Without You

Without You
Stuck With You (Gama story)


__ADS_3

Bel masuk setelah istirahat pertama sudah berbunyi sedaritadi, saat ini Rayn sedang memandangi dua orang di hadapannya, siapa lagi kalau bukan Keira dan Rafly yang saat ini sedang bercengkrama dan tertawa ria.


Andai Rayn di perintahkan untuk segera menghabis Keira ia pasti akan lebih senang, daripada harus menyamar seperti ini dan mendekati sang target secara perlahan-lahan. Rayn sendiri juga tidak tau kenapa dia di perintahkan untuk membuntuti Keira, yang tau semua itu adalah Mamah nya saja yang memang beperan sebagai orang yang selalu mengurus segala pekerjaan yang datang pada Rayn. Sedangkan Rayn? Dia hanya menurut dan menjalankan tugas tersebut.


Dalam hati Rayn bertanya, sebenarnya apa yang si pesuruh tugas ini berikan padanya? Kenapa dia mau Rayn mengikuti Keira? Padahal gadis itu terlihat seperti remaja pada umumnya dan bahkan terlihat biasa saja, juga bukan tipikal seorang remaja yang mempunyai banyak musuh di luaran sana.


Tapi apapun itu, Rayn tak mau ambil pusing. Ia hanya diam di tempat dan terus mengawasi pergerakkan Keira dan Rafly dengan mata tajam nya. Mata itu lah yang selama ini selalu membuat korban-korban Rayn takut sampai tak berkutik.


"Lo tadi ngapain di kantin sama Kak Andre?" Tanya Rafly yang saat ini sudah menolehkan kepalanya pada Keira yang sedang menyalin catatan matematika dari buku milik Rafly.


"Gk ngapa-ngapain, ngobrol biasa doang kok. Kenapa sih emang?" Tanya Keira dengan mata yang tak teralihkan dari buku tulisnya.


"Lo jangan terlalu deket sama si Andre deh."


Keira pun terlihat menghentikan pegerakkannya, ia lalu perlahan menolehkan kepalanya ke arah Rafly yang juga sedang menatapnya.


"Kenapa emangnya?" Tanya Keira sambil mengerenyitkan dahinya.


"Ya, gue takut aja." Keira makin penasaran dengan apa yang saat ini Rafly maksudkan.


"Takut kenapa sih lo? Gue gk paham, seriusan."


"Gue takut lo di labrak sama fans-fans nya Andre. Ya kan lo tau sendiri kalau Andre tuh masuk ke dalam jajaran cowok hits selama dua tahun berturut-turut," kata Rafly menjelaskan maksud perkataannya.


"Pasti lo denger dari si Neila ya?" Tanya Keira yang memang tepat sasaran.


Keira sudah menduga hal itu, siapa yang tak mengenal Neila. Gadis yang hobi nya ngegosip dan selalu up to date pada berita-berita yang sedang hangat di bincangkan di SMA Ramawangsa ini.


"Wajar aja sih dia hits, orang mukanya ganteng kok." Rafly langsung menolehkan kepalanya pada Keira sambil membulatkan matanya.


"Nih catatan lo," kata Keira sambil menyerahkan buku catatan milik Rafly.


"Kenapa? Kok lo ngeliatin gue gitu banget?" Tanya Keira yang melihat raut wajah tak mengenakkan yang Rafly tampilkan.


"Lo suka sama Kak Andre ya?" Tanya Rafly yang lebih terdengar seperti tudingan.


"Gue? Suka sama Kak Andre?" Bukannya menjawab Keira malah bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Iya, lo suka sama Kak Andre kan?" Keira nampak diam, menampilkan wajah misteriusnya yang berhasil membuat Rafly penasaran. Bukan hanya Rafly saja yang penasaran rupanya Rayn juga merasa penasaran dengan jawaban yang akan Keira berikan.


Sekarang Rayn sudah tau siapa nama cowok yang tadi di kantin mengobrol dengan Keira, ternyata namanya adalah Andre yang Rayn yakini adalah seorang Kakak Kelas mereka.


"Kepo lo," jawab Keira sambil menjulurkan lidahnya mengejek, pada Rafly.


Rafly menghela nafasnya, lalu memukul pelan kepala Keira dengan buku tulis matematika miliknya dan Keira hanya menganggapinya dengan kekehan saja.


"Udah ah, ngobrol mulu gue mau belajar buat ulhar Sejarah nanti," kata Keira yang sudah mulai fokus dengan buku paket sejarahnya. Sadar kalau tidak mau menganggu Keira, Rafly pun hanya diam sambil menatap Keira yang wajahnya tampak serius. Senyuman pun terbit dari wajah Rafly.


Rayn yang melihat hal itu mengepalkan tangannya, ia berdecak pelan. Tak suka melihat Rafly yang tingkahnya selalu menyebalkan, Rayn tak boleh tinggal diam. Ia harus melakukan cara apapun agar bisa menyingkirkan Rafly walau dengan cara keji sekalipun.


........


Bel pulang sekolah sudah bebunyi sejak 5 menit yang lalu, semua anak juga sudah mulai pulang ke rumah mereka masing-masing.


Saat ini Keira dan Rafly sedang berdiri di depan pintu gerbang sekolah. Rafly menemani Keira yang memang biasanya di jemput oleh supir pribadinya, Keira tertawa saat mendengar candaan yang Rafly lontarkan bahkan tanpa mereka sadari sedaritadi ada sepasang mata yang tengah memperhatikan Keira dan Rafly.


"Keira!"


Keira dan Rafly pun serempak menoleh, Keira tersenyum senang saat melihat kepala seseorang dari balik kaca mobil yang sudah di turunkan.


"Santai aja Kei, udah sana. Udh di tungguin tuh," kata Rafly lagi dan Keira mengangguk lalu segera berlari masuk ke dalam mobil BMW warna hitam yang sudah menunggu dirinya.


"Tumben, Kak Keanu mau jemput Keira," kata Keira sambil menolehkan kepalanya ke arah Kakak laki-laki nya yang bernama Keanu.


"Di suruh Bunda, Btw itu siapa yang nemenin kamu di depan gerbang tadi?" Tanya Keanu yang melirik adiknya sekilas dan kembali memfokuskan pandangannya ke arah depan karna saat ini ia sedang menyetir mobil.


"Oh itu Rafly, sahabatnya Keira."


Keanu menganggukkan kepalanya, lambu lalulintas pun berubah berwarna merah dan mengharuskan mobil yang ia kendari berhenti terlebih dahulu.


"Itu dahi kenapa lagi Kei? Pasti ngulah lagi ya kamu?" Tanya Keanu yang sudah menolehkan kepalanya ke arah adik bungsunya itu.


Keira meraba dahinya yang sudah ada hansaplast di sana.


"Oh ini, tadi pas pelajaran olahraga Keira ikut main bola terus jatuh ya jadi gini deh," kata Keira dengan santainya. Karna memang ia sudah sering sekali mendapatkan luka di tubuhnya, bahkan saat ia masih duduk di bangku SMP kakinya harus di jahit karna tidak sengaja menginjak pecahan kaca saat sedang mengejar layangan bersama anak-anak di komplek perumahannya.

__ADS_1


Keanu menghela nafasnya gusar, tangannya terulur menyentuh dahi Keira yang tertutup hansaplast. Keira meringis saat jari Keanu menekan luka di dahinya.


"Ah elah, sakit tau Kak," kata Kaira lagi sambil menjauhkan tangan Keanu dari area dahinya.


Keanu hanya menyungingkan senyumannya, melihat adiknya yang sudah mengerutu dan mengomeli dirinya.


"Makannya dek, jadi perempuan tuh harus kalem. Gk boleh bar-bar, harusnya dulu kamu di Jepang aja sama Kak Al dari pada balik ke Indonesia tapi tau-tau jadi malah bar-bar gini."


Keira tak menanggapi, dulu ia memang sempat tinggal di Jepang. Ia menghabiskan masa kecilnya di sana, bersama dengan salah satu  Kakak perempuannya yaitu Almeera.


Keira memiliki empat orang Kakak, dua di antaranya berjenis kelamin perempuan dan sisanya  lagi berjenis kelamin laki-laki. Kakak pertama Keira bernama Nata, sedangkan Kakak keduanya bernama Almeera yang saat ini tinggal di Jepang bersama suami dan juga anak-anaknya. Lalu dua Kakak Keira yang lainnya adalah kembar, siapa lagi kalau bukan Keanu dan kembarannya yaitu bernama Kayla.


Jika sudah berkumpul biasanya, rumah di keluarga Keira tak pernah sepi pasti selalu saja ramai. Apalagi Kakaknya Keanu ini yang selalu saja suka mengoda dirinya dan menjahili dirinya, yang sering berakhir dengan Keira yang ngambek karna di jahili.


Lampu merah pun sudah berganti menjadi hijau, Keanu kembali fokus menyetir sementara Keira hanya diam memandangi pemandangan di luar, ia masih merasa sebal dengan Kakaknya itu yang sudah membuat luka di dahinya terasa sakit kembali.


.......


Sementara itu di lain tempat, Rafly sedang bersiap-siap hendak pulang ke rumah. Pria itu saat ini sedang berusaha menggambil motornya yang terparkir di parkiran sekolah. Namun sebelum itu, ia tiba-tiba ingat dan baru menyadari bahwa ponsel miliknya tertinggal di kelas.


Alhasil Rafly pun kembali turun dari atas motornya, ia berjalan kembali ke arah kelas untuk menggambil ponselnya yang tertinggal. Suasana koridor sekolah yang saat ini sedang ia lewati terasa begitu sepi karna para murid SMA Ramawangsa sudah pada pulang sedaritadi.


Rafly tak ambil pusing, ia terus melangkahkan kakinya menuju ke arah kelasnya yang ada di lantai dua.


"Nah ini dia ponsel gue," kata Rafly yang menemukan ponselnya di atas meja dan benar saja memang tertinggal di kelas.


Namun saat ingin berbalik tiba-tiba saja tubuh Rafly langsung tumbang dan tak sadarkan diri setelah sebelumnya ada sebuah benda keras yang menghantam belakang kepala nya.


"Dasar penghambat," ucap orang tersebut yang saat ini sedang tersenyum miring melihat Rafly yang sudah tak sadarkan diri.


Orang itu pun segera membuang balok kayu yang ia bawa dan baru saja ia gunakan untuk memukul ke pala Rafly. Ia segera mengangkat dan menyeret tubuh Rafly hingga ke lantai tiga, saat sudah sampai di lantai tiga. Orang itu langsung mendorong tubuh Rafly dari atas tangga.


Senyuman di wajah orang itu kembali terbit, senyuman sinis.


"Selamat tinggal, dan gk akan ada lagi penghalang untuk bisa mendekati Keira."


Orang itu yang tak lain adalah Rayn pun segera berjalan masuk ke dalam lift, yang akan membawanya ke lantai dasar. SMA Ramawangsa memang terkenal dengan fasilitas lengkapnya jadi tak heran jika biaya untuk sekolah di SMA tersebut sangatlah mahal.

__ADS_1


"Sudah selesai? Bisa kita pulang?" Tanya Mamah Rayn saat Rayn baru saja masuk ke dalam mobil.


Rayn menganggukkan kepalanya, setelahnya mobil yang ia naiki pun melaju pergi meninggalkan SMA Ramawangsa dan juga meninggalkan Rafly yang saat ini masih tidak sadarkan diri.


__ADS_2