
Saat ini Syabil kembali melangkahkan kakinya menuju kosan Kevin, sebenarnya tadi Arya hendak mengantarnya tapi Syabil menolak ia tidak mau merepotkan pria itu lagi dan ia juga tidak mau kalau Arya terlalu ikut campur dalam urusannya.
Sedikit lagi Syabil akan sampai ke kosan Kevin, langkah Syabil semakin di percepat, akhirnya Syabil pun sampai di depan pintu kosan Kevin.
Tok tok tok
Syabil mengetuk pintu kosan Kevin, namun pintu tak kunjung di buka. Tangan Syabil terulur menyentuh gagang pintu, dan ternyata pintu kosan Kevin tidak terkunci.
Syabil pun akhirnya masuk ke dalam kosan tersebut, kosan Kevin sangat sepi. Syabil melangkahkan kakinya berusaha mencari keberadaan pacarnya itu.
"Ngapain lo ke sini?"
Sebuah suara membuat Syabil membalikkan badan, senyum Syabil mengembang ketika melihat sosok Kevin.
"Kev, aku di usir dari kontrakkan jadi aku mutusin buat tinggal di sini sama kamu," ujar Syabil menjelaskan alasan keberadaannya.
"Lo mau tinggal sama gue?" Tanya Kevin dan langsung di balas anggukkan oleh Syabil.
Plakkkk
Syabil terkejut ketika mendapat tamparan dari Kevin, tangannya terulur menyentuh pipinya yang saat ini terasa memanas.
"Kamu kenapa nampar aku Kev?" Tanya Syabil dengan mata berkaca-kaca.
"Siapa cowok itu?" Tanya Kevin membuat Syabil mengerenyitkan dahinya bingung.
"Cowok? Siapa Kev? Aku gk ngerti maksud kamu apa," ujar Syabil yang tak mengerti maksud dari perkataan Kevin barusan.
"Jangan pura-pura **** deh, gue liat semuanya! Lo tadi makan sate bareng cowok itu kan? Cowok yang sama, yang udah bikin gue bonyok kaya gini?!"
Syabil memejamkan matanya saat Kevin membentak dirinya, Syabil mulai merasa sangat ketakutan sekarang.
"Kev jangan Kev ... hiks ... jangan," ucap Syabil sambil beringsut mundur namun Kevin malah semakin maju ke arahnya.
Tatapan Kevin benar-benar membuat Syabil sangat ketakutan, Kevin tersenyum miring ia mencengkram rahang Syabil dengan kuat membuat Syabil meringis kesakitan bahkan Syabil memohon-mohon untuk di lepaskan.
Tapi Kevin tidak mendengarkan Syabil, pria itu malah melayangkan pukulan di wajah Syabil membuat sudut bibir Syabil berdarah. Syabil meringis menahan rasa sakit di bibirnya, bahkan ia sudah menangis saat ini.
Berulang kali Syabil melontarkan kata maaf tapi Kevin tidak juga menghentikan tindakannya yang sedang memukuli Syabil berulang kali, bukan di sekujur tubuh Syabil.
__ADS_1
"Ber ... henti Kev, cu ... cukup, aku minta maaf ...." lirih Syabil dengan terbata-bata, tubuhnya kini sudah terjatuh tak berdaya lagi.
Melihat Syabil yang sudah tampak tak berdaya Kevin pun menghentikan aksinya, ia kembali mencengkram rahang Syabil, membuat Syabil harus menatapnya.
"Jangan pernah khianatin gue lagi, gue sayang sama lo jadi jangan coba khianatin gue. Kalau lo berani selingkuh di belakang gue, gue pastiin nyawa lo akan melayang. Ngerti kan lo?"
Syabil menganggukkan kepalanya, Kevin pun menyungingkan senyumannya. Lalu Kevin membawa Syabil ke dalam pelukannya, sifat Kevin sudah kembali agak lembut pada Syabil.
Walaupun agak takut, Syabil tetap membalas pelukkan Kevin.
"Gue sayang sama lo, gue gk mau kehilangan lo Syabil. Gue gk mau lagi di khianatin, cukup ortu gue aja yang ninggalin gue lo jangan."
Syabil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan lirih Kevin, Kevin pun mengecup puncak kepala Syabil. Meskipun Kevin sudah sering menyakitinya tapi Syabil tidak bisa meninggalkan pria itu, Kevin sangat membutuhkan dirinya.
Bagi Syabil, Kevin itu terlalu rapuh. Meskipun pria itu selalu kasar padanya tapi hanya Kevinlah yang selalu ada untuknya, bahkan ketika orang-orang terdekatnya meninggalkan Syabil pergi, Kevin justru datang dan memberikan harapan bagi Syabil untuk tetap bertahan di dunia ini.
Kevin terlalu rapuh jika harus berdiri sendiri, maka dari itu Syabil selalu berusaha memahami Kevin meskipun pria itu kadang tak pernah memahaminya. Bahkan selama ini Syabil tidak tau apakah dirinya benar-benar mencintai Kevin dengan tulus atau hanya perasaan kasian semata, Syabil tak mengerti akan perasaannya sendiri.
.......................
Pagi hari pun tiba, saat ini Arya baru saja selesai mengantarkan Reilla ke sekolahnya. Setelah mengantar Reilla, Arya pun melanjutkan perjalanannya menuju bandara.
Arya baru saja sampai ke bandara, di sana sudah ada Bram yang memang sudah menunggu Arya.
"Mereka belum sampai?" Tanya Arya dan di balas gelengan kepala oleh Bram.
Arya dan Bram pun akhirnya harus menunggu lebih lama lagi, karna merasa haus Arya pun pamit pada Bram untuk membeli minuman terlebih dahulu. Namun saat Arya sedang berjalan tiba-tiba saja ada seorang wanita yang tidak sengaja menabraknya.
"Hati-hati!" Pekik Arya ketika tubuh wanita itu oleng untung saja ia berhasil menangkapnya.
Namun wanita itu segera mendorong tubuh Arya menjauh darinya, Arya menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Wanita itu juga terdiam menatap wajah Arya, wajahnya terlihar memucat. Akhirnya wanita itu memutuskan untuk pergi meninggalkan Arya, Arya yang sadar wanita itu lagi pergi.
"Tunggu!" Panggil Arya berusaha menghentikan wanita itu, namun wanita itu masih terus berlari dan Arya tidak menyerah, ia masih tetap mengejar wanita itu.
"Berhenti!" Teriak Arya lagi yang berdesa-desakkan dengan pengunjung bandara lainnya, kondisi bandara saat ini memang sedang ramai sekali.
Arya menghentikan larinya, ia menoleh ke seluruh arah namun ia tidak menemukan wanita itu. Arya sudah kehilangan jejaknya.
__ADS_1
Akhirnya Arya pun memutuskan untuk menelpon Siren, ia ingin memberitahu apa yang telah ia lihat di bandara. Panggilan pun tersambung tak lama suara Siren pun terdengar.
"Halo Assalamu'alaikum Arya, ada apa nih lo nelpon gue?" Tanya Siren dari sebrang sana.
"Wa'alaikumussalam, Siren ... gue ngeliat dia."
"Ngeliat siapa?"
Arya nampak diam sejenak, lidahnya terlalu kelu untuk menyebutkan nama orang yang baru saja ia lihat. Arya menyugar rambutnya ke belakang, ia tampak sangat kalut saat ini.
"Arya lo ngeliat siapa sih? Jangan bikin gue penasaran deh!"
"Gue liat ... Vidya di bandara," ucap Arya pada akhirnya ia berhasil menyebutkan nama itu.
Arya tidak tau dugaannya benar atau tidak, tapi wanita tadi memiliki wajah yang sangat mirip dengan Vidya. Walaupun Arya hanya bersitatap sejenak saja dengannya tapi Arya bisa langsung mengenali wajah wanita itu, wajahnya benar-benar mirip sekali dengan Vidya.
"Jangan ngadi-ngadi deh lo, Vidya kan udah gk ada. Arya gue tau lo mungkin sangat kehilangan Vidya tapi gue mohon lo harus ikhlasin dia."
Arya berdecak, sudah ia duga pasti Siren tidak akan mempercayainya. Namun Arya yakin bahwa wanita itu memiliki wajah yang mirip dengan Vidya, tapi sayangnya Arya kehilangan jejak wanita itu. Jadi saat ini Arya hanya bisa menerka-nerka saja, tapi Arya juga agak tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Bagaimana mungkin ada wanita lain yang memiliki wajah yang sama dengan Vidya? Itu sangatlah mustahil.
"Halo? Lo baik-baik aja kan?"
Arya baru sadar jika panggilannya masih tersambung dengan Siren.
"Iya, gue baik-baik aja."
"Syukurlah, gue saranin lo istirahat deh ya atau gk periksain mata ke dokter. Siapa tau mata lo bermasalah, gue cuma khawatir aja sama lo."
Arya lama-lama merasa geram juga mendengar ucapan Siren yang menyangka dirinya memiliki masalah gangguan pada mata.
"Hmm, gue mungkin salah liat. Sorry udah ganggu waktu lo, gue tutup telponnya ya."
Tanpa menunggu balasan dari Siren, Arya segera mengakhiri panggilannya secara sepihak.
Arya masih sangat penasaran dengan apa yang ia lihat, bayangan wajah wanita itu kembali menyeruak masuk ke dalam fikiran Arya.
Arya mulai bertanya-tanya sebenarnya siapa wanita itu? Kenapa wajahnya bisa sangat mirip dengan Vidya? Entahlah Arya tidak tau apa yang saat ini semesta takdirkan untuknya, namun yang pasti Arya merasa sangat penasaran dan akan berusaha mencari tau tentang wanita itu entah bagaimanapun caranya, Arya harus tau siapakah sebenarnya wanita yang memiliki wajah mirip dengan Vidya itu.
Hayo kira2 siapa ya wanita itu? Kenapa mukanya bisa mirip Vidya? hehe silahkan komen pendapat kalian tentang part ini😊
__ADS_1