Without You

Without You
24. Dunia Arya


__ADS_3

Part ini dan seterusnya masih pake sudut pandang Author/ Author POV/  Sampai kapan? Nanti saya kasih tau jika sudut pandangnya akan berubah lagi hihi, happy reading!


-


-


-


-


Sepanjang perjalanan, Vidya hanya diam menatap ke arah luar jendela, begitupun dengan Arya, pria itu fokus menyetir.


Vidya merasa sudah sangat megantuk sedaritadi, bahkan ia terus-terusan menguap dan matanya juga sudah berair karna terus-terusan menguap.


Namun Vidya berusaha menahan kantuknya, ia masih ingin tau kemana suaminya itu akan membawanya.


Vidya menahan kantuknya dengan sekuat tenaga, ia ingin terus bersama Arya kemanapun pria itu pergi.


"Lo istri gue kan?" Tanya Arya tiba-tiba mengalihkan perhatian Vidya pada pemandangan malam di luar jendela mobil.


"Iya, kenapa nanya gitu?" Vidya balik bertanya pada Arya.


"Lo mau mengenal gue lebih dalam kan? Sama kaya Siren?" Vidya terdiam namun ia kembali menganggukkan kepalanya, Arya menatap Vidya dari kaca dashboard, karna Vidya duduk di bangku belakang bukan di samping Arya.


"Iya saya mau lebih mengenal kamu, seperti Siren yang sepertinya sudah mengenal kamu sangat dekat." Arya menganggukkan kepalanya.


"Kalau lo mau kenal gue lebih jauh, lo harus terbiasa dengan kehidupan gue."


Vidya kembali menganggukkan kepalanya kali ini dengan senyuman.


"Oke, gue bakalan memperkenalkan lo sama kehidupan gue." Arya kembali fokus menyetir dan tak ada obrolan lagi.


Vidya mengulum senyumannya, mendengar Arya berucap seperti tadi itu artinya Arya mulai mempercayai dirinya, Arya ingin dirinya mengenal sosok pria itu lebih jauh, dan Vidya rasa ini adalah awal yang baik untuk hubungan mereka.


"Ayo turun." Perintah Arya ketika mobilnya sudah berhenti di suatu tempat.


"Kita mau kemana?" Tanya Vidya bingung, Arya berdecak mendengar pertanyaan Vidya.


"Lo beneran titisan Dora, sampe harus mengajukan pertanyaan terus? Hah?"  Jawab Arya sinis, Vidya pun mengatupkan bibirnya.


"Kalau lo mau kenal gue lebih dekat, lo harus janji gk boleh bertanya apapun. Gue ini suami lo dan lo harus nurut sama gue, ngerti?"


Vidya menelan salivanya, ketika Arya mendekatkan wajahnya ke wajah Vidya.


Menatapnya dengan tatapan tajamnya, seolah tersihir oleh pesona Arya. Vidya pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Ayo turun." Arya menarik tangan Vidya untuk turun, dan menyuruh Vidya untuk selalu berjalan di belakangnya.


Vidya menurut saja, ia mengikuti langkah Arya yang membawanya ke suatu tempat yang sangat asing baginya.


Vidya masuk ke dalam tempat itu, pencahayaan lampu di tempat itu terlimah meremang.


Dentuman musik yang kencang yang mampu memekakan telinga mulai terdengar.


Vidya merasa takut namun ia terus mengikuti langkah Arya untuk semakin masuk ke dalam tempat itu.


"Arya tempat ini-" Vidya tanpa sengaja menarik tangan Arya membuat Arya pun menoleh ke belakang.


"Jangan banyak tanya?" Vidya kembali menutup mulutnya.


Ia diam dan kembali mengikuti langkah Arya meskipun ia sangat takut berada di tempat ini.

__ADS_1


"Widih bro! Apa kabar bro?" Seorang laki-laki yang sedang di himpit dua orang wanita di kanan kirinya dengan pakaian kurang bahan itu terlihat menyapa Arya dengan begitu akrab.


Vidya hanya diam memperhatikan interaksi keduanya, bahkan pria itu sepertinya belum menyadari kehadiran Vidya di sini.


"Baik, widih cewek baru?" Tanya Arya, laki-laki itu tertawa lalu tangannya merangkul kedua perempuan berpakaian kurang bahan itu.


"Biasalah buat nemenin tidur malam ini hahaha."


Vidya menelan salivanya dengan susah payah, ketika mendengar ucapan laki-laki itu.


Ia menatap ke sekelilingnya banyak wanita yang berpakaian yang kurang bahan juga di tempat ini, bahkan banyak juga dari mereka yang sedaritadi menatap aneh ke arahnya tapi Vidya tidak perduli, bagi Vidya mereka yang aneh di matanya.


"Dimana yang lain?" Tanya Arya pada laki-laki itu.


"Mereka ada di-" ucapannya terhenti ketika ia melihat Vidya yang berdiri ah lebih tepatnya bersembunyi di belakang Arya.


Tubuh kecil Vidya sedaritadi tertutup oleh tubuh Arya yang menjulang tinggi.


"Di belakang lo itu...siapa?" Tanya laki-laki itu, Arya pun mengeser tubuhnya lalu menyuruh Vidya untuk berdiri di sampingnya.


"Dia..." Arya mengantung ucapannya ia memperhatikan Vidya sebentar, sedangkan Vidya mengerenyitkan dahinya bingung ketika Arya menatapnya seperti itu.


"Dia istri gue."


Vidya membulatkan matanya, saat mendengar Arya memperkenalkan dia sebagai istrinya, Vidya sangat senang mendengar hal itu.


"Gila lo! Lo gila! Bener-bener edan!" Laki-laki itu memasang wajah tak percayanya.


"Lo nemu dimana cewek secantik ini bro?!" Pekiknya yang menatap takjub ke arah Vidya, sementara itu Vidya yang merasa tidak nyaman di tatap seperti itu kembali bersembunyi di belakang Arya.


"Arya... ayo pulang." Ucap Vidya lirih dari belakang Arya, namun Arya tak mengubrisnya.


"Anterin gue ke yang lain."  Ujar Arya pada laki-laki itu, laki-laki itu masih terus menatap Vidya.


"Ah iya, oke ayo ikut gue." Arya pun menoleh sebentar ke arah Vidya.


Lalu Arya pun berjalan mengukuti laki-laki itu yang merupakan temannya, dan mau tak mau Vidya pun mengikuti langkah Arya.


"Mereka ada di dalam sini." Ujar laki-laki itu, Arya pun menganggukkan kepalanya.


"Ayo masuk." Ajak laki-laki itu yang sudah membuka pintu tersebut.


Arya pun masuk sementara Vidya masih diam di ambang pintu.


"Ayo cantik silahkan masuk." Ujar laki-laki itu sambil tersenyum mengoda pada Vidya.


Vidya yang ketakutan pun akhirnya berlari mengejar Arya yang berjalan mendahuluinya.


"Wah liat siapa yang datang, si pemikat wanita haha." Ucap seorang wanita dengan pakaian yang membuat Vidya gelen-geleng kepala, Vidya sedaritadi sudah kembali berdiri di belakang Arya.


"Ayo sayang mau main malam ini?" Arya menatap seorang perempuan berbeda yang tiba-tiba datang terlihat seperti merayu Arya, bahkan ia bergelayut manja di lengan Arya.


"Ck Rafi singkirin ****** lo ini dari gue."  Ujar Arya, kemudian pria bernama Rafi yang duduk di sebelah wanita yang tadi menyapa Arya itu terkekeh.


"Biasanya juga lo nikmatin servis mereka haha."


Vidya hanya diam, namun ia mengerti satu hal bahwa suaminya sudah sering datang ke tempat seperti ini.


"Kita bakalan pesta malam ini, kita senang-senang haha." Ujar Rafi yang kembali menciumi perempuan yang tadi mencoba mengoda Arya, yang Arya panggil dengan sebutan ******.


"Tunggu dulu gue ikut gabung malam ini." Kemudian tatapan semua yang ada di ruangan itu beralih menatap laki-laki yang sedaritadi menatap Vidya dengan tatapan nakalnya.

__ADS_1


Vidya yang melihat laki-laki itu lagi semakin bersembunyi di belakang Arya.


"Kenapa? Tumben banget lo mau gabung sama kita? Biasanya lo lebih seneng joget di luar sana?" Tanya wanita itu yang baru saja selesai menghisap rokoknya.


"Malam ini gue mau di sini." Ucapnya lalu kembali melirik ke arah Vidya yang sedang melihat laki-laki itu dengan takut.


"Wah mantep nih Bram kalau lo ikut." Ucap Rafi kepada laki-laki yang sedaritadi menatap nakal pada Vidya itu yang ternyata bernama Bram.


"Ah sebelum pesta, kayanya ada yang mau Arya kenalin ke kita deh." Ucap Bram menatap Arya penuh arti.


Perhatian kini teralih pada Arya.


Arya mengarahkan sebelah tangannya kebelakang, ia mengcekram pergelangan tangan Vidya, lalu menarik keluar gadis itu dari balik punggungnya.


Baik Rafi maupun wanita itu terkejut melihat sosok Vidya yang sedaritadi tak mereka sadari kehadirannya.


"Astaga..." ucap Rafi yang begitu tercengang melihat sosok Vidya, sementara itu Vidya hanya dia sambil menundukkan kepalanya.


"Pfttt dia kayanya salah kostum deh haha, itu mah kostum buat ke pengajian bukan ke tempat dugem." Ujar Rafi menertawakan penampilan Vidya, Bram berdecak mendengar tawa Rafi, Rafi belum melihat wajah Vidya. Bram yakin jika Rafi melihat wajah Vidya dia pasti akan terpesona pada Vidya sama seperti Bram yang terpesona melihat paras cantik Vidya.


"Arya..." Vidya berujar lirih namun masih setia menundukkan kepalanya, Arya sudah berjalan menjauh darinya dan duduk di sebelah Rafi.


"Arya, lo nemu ibu-ibu dimana? Astaga kocak banget hahaha, dia nunduk terus pasti mukanya jelek terus keriput kan? Haha." Rafi kembali terbahak bersama para perempuan yang berdiri di kanan dan kirinya.


Bram kesal sendiri mendengar Rafi yang sedaritadi tertawa dan menghina Vidya.


"Lo belum liat dia, jadi mendingan lo diem!" Bentak Bram yang memperingati Rafi.


"Oh ya? Emang dia kenapa sih hah?" Tanya Rafi yang penasaran dengan ucapan Bram.


Bram pun maju lalu tangannya tiba-tiba terulur dan mengangkat dagu Vidya dan mencengkramnya.


"Lo liat sendiri! Bilang sama gue dimana letak keriputnya hah?!" Tanya Bram yang mencengkram dagu Vidya agar tidak kembali menunduk.


Vidya meringis kesakitan mendapatkan perlakuan seperti itu dari Bram, ia menatap ke arah Arya meminta tolong, namun Arya malah memalingkan pandangannya.


"Astaga...ini mah bidadari!" Pekik Rafi tak percaya ketika melihat wajah cantik Vidya, padahal wajah itu sebelumnya selalu Vidya tutupi di balik cadarnya.


Bukan hanya Rafi yang kaget tapi wanita itu juga kaget ketika melihat wajah Vidya.


"Arya kasih tau gue, lo nemu dia dimana? ***** lo ya beruntung banget astaga."


Arya hanya diam mendengar ucapan Rafi, bahkan ia hanya diam ketika kedua temannya menatap Vidya dengan tatapan tidak biasa atau bisa di bilang tatapan penuh ketertarikan.


"Dia siapa lo?" Arya menoleh ketika mendengar pertanyaan dari wanita itu yang juga merupakan temannya.


"Dia istrinya Arya." Belum sempat Arya menjawab, Bram sudah mewakilaknnya.


Bram tersenyum ketika Vidya melirik ke arahnya.


"Le...lepas sa...sakit." lirih Vidya pada Bram.


"Ah ya ampun, sakit ya sayang?hmm? Maaf ya." Bram pun melepaskan cengkraman tangannya di dagu Vidya, mata Vidya mulai berkaca-kaca ia lalu berlari menghampiri Arya dan kembali berdiri di belakang Arya yang sedang duduk.


Arya menolehkan kepalanya ke arah Vidya ketika ia mendengar suara tangisan tertahan yang keluar dari mulut Vidya namun Arya tak memperdulikannya.


Dengan mengajak Vidya ke tempat seperti ini, sama saja membuat trauma masalalu Vidya kembali, apalagi tatapan dari Bram yang sama dengan tatapan para pelaku pemerkosa itu.


Vidya memberanikan diri mengarahkan tangannya lalu mencengram kuat baju belakang Arya yang tak perduli sama sekali dengan ketakutan yang Vidya alami.


Krieett

__ADS_1


Lalu pintu itu pun kembali terbuka membuat tatapan orang-orang yang ada di dalam terarah ke arah pintu itu.


"Arya, kejutan!"


__ADS_2