Without You

Without You
[S3] Pencarian (2)


__ADS_3

Malam hari pun tiba namun belum ada kabar tentang Gama, semua orang sibuk mencari keberadaan Gama. Bahkan Arya juga sudah mengutus bawahannya untuk mencari keberadaan putra bungsunya itu.


Sementara Vidya terus menangis sedaritadi, untung saja ada Siren dan Reilla yang berusaha menenangkan Vidya. Bahkan sudah dua kali Vidya tak sadarkan diri saking tidak menyangka kalau putra bungsunya hilang.


"Hiks ... Gama ... pulang nak ... hiks Ummah khawatir sama kamu," racau Vidya yang masih terisak.


"Tenang ya Vidya, kamu yamg sabar ya. Berdoa aja semoga Gama bisa cepat ketemu," ujar Siren yang sudah mengusap-usap punggung Vidya yang bergetar.


Reilla ikut meneteskan air mata, ia tidak tega melihat keadaan Ummahnya yang begitu memperihatinkan. Akhirnya Reilla pun memutuskan untuk keluar dari kamar kedua orang tuanya, meninggalkan Vidya yang masih menangis dan juga Siren yang sedang berusaha menenangkannya.


"Lo kau ke mana?"


Reilla menghentikan langkahnya, ia hendak ke luar rumah. Rencananya ia ingin mencari keberadaan Gama juga, ia tidak tega melihat Ummahnya yang tampak khawatir dan bersedih hati karna kehilangan Gama.


"Mau keluar, cari Gama," jawab Reilla singkat dan berusaha acuh.


"Lo gk boleh pergi sendiri, biar gue yang temenin."


Reilla menghela nafasnya, ia menatap pria yang tadi baru saja menghentikan langkahnya.


"Gk usah, Rei bisa pergi sama gue," ucap sebuah suara yang mengintrupsi.


Reilla dan pria itu pun menolehkan kepala mereka ke sumber suara tadi.


"Kak Aksa ..." kata Reilla pelan, tak menyangka dengan kehadiran Aksara yang kini sudah berdiri di dekatnya.


"Gk, biar gue yang antar Rei cari Gama."


Reilla menatap kedua pria yang kini saling bertatapan, namun tatapan mereka berbeda. Terlihat seperti tatapan tajam, dan mengintimidasi antara satu sama lain. Karna tak tahan dengan suasana yang menegangkan itu Reilla pun akhirnya mulai angkat suara.


"Kalian berdua kenapa sih?" Tanya Reilla membuat perhatian kedua pria itu teralihkan.


"Dia yang kenapa, jelas-jelas aku mau anter kamu cari Gama. Tiba-tiba datang terus ngelarang gitu aja," cibir Keanu, pria yang tadi bertatapan sengit dengan Aksara.


"Gue di suruh Bunda buat jagain dia," balas Aksara sambil melirik sekilas ke arah Reilla.


"Gk perlu, gue ada di sini. Jadi biar gue yang jagain Rei," ucap Keanu yang masih kekeuh ingin mengantar dan menjaga Reilla.


"Cih, gue juga gk mau jagain dia. Tapi karna Bunda yang nyuruh gue terpaksa harus jagain dia," kata Aksara lagi membuat Reilla tersenyum masam.


Sadar jika Reilla memasang raut wajah sedih, Keanu pun kembali angkat bicara.


"Ya udah, kalau lo gk mau gk usah jagain Rei. Gampang kan?gk usah di bikin ribet deh," ucap Keanu dengan sarkas.


"Ya udah." Setelah mengatakan itu, Aksara pun pergi dari hadapan Keanu dan juga Reilla yang hanya bisa menghela nafasnya pelan.

__ADS_1


"Udah gk usah sedih, ada gue kok. Gue bakalan temenin lo cari Gama," kata Keanu yang paham suasana hati Reilla saat ini.


Dengan susah payah Reilla berusaha tersenyum, ia lalu mengangguk pelan dan berjalan ke luar dari rumah bersama dengan Keanu untuk membantu mencari keberadaan Gama.


"Pake helm dulu Rei, biar aman," kata Keanu sambil memasangkan helm di kepala Reilla.


Reilla mematung mendapat perlakuan seperti itu dari Keanu, setelahnya Reilla pun mengucapkan kata terimakasih pada Keanu.


"Ayo kita cari Gama," ajak Reilla yang sudah siap dengan helm di atas kepalanya.


"Tunggu bentar, lo cuma pake gini aja?" Tanya Keanu sambil melihat Reilla dari atas hingga bawah.


"Iya, kenapa emangnya?" Tanya Reilla bingung dengan tatapan Keanu.


"Ck, Rei. Lo bisa kedinginan, ini pakai jaket gue ya."


Reilla ingin menolak namun Keanu sudah memasangkan jaket yang sebelumnya ia pakai ke tubuh Reilla.


"Nah, kalau gini kan aman. Lo gk akan masuk angin," ucap Keanu sambil tersenyum pada Reilla.


"Makasih ya Kean."


"Yoi, sama-sama," balas Keanu.


Motor yang Keanu kendarai membelah jalanan malam, Reilla bersyukur karna ada jaket Keanu di tubuhnya yang membuat Reilla sedikit lebih hangat.


Keanu dan Reilla mulai menyisiri jalanan, mata Reilla dengan sigap menoleh ke kanan dan ke kiri. Mencari-cari keberadaan Gama, adiknya. Namun Reilla tidak menemukan apapun, alhasil Reilla pun hanya bisa menghela nafasnya gusar, tapi Reilla tak menyerah ia tetap berusaha mencari keberadaan Gama. Begitu juga dengan Keanu yang berusaha mencari keberadaannya Gama sama seperti dengan Reilla.


"Kean! Hujan!" Teriak Reilla saat air hujan mulai menetes sedikit demi sedikit dan menjadi deras.


Keanu pun melajukan motornya ke tepi, berusaha mencari tempat berteduh. Akhirnya pilihan Keanu jatuh ke arah toko yang tutup.


"Kita berteduh di sini dulu," ucap Keanu setelah ia dan Reilla turun dari atas motor.


Hujan turun dengan deras, petir terlihat menyambar di langit malam yang gelap. Reilla memeluk tubuhnya, ia merasa kedinginan karna jaket yang ia gunakan sudah basah karna air hujan.


"Rei, lo kedinginan ya?" Tanya Keanu yang sedaritadi memperhatikan bibir Reilla yang bergetar.


"Hah? E ... enggak kok," jawab Reilla berusaha terlihat baik-baik saja.


"Maaf ya Kean, gara-gara aku. Kamu jadi kehujanan gini," kata Reilla merasa tak enak pada Keanu.


Keanu tersenyum mendengar ucapan Reilla, ia lalu menolehkan kepalanya ke arah Reilla.


"Gk apa-apa kok, gue malah seneng bisa bantuin lo cari Gama."

__ADS_1


Reilla tersenyum mendengar ucapan Keanu, ia tau Keanu adalah orang yang baik karna selalu bersedia membantu dirinya jika sedang dalam masalah.


"Kayanya, hujannya tambah deras deh," gumam Reilla seraya menatap tetesan air hujan yang makin menderas.


Keanu pun juga ikut menatap ke arah tetesan air hujan, ia menganggukkan kepala membenarkan perkataan Reilla barusan.


Tin tin tin


Suara klakson mobil pun terdengar bersamaan dengan sorot lampu mobil yang mengarah ke arah Reilla dan Keanu, membuat keduanya mengerenyitkan mata mereka berusaha menyesuaikan mata mereka dengan cahaya yang terpancar.


"Kak Aksa?"


Reilla menatap tak percaya pada sosok Aksara yang baru saja keluar dari mobil dengan payung hitam nya, pria itu lalu berjalan ke arah Reilla dan juga Keanu yang sedang menatap ke arah Aksara.


"Ngapain lo ke sini?!" Tanya Keanu dengan nada tak suka melihat kehadiran Aksara.


Namun Aksara tidak memperdulikan Keanu, ia justru menoleh ke arah Reilla yang masih mengigil kedinginan.


"Lepas jaketnya."


Reilla baru saja ingin menolak, namun Aksara sudah lebih dulu melepaskan jaket basah milik Keanu yang Reilla kenakan. Aksara lalu mengganti jaket basah itu dengan jaket baru miliknya yang terasa lebih hangat di tubuh Reilla.


Keanu mengeraskan rahangnya saat melihat Aksara menghempaskan jaketnya begitu saja dari tubuh Reilla dan menggantinya dengan jaket milik Aksara.


"Kak Aksa ngapain ke sini?" Tanya Reilla yang masih menatap bingung kedatangan Aksara.


"Gue di suruh jemput lo sama Bunda gue," jawab Aksara masih dengan wajah datar dan sikap dinginnya.


"Gk perlu, Reilla aman sama gue," kata Keanu membuat Aksara mengalihkan perhatiannya pada Keanu.


Aksara menyungingkan senyuman miringnya, matanya menatap tajam pada Keanu.


"Lo gk bisa jagain dia, lo gk lihat sekarang dia jadi kedinginan karna lo?" Tanya Aksara penuh penekanan di setiap katanya.


Tanpa aba-aba Aksara langsung menarik tangan Reilla, ia tak memperdulikan ucapan Keanu yang mengomeli dirinya karna sudah seenaknya menarik tangan Reilla begitu saja.


Reilla nampak kaget dengan perlakuan Aksara pada dirinya, ia berusaha melepaskan genggaman tangan Aksara pada tangannya namun Aksara justru semakin mengencangkan genggamannya pada tangan Reilla.


Aksara membawa Reilla masuk ke mobil tanpa sepatah kata pun lagi, setelah itu Aksara juga ikut masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil itu.


"Kak Aksa! Berhenti! Kean juga harus di ajak," ucap Reilla yang panik sendiri saat Aksara hendak menjalankan mobilnya.


Namun Aksara tak mendengarkan ucapan Reilla, pria itu justru memilih untuk melajukan mobilnya dan tak memperdulikan ucapan Reilla.


"Sialan! Aksa sialan!" Umpat Keanu yang menatap kesal pada mobil Aksara yang sudah menjauh. Keanu mengumpat kesal dan menyumpahi Aksara, yang sudah seenaknya membawa pergi Reilla bersamanya, dan sudah di pastikan Keanu tak akan memaafkan Aksara setelah ini.

__ADS_1


__ADS_2