Without You

Without You
42. Ancaman


__ADS_3

Happy reading! Masih pake sudut pandang penulis/ Author POV.


Psttt*jangan lupa baca author note di bawah biar paham!!, wajib/ kudu/ harus! :)


-


-


-


-


Arya sedaritadi tidak bisa tenang.


Bahkan gawainya yang sedaritadi berbunyi menampilkan notifikasi panggilan dan pesan dari Siren, namun tidak di gubris sama sekali oleh Arya.


Kini yang ada di dalam fikiran Arya hanyalah keadaan Vidya seorang.


Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Vidya.


Arya bahkan rela menunggu dokter yang menangani Vidya keluar dari ruangan tempat Vidya berada saat ini.


Cklek


"Dokter! Bagaimana keadaan istri saya? Keadaannya baik-baik aja kan dok? Dia gk kenapa-kenapa kan dok?" Tanya Arya yang langsung mengintrogasi dokter Abram.


"Tenang dulu Arya, biar saya jelaskan dulu. Keadaan istri kamu baik-baik aja, dia cuma kecapean." Jawab dokter Abram membuat Arya bernafas lega mendengarnya.


"Saya boleh ketemu istri saya kan dokter?" Tanya Arya antusias ingin bertemu Vidya.


Dokter Abram terlihat diam, seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Dokter ada apa? Saya boleh masuk kan?" Tanya Arya yang menguncang bahu dokter Abram.


"Ah iya, silahkan." Ucap dokter Abram, Arya pun menganggukkan kepalanya dan langsung masuk ke dalam ruangan tempat di mana Vidya saat ini sedang di rawat.


Arya tersenyum ketika melihat Vidya sudah sadarkan diri.


"Vidya...maafin gue ya." Ucap Arya yang sudah berdiri di samping brankar Vidya.


Vidya menolehkan kepalanya, manik matanya menatap manik mata Arya yang sudah meneteskan air mata.


"Jangan nangis, kamu gk salah. Saya baik-baik saja." Ucap Vidya sambil tersenyum lemah.


Arya mengenggam tangan Vidya dengan erat, ia menciumi tangan Vidya secara bergantian.


"Cepat sembuh ya." Vidya menganggukkan kepalanya.


Cup


"Maaf..." Arya kembali meminta maaf, ia bahkan kembali menciumi kening Vidya dengan lama.


Vidya yang di perlakukan seperti itu tak kuasa menahan air matanya.


"Loh kenapa nangis? Hmm? Ada yang sakit ya?" Vidya mengelengkan kepalanya, ia membawa tangan Arya lalu menciuminya.

__ADS_1


"Maafin aku...hiks...maaf Arya...maaf." ucap Vidya yang sudah terisak.


Arya tidak mengerti kenapa Vidya meminta maaf padanya, harusnya kan dia yang minta maaf pada Vidya.


"Lo gk salah apa-apa, gue yang salah. Harusnya gue yang minta maaf sama lo." Vidya mengelengkan kepalanya sambil terisak.


"Maaf Arya...karna sudah hadir di kehidupan kamu." Ucap Vidya lirih, membuat Arya langsung mengelengkan kepalanya.


"Maaf juga karna aku sudah jadi penghambat hubungan kamu dengan Siren."


"Nggak, lo itu istri gue. Lo gk boleh ngomong gitu." Vidya tetap saja menangis dan Arya kembali menciumi Vidya.


[]


Vidya menatap langit-lagit kamar rawatnya.


Tangannya kemudian terulur mengelus perut nya, lalu air mata kembali mengalir di pipi Vidya.


"Maafin aku Arya...hiks...maaf." gumam Vidya yang kembali menangis sambil terus mengelus perutnya lembut.


"Maafin Ummah ya sayang, Ummah gk bisa ngasih tau keberadaan kamu ke Ayah. Ummah gk mau kalau Ayah kamu harus terluka lagi." Ucap Vidya yang tersenyum sendu menatap perutnya, yang kini sudah ada mahluk hidup yang Allah titipkan di dalamya.


"Jika kepergian Ummah dari hidup Ayah kamu itu yang terbaik, Ummah akan pergi dari Ayah kamu. Ummah gk mau Ayah kamu terus-terusan tersiksa, Ayah kamu mencintai wanita lain. Jadi Ummah harus apa nak? Ummah cuma bisa merahasiakan keberadaan kamu ke Ayah, maafin Ummah ya? Ummah sayang kamu." Ucap Vidya yang sudah kembali menangis.


"Maaf juga ya Ummah lambat menyadari kehadiran kamu di perut Ummah, sehat-sehat ya nak." Ucap Vidya kembali mengelus perutnya yang masih rata.


Brakkk


"Astagfiruallahaladzim." Vidya beristigfar ketika pintu ruangannya di buka dengan kasar oleh seorang perempuan yang Vidya kenali.


"Ah iya ada apa ya Kak?" Tanya Vidya yang bingung dengan maksud kedatangan Tiran.


"Gue gk mau basa basi lagi, lo harus pergi dari kehidupan Arya. Lo tuh sadar gk sih? Lo sebenanrya benalu di hidup Arya! Lo tuh perusak hubungan adek gue! Gua saranin sama lo, lo harus pergi dari kehidupan Arya setelah sebulan ini. Karna gue sudah mengatur pernikahan Arya dan Siren, mereka harus bahagia tanpa adanya benalu kaya lo."


Vidya terdiam, air matanya sudah menetes mendengar perkataan Tiran yang membuat dirinya merasa sedih, apalagi saat ini kondisi emosi Vidya sedang dalam masa labil-labilnya, efek hamil.


"Lo denger kan apa yang gue bilang? Kalau lo masih ngotot aja pengen tetep tinggal sama Arya, gue pastiin lo gk akan bisa ngeliat dunia lagi, gue kasih waktu lo sebulan setelah itu say good bye sama suami lo itu. Inget itu!" Setelah selesai mengancam Vidya, Tiran pun melengang pergi keluar dari kamar rawat Vidya.


Tangisan Vidya kembali terdengar, Vidya memeluk dirinya sendiri, seolah-olah ia sedang memeluk anaknya juga yang masih berada dalam kandungan.


"Kenapa mencintai kamu harus sesakit ini?" Tanya Vidya pada dirinya sendiri.


Kriett


"Vidya? Astaga lo kenapa?" Tanya Arya yang baru saja datang.


Arya langsung berjalan menghampiri Vidya, ia langsung memeluk tubuh Vidya.


Vidya semakin menangis, ia membalas pelukkan Arya dengan erat.


Pelukkan seperti ini dari dirimu nanti yang akan sangat aku rindukan.-batin Vidya yang menikmati pelukan hangat dari Arya.


"Lo kenapa? Hmm? Ada yang sakit?" Tanya Arya sambil mengusap pipi Vidya lembut.


"Nggak ada." Vidya mencoba menghapus air matanya dan berusaha tersenyum.

__ADS_1


"Jangan bohong, gue tau lo lagi kesakitan, apa yang sakit? Biar gue panggilin dokter." Vidya menghentikan Arya yang ingin memanggil dokter.


"Ja...jangan, aku cuma butuh kamu." Ucap Vidya lirih, sambil menatap dalam manik mata Arya.


"Sini kamu tidur di sampingku." Vidya mengeser tubuhnya agar Arya bisa tidur di sampingnya.


Arya pun naik ke atas brankar Vidya, ia merebahkan dirinya di sebelah Vidya.


"Peluk." Ucap Vidya manja, Arya terkekeh geli melihatnya, ia sangat menyukai Vidya yang sedang manja padanya seperti sekarang ini.


"Udah jangan nangis lagi ya? Gue tau kok, gue emang ngangenin hehe." Vidya mendengus geli, ia jadi ikut tersenyum mendengar ucapan Arya.


"Arya, usapin perut aku lagi." Suruh Vidya, Arya terdiam namun tangannya perlahan terulur menyentuh permukaan perut Vidya yang tertutupi oleh baju yang Vidya kenakan.


Vidya memejamkan matanya, ia menahan tangisnya agar tidak meledak lagi.


Gimana nak? Hmm? Hangat kan usapan Ayah? Andai Ayah tau keberadaan kamu, tapi Ummah gk yakin Ayah akan senang dengan kehadiran kamu. Gk apa-apa sayang, Ummah tetep sayang sama kamu.-batin Vidya seolah-oleh sedang berbicara dengan anakknya.


"Udah, ayo tidur." Bisik Arya lembut di telinga Vidya, dan Vidya pun menurut.


Ia memejamkan matanya, Vidya merasakan Arya semakin mempererat pelukannya, membuat Vidya semakin ingin menangis lagi namun sebisa mungkin ia menahannya.


"Selamat tidur, cantik." Arya lagi-lagi berbisik dengan suara beratnya, membuat bulu kuduk Vidya meremang.


Cup


Kemudian Arya mencium keningnya begitu lama, lalu setelah itu Vidya merasakan usapan lembut di kepalanya yang tertutupi kerudung.


Jika di perlakukan seperti ini oleh Arya, apakah Vidya bisa sanggup melepaskan Arya untuk wanita lain? Apakah Vidya sanggup melepaskan suami yang begitu ia cintai namun tak pernah mencintainya? Vidya tidak tau namun semakin ia memikirkan bahwa waktu ia bersama Arya hanya tinggal sedikit lagi, hal itu membuat hati Vidya sangat sakit, dan terasa sangat menyesakkan.


Terlebih lagi dia harus menyembunyikan tentang kehamilannya pada Arya, yang notabennya adalah Ayah dari anak yang ia kandung.


Vidya sengaja meminta dokter Abram untuk tidak memberitahu kehamilannya ini, awalnya dokter Abram menolak.


Namun karna Vidya terus memohon, dokter Abram pun akhirnya setuju untuk merahasiakan kehamilan Vidya dari Arya dan dari siapapun.


Vidya membuka kedua matanya, ia tatap lekat-lekat seluk beluk wajah tampan Arya yang sedang terlelap.


"Maaf..." lirih Vidya yang kembali di rasuki rasa bersalah.


Namun Vidya bisa apa? Ia tidak mau Arya merasa berat ketika melepaskannya nanti jika pria itu tau, kalau di rahim Vidya ada anak nya.


Terimakasih Ya Allah sudah memberikan ku suami seperti Arya, aku menyayanginya sangat menyayanginya. Maafkan aku Ya Allah yang lagi-lagi harus berbohong pada suami hamba sendiri.-batin Vidya sambil tersenyum sendu.


Selamat tinggal Arya.


Assalamu'alaikum semuanyaa! Zeze datang lagii:) gimana nih part ini? Kaget gk pas tau kalau ada dedek bayi di perut Vidya? Haha. Duh duh ketar ketir nih ye sebulan lagi cuy waktu Arya sama Vidya bersama hehe. Bukan karna di ancam sama Tiran ya, emang sebulan lagi tuh pernikahan Vidya dan Arya genap setahun, jadi sesuai perjanjian kan? Mereka bakalan pisah setelah setahun pernikahan mereka :(


Sedih ah Zeze jadinya:( btw kalian ship siapa nih?


#ARYA-VIDYA, atau #ARYA-SIREN, atau, #ARYA-ZEZE*ngarep mulu emang nih Zeze hahaha.


Oke deh jangan lupa vote sama komennya. See you next part!


[FV/V]

__ADS_1


💙


__ADS_2