
Masih pake sudut pandang penulis/ Author POV.
Happy Reading!
-
-
-
-
-
Vidya mengelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat suami dan dua keponakannya yang sudah terlelap.
"Masyaallah, sampe ketiduran gini sih?" Vidya terkekeh geli melihat wajah damai Arya, lalu tatapannya beralih pada Syila yang memeluk pingang Arya.
Sementara Rafa, bayi kecil itu masih terlelap dengan mulutnya yang bergerak-gerak, membuat nya terlihat semakin mengemaskan.
"Vidya kamu-"
"Stttt, jangan berisik Kak." Ujar Vidya saat Kakak iparnya datang ke kamar.
"Ya ampun sampe ketiduran begitu sih mereka." Vidya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan kakak iparnya.
"Rafa lucu banget Kak." Ujar Vidya yang jari jemarinya mengelus pipi gembul Rafa.
"Makannya kamu bikin dong satu yang kaya Rafa." Pipi Vidya bersemu merah mendengar ucapan Kakak iparnya barusan.
"Apaan sih kak." Ujar Vidya yang terlihat malu.
"Oaaa oaaaa!" Vidya dan Shafa terkejut mendengar suara tangisan Rafa.
"Cup cup anak Umi, jangan nangis dong sayang." Ujar Shafa yang langsung membawa putra nya itu ke dalam gendongannya.
Mendengar suara tangisan Rafa membuat Arya membuka matanya secara perlahan.
"Sttt jangan gerak dulu, saya pindahin Syilanya dulu." Ujar Vidya yang mengendong tubuh Syila dari atas badan Arya.
"Makasih." Ujar Vidya sambil tersenyum pada Arya.
"Makasih buat apa?" Tanya Arya bingung.
"Makasih karna udah mau jagain keponakan saya." Ujar Vidya sambil memberikan senyumannya membuat Arya terkesima beberapa saat namun ia kembali tersadar.
"Kamu cuci muka dulu sana, habis itu turun ke bawah ya. Kita makan siang bareng." Arya menganggukkan kepalanya, ia bangkit dari posisi tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar Vidya.
Vidya menatap wajah keponakannya yang begitu damai.
__ADS_1
"Syila sayang, bangun yuk kita makan siang dulu." Ucap Vidya membangunkan keponakannya itu dengan penuh kesabaran, hingga akhirnya Syila pun bangun.
"Onty gendong!" Ucap Syila manja sambil menyodorkan kedua tangannya pada Vidya.
"Iya ayo sini onty gendong." Ujar Vidya yang hendak mengangkat tubuh Syila.
"Biar gue aja." Ucapan Arya membuat Vidya mengurungkan pergerakannya untuk mengendong Syila.
Akhirnya Syila pun di gendong oleh Arya.
"Ayo." Vidya menganggukkan kepalanya lalu ikut berjalan di belakang Arya.
Mereka pun beriringan menuruni anak tangga satu persatu.
"Ya ampun Syila, kamu udah gede jangan ngerepotin onty sama om nya dong, sayang." Ucap Shafa yang geleng-geleng melihat putrinya yang berada dalam gendongan Arya.
"Gk apa-apa kok Kak." Jawab Arya.
"Nak Arya, ayo silahkan duduk. Kita makan bareng." Ajak Umi pada menantu bungsunya itu.
Arya pun menurut lalu ia duduk di kursi yang berada di samping Amar-Kakak Vidya.
"Sini Syila, duduk di samping Umi aja." Panggil Shafa, Syila pun akhirnya menurut dan turun dari gendongan Arya untuk menghampiri Umi nya.
"Rafa dimana kak?" Tanya Vidya pada kakak iparnya.
"Segini cukup gk nasi nya?" Tanya Vidya pada Arya sambil memperlihatkan nasi yang baru saja ia taruh di piring.
"Cukup." Jawab Arya, Vidya pun mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Arya kamu-"
"Hmm, dek kalau manggil suami tuh yang sopan masa manggil nama sih?" Vidya cuma nyengir mendengar teguran dari Umi nya.
"Maaf Umi." Jawab Vidya, sementara Umi hanya mengelengkan kepala melihat tingkah putri bungsunya itu.
Setelah selesai menggambilkan makanan untuk Arya, kini semuanya makan dalam keadaan khitmad.
"Gimana nak Arya, makanannya enak gk?" Tanya Umi pada Arya yang sedang menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Enak Umi." Jawab Arya sambil tersenyum.
"Iya jelas enak, orang itu yang masak istri kamu." Ucap Umi sambil melirik penuh arti ke arah Vidya.
Sementara itu Vidya hanya diam dan agak menundukkan kepalanya malu, karna secara tidak langsung Arya baru saja memuji masakkannya enak.
"Kalian nginep aja di sini, siapa tau bisa cepet-cepet ngasih Umi Cucu hehe."
Ucapan Umi barusan membuat Vidya dan Arya terbatuk secara bersamaan, mereka sangat terkejut mendengar ucapan Umi barusan.
__ADS_1
"Umi...Udah dong mi, makan dulu kasian tuh mereka berdua jadi pada keselek kan." Tegur Abi yang sedaritadi hanya diam, akhirnya angkat bicara juga.
"Ayo lanjutkan lagi makannya." Ucap Abi lagi, dan semua nya pun kembali fokus menyantap makanan masing-masing.
Acara makan siang bersama pun sudah selesai, Vidya kini sedang sibuk di dapur untuk mencuci piring kotor yang tadi di pakai untuk makan siang.
Arya yang sedaritadi mencari keberadaan Vidya pun bernafas lega ketika menemukan sosok Vidya.
"Vidya." Panggil Arya, Vidya menoleh sebentar.
"Ada apa?" Tanya Vidya yang kembali fokus mencuci piring.
"Habis lo selesai nyuci piring, kita pulang ke rumah." Ujar Arya membuat gerakkan mencuci piring Vidya terhenti.
"Loh kenapa? Saya masih kangen sama Umi dan Abi, lagi pula Kak Amar juga baru datang dari Mesir kan?"
"Nggak, pokoknya kalau gue bilang pulang ya pulang!" Ujar Arya dengan nada ketusnya, lalu setelah itu ia pergi meninggalkan Vidya yang terdiam.
"Kenapa sih dia? Kok sensi banget kayanya?" Tanya Vidya pada dirinya sendiri, namun Vidya tidak ambil pusing ia kembali meneruskan kegiatannya, yaitu mencuci piring.
[]
"Vidya sama Arya pulang dulu ya, nanti lain kali kami akan berkunjung lagi ke sini." Ucap Vidya yang berpamitan pada Umi, Abi, Kakak, dan Kakak iparnya.
"Vidya udah Umi bilangin ya kamu tuh, kalau panggil suami kamu jangan langsung sebut pakai nama, gk sopan nak." Tegur Umi lagi, Vidya hanya menunjukkan cengirannya.
"Iya maaf Umi." Ujar Vidya yang kembali meminta maaf.
"Iya nak, hati-hati ya jaga kesehatan. Kamu keliatan kurusan soalnya, jangan kebanyakan fikiran." Ucap Abi yang berpesan pada Vidya, Vidya hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Sering-sering main ke sini loh sayang." Ucap Umi setelah Vidya menyalami tangan Umi dan memeluknya, sama seperti yang ia lakukan pada Abi.
"Kamu tuh ya Kakak datang, kamu malah mau pergi huh." Vidya terkekeh mendengar ucapan Amar-Kakak nya.
"Hehe maafin Vidya kak." Amar tersenyum lalu membawa adik kecilnya itu ke dalam dekapannya.
"Kak Shafa, Vidya pulang dulu ya." Pamit Vidya pada kakak iparnya yang sedang mengendong Rafa.
"Rafa onty pamit dulu ya sayang." Ucap Vidya lalu mengecup pipi gembul Rafa.
"Iya Onty, cepet-cepet kasih Rafa temen ya hehe." Vidya hanya tersenyum mendengar ucapan Kakak Iparnya.
"Sini Syila, gk mau pamitan sama Onty?" Tanya Vidya, Syila mengelengkan kepalanya ia sudah menangis sedaritadi saat ia tau Vidya akan pulang.
"Huaaa Onty!" Namun akhirnya Syila berlari dan memeluk Vidya juga sambil menangis.
Setelah acara pamitan selesai, Vidya dan Arya pun benar-benar pulang ke rumah mereka.
Sebenarnya Vidya masih enggan untuk pulang, namun bagaimana lagi ia harus menuruti perintah suami nya, karna sekarang ia adalah seorang istri yang harus selalu menurut pada perintah Suaminya.
__ADS_1