengar hal itu ikut tertawa juga, ada-ada saja tingkah si Bapak ini.

__ADS_1


"Mbak mau denger tebak-tebakkan gk?" Tanya si Bapak taksi yang berniat kembali untuk mengajak ngobrol ditengah kemacetan yang melanda.


"Boleh Pak," sahut Keira sambil memberikan suapan terakhir untuk Rayn.


"Kenapa di Indonesia selalu ada pertanyaan kapan nikah?" Tanya si Bapak taksi memulai tebak-tebakkannya.


"Karna jomblo," celetuk Rayn membuat Keira terkekeh mendengar jawaban Rayn namun dengan mukanya yang begitu serius.


"Salah Mas ganteng," sahut sang Bapak taksi.


Keira pun mulai berfikir dan menjawab namun berkali-kali juga ia salah akhirnya Keira menyerah.


"Nyerah deh Pak, jawabannya apa?"


"Karna Indonesia itu negara Marrytime eak xixixi ngakak abiezz," ucap si Bapak taksi membuat Keira menyemburkan tawanya hingga perutnya terasa kram karna tertawa mendengar jokes bapak-bapak yang dilontarkan oleh si Bapak taksi.


Sementara Rayn? Pria itu yang tak paham letak lucu dan logisnya dimana hanya bisa diam sambil memangku Hana yang terlelap dan memasang ekspresi wajah bingung melihat sang istri sudah tertawa begitu juga Bapak taksi.


"Lucu banget pak! Ayo lanjut pak jokesnya," pinta Keira yang jadi ketagihan mendengar jokes si Bapak taksi.


"Kei saya belum minum habis makan tadi," kata Rayn membuat Keira berdehem kemudian memasang cengirannya namun dengan sigap ia menggambil botol minum dari dalam tas dan memberikannya pada Rayn.


"Nih, sorry ya gue lupa hehe," ucap Keira dengan cengiran bersalahnya dan di balas anggukkan oleh Rayn.


"Sayur tomat? Eh tomat buah atau sayur sih?" Tanya Keira pada Rayn.


"Itu buah," jawab Rayn membuat Keira ber 'oh' ria.


"Gk tau Pak saya nyerah, lo tau gk?"


"Sayur bayam," jawab Rayn setelah ditanya oleh Keira.


"Wahh! Ajib tenan, bener Mas ganteng jawabannya sayur bayam. Wah si Masnya sudah ganteng pintar pula xixixi ngakak abiezz," kata si Bapak taksi dengan hebohnya saat mendengar jawaban Rayn benar.


"Loh? Kenapa kok bisa bayam jawabannya?" Tanya Keira masih merasa bingung sendiri.


"Iya, soalnya terbayam-bayam wajahmu," ucap Rayn dengan wajah datar khas andalannya.


Keira terkekeh mendengarnya, ternyata Rayn bukan hanya pintar dan ganteng tapi dia juga bisa jokes bapak-bapak. Benar-benar multitalenta.


Kemudian tak lama setelah itu mobil taksi pun sampai di bandara, Keira memberikan ongkos lebih untuk Bapak taksi yang sudah berdedikasi membuat perjalanan ke bandara hari ini tak membosankan.

__ADS_1


Setelah menurunkan koper dari bagasi Keira, Rayn, dan Hana yang ada masih tertidur dalam gendongan Rayn berjalan masuk ke dalam bandara.


Jadwal keberangkatan pesawat yang akan Rayn naiki masih lumayan lama, mereka datang ternyata diluar perkiraan. Keira kira mereka sudah telat taunya masih lumayan lama.


"Akhirnya kamu sampai juga," ucap Mamah Rayn yang tenyata sudah menunggu di bandara.


"Iya," sahut Rayn singkat sekali.


"Mamah mau bicara berdua dengan kamu dulu," kata Mamah Rayn lagi. Rayn pun patuh lalu memberikan Hana pada Keira untuk gantian mengendongnya.


Setelahnya Rayn berjalan mengikuti langkah Mamahnya yang sudah lebih dulu berjalan.


"Nanti setelah sampai di sana, kamu akan dijemput oleh seseorang bernama Alex di bandara. Dia yang akan mengantar kamu dan mengarahkan serta menjelaskan semuanya," jelas Mamah Rayn. Rayn mengangukkan kepalanya mengerti.


"Kenapa anak itu masih ada bersama kamu dan Keira?" Tanya Mamah Rayn membahas perihal kenapa Hana masih tinggal bersama dirinya dan Keira.


"Kami memutuskan untuk mengangkat Hana menjadi anak kami Mah," jelas Rayn kepada Mamahnya namun sepertinya raut wajah Mamah Rayn terlihat tak suka.


"Jangan gegabah Rayn, kamu tau suatu saat nantiĀ  anak itu pasti akan membawa malapetaka untuk kalian! Dia itu anak dari orang tuanya yang sudah kamu bunuh, jangan lupa itu Rayn! Ingat pembunuh bayaran tak pernah melibatkan perasaan dalam hidupnya itu hanya akan menambah beban," omel Mamah Rayn yang sangat mencekam kehadiran Hana diantara Rayn dan Keira.


"Dia masih kecil, tidak mungkin mencelakakan saya dan Keira. Anda tidak perlu merasa khawatir, urusan bagaimana nanti kedepannya biar saya yang tanggung," ucap Rayn dengan penuh keberanian dalam kata-katanya.


Mamah Rayn menyungingkan senyuman meremehkan mendengar perkataan Rayn barusan.


"Kita lihat saja nanti," kata Mamah Rayn sebelum akhirnya suara pemberitahuan bahwa pesawat yang akan Rayn naiki sudah siap untuk berangkat dan pada pengunjung diminta untuk bersiap-siap termasuk Rayn.


Rayn meninggalkan Mamahnya begitu saja dan datang menghampiri Keira yang masih bersama Hana, rupanya bayi mungil itu sudah bangun dari tidurnya.


"Keira, saya berangkat dulu. Kalian hati-hati disini, jaga kesehatan ya. Tunggu aku, aku pasti akan pulang dengan selamat seperti permintaan kamu," ucap Rayn sebelum pergi.


Keira tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, matanya sudah berkaca-kaca terbawa suasana disekelilingnya.


"Boleh saya peluk kamu?" Tanya Rayn meminta izin lebih tepatnya untuk memeluk Keira.


"Ck bodoh, daritadi kenapa gk peluk," sahut Keira berdecak sebal namun tetap menerima pelukkan dari Rayn.


Mereka bertiga berpelukkan bersama, seperti keluarga yang harmonis sekali.


"Hati-hati ya di jalan, semoga selamat sampai tujuan dan kembali lagi ke sini dalam ke adaan selamat juga. Fighting! Lo pasti bisa nyelesain pekerjaan lo dengan baik," kata Keira setelah pelukkan mereka terurai.


"Iya pasti, terimakasih Keira," ucap Rayn.

__ADS_1


"Iya, jangan lupa hafalin gerakkan salat sama wudhunya lagi. Inget sejauh apapun lo melangkah lo gk boleh lupa sama Allah yang udah menciptakan lo, lo gk boleh jadi manusia yang sombong sama penciptanya sendiri," nasihat Keira sebelum Rayn pergi. Rayn menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lembut pada Keira.


"Saya berangkat, Hana sayang Papah berangkat ya nak. Titip Mamah kamu disini ya," kata Rayn sebelum akhirnya ia benar-benar berjalan menjauh dengan kopernya. Melangkah pergi meninggalkan Keira berdua dengan Hana yang hanya bisa menatap kepergian Rayn dan berharap pria itu bisa segera pulang dari Rusia serta sukses menjalankan tugasnya disana.


__ADS_2