
"Rayn!" Panggil Keira yang menghampiri Rayn.
Laki-laki itu tak menoleh masih fokus menatap wajah mungil Hana yang sedang tersenyum menatap wajah tampan Rayn.
"Lo kenapa sih? Lo marah sama gue?" Tanya Keira meminta penjelasan perihal alasan kenapa Rayn terlihat cuek bebek seperti itu padanya.
Rayn menghela nafasnya, lalu berlalu begitu saja pergi ke halaman belakang namun Keira tetap mengikutinya lalu Rayn berjalan ke teras rumah dan lagi-lagi Keira juga mengikuti, Rayn masih diam tak memperdulikan pertanyaan Keira ia lebih memilih menidurkan Hana kembali.
Saat Hana sudah tidur pulas, Rayn bergegas menuju kamar Hana untuk menidurkannya di box bayi, lagi-lagi Keira ikut membuntutinya hal itu membuat Rayn menghela nafas, rupanya gadis itu keras kepala juga ya tidak merasa lelah untuk terus menerus mengikutinya.
"Heh Rayn mau kemana!" Panggil Keira yang kemudian berlari mengikuti Rayn, rupanya Rayn menuju ke arah kamar mandi.
"Kenapa ikutin saya terus?" Tanya Rayn yang menghentikan langkahnya mendadak membuat tubuh Keira terhuyung menabrak dada bidang Rayn.
"Pelan-pelan kek kalau mau berhenti tuh bilang-bilang dulu," geurut Keira membuat Rayn mengurut pelipisnya.
"Kamu ngapain? Mau ikut saya mandi?" Tanya Rayn membuat Keira menelan salivanya mendengar pertanyaan Rayn barusan.
"Ayo aja kalau mau ikut," kata Rayn lagi membuat mata Keira tambah terbelalak.
Bugh
"Aduh," ucap Rayn mengaduh kesakitan karna tiba-tiba saja dipukul oleh Keira.
"Mesum banget jadi cowok dih!" Setelah mengatakan itu Keira kabur dengan wajah memerah sementara Rayn yang berdiri di depan pintu kamar mandi kebingungan melihat tingkah Keira barusan, tapi kalau di rasa-rasa lagi pukulan Keira bisa dibilang cukup kuat untuk ukuran seorang perempuan.
Tak mau ambil pusing Rayn pun memutuskan untuk masuk ke kamar mandi.
...
Ting tong ting tong
Suara bel rumah berbunyi, Rayn yang sedang melihat ponselnya pun teralihkan perhatiannya.
Ia bangkit menuju ke arah pintu depan.
Cklek
__ADS_1
"Assalamualaikum, perkenalkan saya Rama guru homeschooling nya Keira yang baru," ujar seorang pria bernama Rama yang memperkenalkan diri pada Rayn sebagai guru Keira yang baru.
Rayn mengerenyitkan dahinya, menatap pria di hadapannya ini yang tingginya hampir sama dengannya namun sudah pasti Rayn tebak umurnya lebih tua dari dirinya.
"Silahkan masuk," kata Rayn membukakan pintu dan menyuruh Rama untuk masuk.
Rayn meminta Rama untuk menunggu sebentar, lalu memanggil Bi Siti yang merupakan pembantu rumah tangga di rumahnya untuk membawakan minuman buat Rama.
"Keira mana Bi?" Tanya Rayn pada asisten rumah tangannya itu.
"Non Keira ada di kamar Tuan lagi siap-siap," jawab Bi Siti memberitahu.
"Suruh dia cepat datang, gurunya sudah nunggu."
"Baik Tuan."
Rayn pun kembali duduk berhadapan dengan Rama, si guru baru untuk Keira karena guru yang lama hendak pindah ke luar negri kira-kira itulah yang Rayn dengar dari Keira waktu itu.
Tak lama Keira datang dengan memakai gamis dan kerudung segi empat berwarna mocca membuat dirinya terlihat sangat cantik sekali.
Entah mengapa Rayn tak suka jika Rama memperhatikan Keira seperti itu.
Rayn berdehem singkat lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Keira, saat sudah di depan Keira ia langsung menarik tangan Keira untuk ikut dengannya.
"Kenapa sih narik-narik segala?! Ketauan udah di tungguin sama guru baru gue," kata Keira dengan juteknya karna masih sebal pada Rayn yang sudah mencuekkinya sejak kemarin.
"Ganti pakaian kamu." Keira mengerenyitkan dahi mendengar ucapan bernada perintah yang baru saja diucapkan oleh Rayn.
"Kenapa emangnya? Ini pakaian bersih kok gk kotor dan gk bau, gue juga suka gamis ini. Jadi kenapa gue harus ganti?" Tanya Keira membantah Rayn.
"Kamu mau jadi istri durhaka gk denger perintah suami?"
Jleb
Keira diam, ia menatap sebal pada Rayn lalu berjalan pergi dari hadapan Rayn sambil menghentakkan kakinya kesal.
Rayn mengelengkan kepalanya melihat tingkah Keira barusan, setelah itu ia memilih kembali menemui si guru baru itu.
__ADS_1
"Maaf tunggu sebentar lagi ya," ujar Rayn pada Rama dan di balas anggukkan dan senyuman ramah oleh Rama.
Kemudian Keira pun datang kembali, dengan pakaian yang berbeda dari sebelumnya namun tetap saja ia masih terlihat menawan. Rayn sepertinya tak sadar jika bukan karna bajunya yang membuat Rama menatap penuh kekaguman pada Keira melainkan karna ia tak sadar jika sebenarnya istrinya lah yang menawan lebih dari pada sekedar pakaian yang dikenakannya.
"Ayo dimulai pembelajarannya Pak," ujar Keira semangat namun mendengar Keira memanggil Rama yang muda itu dengan panggilan Pak membuat Rayn ingin tertawa.
"Baik ayo kita mulai," ujar Rama lalu mengikuti Keira untuk duduk di dekat ruang TV tempat biasa ia belajar.
"Ah iya sebelum itu, perkenalkan nama saya Rama Basundara mahasiswa jurusan matematika semester tiga, kamu bisa panggil saya Kak Rama," ujar Rama memperkenalkan dirinya pada Keira.
Rayn berdecih mendengar Rama yang meminta Keira memanggil dirinya dengan sebutan 'Kak' saja dan jangan 'Pak'.
Rayn yang pura-pura melihat ponselnya tetap fokus namun sebenarnya ia saat ini sedang memantau kegiatan belajar Keira.
Sebelumnya Rayn tak pernah risau karna guru homeschooling Keira adalah seorang wanita namun kali ini justru adalah seorang pria bahkan pria muda dan lumayan tampan karna bagi Rayn masih tampanan dirinya juga , lalu umurnya juga hanya beda beberapa tahun saja dengan Keira dan dirinya.
"Kak Rama, saya belum paham materi yang ini. Bisa tolong jelasin ulang gk?" Tanya Keira yang sepertinya kesulitan memahami suatu materi matematika.
Rama mengangguk lalu pindah tempat duduk mendekat ke arah Keira, hal itu tak luput dari pandangan mata Rayn.
Melihat Rama yang duduk terlalu dekat dengan Keira membuat Rayn merasa tak suka, ia mendesah risau lalu bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri Keira dan Rama.
"Minggir sebentar," ujar Rayn tiba-tiba lalu duduk tepat di tengah-tengah antara Keira dan Rama membuat keduanya kebingungan dengan tingkah Rayn.
"Kenapa diam? Silahkan lanjutkan proses belajar mengajarnya," suruh Rayn membua Rama yang tadinya diam menatap bingung Rayn hanya mengangguk lalu kemudian kembali menjelaskan materi pada Keira.
Sementara Keira menatap aneh pada tingkah tiba-tiba Rayn yang menyelip di antara dirinya dan Rama.
Sementara Rayn dengan wajah tanpa dosanya kembali memainkan ponsel melihat hal itu membuat Keira jadi geleng-geleng kepala tak habis fikir dengan kelakuaan Rayn.
...
"Terimakasih Kak Rama untuk pembelajaran hari ini," ujar Keira yang mengantar Rama sampai ke depan pintu rumah untuk pulang.
"Iya sama-sama, kalau masih ada yang belum kamu paham bisa chat nomor saya atau telpon juga boleh nanti saya bantu jelaskan," kata Rama membuat Rayn yang berdiri di sebelah Keira merotasi matanya malas mendengar ucapan basi para cowok buaya darat termasuk si Rama ini.
"Iya Kak, terimakasih ya Kak. Hati-hati di jalan Kak," kata Keira sambil hendak melambaikan tangannya melihat Keira yang mau melambaikan tangannya Rayn segera mengenggam tangan Keira membuat Keira terkejut sekaligus bertanya-tanya ada apa dengan sikap aneh Rayn ini.
__ADS_1