Without You

Without You
Stuck With You (Gama Story)


__ADS_3

Satu bulan berlalu, setelah kepergian Hana yang meninggalkan luka duka di hati Rayn dan terlebih lagi di hati Keira.


Banyak yang berubah dari satu bulan ini, Keira yang biasanya selalu ceria kini mendadak menjadi pendiam, dan menjadi peribadi yang tertutup namun kini Keira sudah berusaha membuka hatinya lagi dan berusaha menerima kepergian Hana serta berusaha menjalani hidupnya lagi walau rasanya ia masih tidak kuat.


Kringgg kringg


Suara dering telpon Keira berbunyi, menyadarkan Keira yang sedaritadi terpaku menatap ikan yang berenang di kolam sementara fikirannya sibuk berkelana.


Rupanya ada panggilan yang masuk ke ponselnya, Keira dengan cepat segera mengangkat panggilan tersebut.


"Halo Assalamualaikum Kak," kata Keira mengawali pembicaraan.


"Waalaikumussalam, Kei kamu besok bisa kan datang ke rumah? Besok Syafiq ulang tahun, kamu ke sini ajak keluarga kamu juga ya hehe sekalian silaturahmi juga. Kita kan udah lama banget gk ketemu!"


"Iya kak, Insyaa Allah besok Kei usahain buat datang ke ulang tahunnya Syafiq."


"Nah cakep hehe, ajak putri cantik kamu juga ya hehe. Oke deh Kakak tunggu besok ya? Sip udah dulu ya, Kakak masih harus ngurusin catring buat besok, Kakak tutup ya telponnya Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam ...." ucap Keira lirih bersamaan air yang mengalir dari pelupuk matanya.


"Sayangnya, putri cantik yang Kakak maksud sudah jadi bidadari cilik di syurga Kak," kata Keira lirih disela isak tangisnya, pertahanan Keira untuk tidak menangis ternyata tidak bisa ia lakukan karna  air matanya tetap mengalir saat ingat tentang Hana kembali.


Keira menangis sampai dadanya terasa sesak, bahkan rasanya perut Keira terasa mual sedari kemarin sebenarnya. Keira menduga bahwa maghnya sedang kambuh karna kehilangan Hana yang akhirnya berdampak pada kesehatannya.


"Keira!" Rayn berteriak kaget saat melihat tubuh Keira yang sedang berjalan menuju kamar mandi tiba-tiba saja terjatuh lemas di lantai.


"Gue gk apa-apa, gk usah sok perduli," ucap Keira yang menepis tangan Rayn yang memegang kedua bahunya.


Setelah mengatakan hal itu Keira bangkit lalu masuk ke kamar dengan kepalanya yang pusing, lalu menutup pintu kamar begitu saja tanpa memperdulikan Rayn yang hanya bisa berdiri di depan pintu kamar Keira yang tertutup.

__ADS_1


Di dalam kamar Keira merebahkan diri di atas kasur, menatap langit-langit kamar sambil memegang selimut milik Hana yang ada rajutan nama Hana di atasnya dan itu di jahit sendiri oleh Keira.


Ternyata rasa kehilangan memang semenyakitkan ini, walaupun Keira tak pernah melahirkan Hana tapi dia adalah Ibunya Hana bukan? Dia yang sudah merawat Hana bahkan saat anak itu menghembuskan nafas terakhirnya juga di dalam dekapan Keira.


"Sayang, Ummah kagen nak," ucap Keira sambil memeluk erat selimut yang sedaritadi ia genggam di dadanya.


Saat sedang menangis karna teringat Hana, tiba-tiba perut Keira kembali terasa bergejolak membuat ia merasa ingin muntah, akhirnya Keira segera berlari ke kamar mandi yang untungnya ada di dalam kamar jadi ia tidak perlu jauh-jauh ke luar kamar.


"Hoekkk ... hoekk."


Setelahnya Keira terduduk lemas, ia bersandar di tembok kamar mandi sambil mengatur nafasnya yang tersengal karna habis muntah.


Mendadak juga kepala Keira terasa pusing, namun Keira berusaha bangkit dan kembali berbaring di atas kasur.


Ia menggambil minyak angin lalu memakaikannya di perut dan di pelipisnya, dan Keira merasa lebih baik sekarang karna rasa mual di perutnya sudah sedikit berkurang.


Keira memutuskan untuk beristirahat, Keira fikir mungkin dirinya saat ini kurang istirahat karna memang akhir-akhir ini ia tidak pernah bisa tidur dengan nyeyak semenjak kepergian Hana.


....


Keira bangun saat hari sudah sore, Keira kaget dan teringat ia belum menunaikkan solat Asar. Walau perutnya masih terasa bergejolak, Keira tetap bangkit lalu segera menggambil wudhu untuk menegakkan salat.


Setelah selesai salat, Keira segera membereskan sajadah lalu tatkala hendak berdoa perutnya terasa bergejolak, dan untuk yang kesekian kalinya Keira muntah.


Saat Keira sedang muntah, Rayn datang membawakan makanan. Pria itu mengetuk pintu kamar Keira terlebih dahulu sebelum masuk namun tak dibuka-buka juga akhirnya Rayn berinisiatif membuka pintu kamar Keira sendri dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya ia pakai untuk membawa nampan berisi piring yang makanan untuk Keira.


Ketika masuk, Rayn mendengar suara Keira yang sedang muntah di kamar mandi. Rayn menaruh makanan yang ia bawa di atas nakas lalu segera berjalan ke arah depan kamar mandi dengan nada cemas Rayn mulai bertanya pada Keira.


"Kei, kamu gk apa-apa?" Tanya Rayn dengan suara yang penuh kekhawatiran.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Keira keluar dengan muka yang sangat pucat dengan kepala yang ia lilit handuk karna ia lupa bawa kerudung tadi jadi ia menggunakan handuk. Meski sudah suami istri tetap saja Keira belum terbiasa menunjukkan rambutnya pada Rayn secara langsung kecuali pada saat malam itu.


"Gue gk apa-apa kok," jawab Keira dengan nada letih dan dengan langkah gontai ia berjalan lalu menghampiri sejadahnya untuk dibereskan namun Rayn mencegahnya, ia menyuruh Keira untuk duduk saja di atas kasur biar dirinya yang merapihkan perlatan salat Keira.


Keira tak membantah, ia menurut saja kemudian duduk di atas kasur sambil bersandar di dipan kasur, ia memijit pelipisnya yang terasa pening.


"Saya bawain kamu makanan, ini dimakan ya," kata Rayn menunjukkan makanan yang ia antarkan untuk Keira.


"Apa itu?"


"Ayam bakar, kesukaan kamu Kei," jawab Rayn sambil tersenyum senang namun reaksi Keira jauh dari bayangan Rayn sebelumnya.


"Hoek... jauhin ... gue gk tahan baunya," kata Keira yang kemudian bangkit lalu ke kamar mandi lagi untuk muntah karna mencium wangi ayam bakar yang padahal menurut Rayn baunya sangat enak kok dan setau dirinya ayam bakar adalah makanan kesukaan Keira lantas kenapa sekarang Keira malah terlihat tak suka pada ayam bakar?


Tak lama Keira keluar dari kamar mandi, lalu berjalan dengan lemas ke arah kasur dan kembali duduk bersandar lagi seperti sebelumnya.


"Kamu gk suka ayam bakar ya?" Tanya Rayn pada Keira yang sedang menghirup wangi dari minyak angin.


"Suka banget."


"Terus kok tadi ... kamu malah keliatan gk suka gitu sampe enek gitu? Oh, saya tahu kamu lagi marahan sama ayam bakar?" Kata Rayn sambil tersenyum merasa jawaban yang ia berikan sudah sangat benar.


Keira menoleh ke Rayn, lalu tertawa apalagi melihat wajah polos pria itu membuat Keira tak tahan untuk tidak tertawa.


"Gk gitu, gue juga gk tau kenapa lagi gk suka makan ayam bakar gini padahal tiap ada ayam bakar biasanya gue selalu lahap abis," jawab Keira sambil mengangkat bahu binggung juga pada dirinya saat ini.


Rayn yang mendengar itu jadi terdiam, lalu kemudian ia mulai berfikir apa yang telah terjadi pada Keira yang biasanya suka ayam bakar, mendadak jadi tidak suka ayam bakar. Jika bukan karna Keira marahan dengan ayam bakar lalu apa penyebabnya?


Saat tengah berfikir, lalu tiba-tiba saja Rayn memikirkan satu hal yang hal itu membuat ia sampai menelan salivanya.

__ADS_1


Lalu berfikir jika dugaannya tidak salah, dan melihat dari tanda-tanda yang diceritakan Keira, apakah mungkin jika Keira saat ini sedang mengandung? Mengandung anaknya?!


__ADS_2