Without You

Without You
[S3] Kedatangan Aksara


__ADS_3

Reilla begitu senang saat mendapatkan kabar bahwa Ummahnya saat ini sedang mengandung lagi, itu artinya ia akan segera punya adik baru nanti.


Selama Vidya hamil anak ketiga nya, Arya tak pernah membiarkan Vidya merasa kelelahan. Ia selalu membantu Vidya melakukan apapun, begitupun dengan Bi Imah yang juga selalu membantu Vidya.


Vidya merasa senang karna ada orang-orang yang begitu baik dan memperhatikan dirinya. Saat ini ada Reilla sedang memijiti kaki Vidya, ia merasa senang bisa ikut merawat Ummahnya. Tidak hanya Arya, Reilla juga sangat over protectif dengan Vidya. Ia begitu memperhatikan Vidya, bahkan ia selalu menyuruh Vidya untuk tidak berkerja yang berat-berat dan katanya biar dia saja yang membantu Bi Imah di dapur ataupun mengurus rumah.


"Enak gk Ummah pijetannya Rei?" Tanya Reilla sambil menatap pada Vidya.


"Enak banget, makasih sayang," ujar Vidya sambil mengusap kepala Reilla lembut. Reilla mengangguk dan tersenyum.


"Kamu gk ada tugas dari kampus?" Tanya Vidya lagi, dan di balas gelengan kepala oleh Reilla.


Tok tok tok


"Permisi Nyonya," ucap Bi Imah yang ternyata sudah berdiri di ambang pintu kamar Vidya.


"Iya, ada apa Bi?" Tanya Vidya melihat kedatangan Bi Imah.


"Ada Mbak Siren di bawa Nyonya," ucap Bi Imah lagi.


Vidya menganguk dan meminta Reilla untuk berhenti memijatinya, ia dan Reilla lalu keluar dari kamar. Berjalan menuju ruang tamu, di mana Siren berada saat ini.


"Wah selamat ya Vidya! Aku ikut seneng dengar kabar kalau kamu lagi hamil lagi," ucap Siren begitu antusias.


"Makasih ya Siren," ucap Vidya sambil tersenyum senang melihat Siren yang begitu senang mengetahui perihal kehamilannya.


"Ah iya, aku ke sini bawain kamu hadiah. Aku juga mau minta tolong sama kamu," ucap Siren menatap serius Vidya.


"Ada apa ya?" Tanya Vidya sambil mengerutkan dahinya, bingung.


"Aku mau titip Aksa di sini, boleh gk? Soalnya aku bakalan ada urusan bisnis jauh, sedangkan Bi Iyem gk bisa ke rumah karna lagi mengurus anaknya yang baru saja melahirkan. Aku khawatir kalau ninggalin Aksa sendiri di rumah," ucap Siren lagi. Vidya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Ya sudah gk apa-apa kok, kamu bisa titipin Aksa di sini. Lagi pula kita juga punya kamar tamu, Aksa bisa tidur di sana nantinya," kata Vidya lagi. Siren pun tersenyum lega tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada Vidya.


"Kapan kamu mau berangkat untuk urusan bisnisnya?" Tanya Vidya lagi.


"Malam ini, Aksara juga sebentar lagi datang. Dia lagi nyiapin pakaiannya untuk tinggal di sini sementara waktu sampai urusan bisnis ku selesai," jelas Siren lagi.


"Permisi, silahkan di nikmati ya Tante," ujar Reilla yang datang membawa nampan berisikan camilan dan teh hangat untuk Siren.

__ADS_1


"Ya ampun Rei sayang, gk usah repot-repot. Tante sebentar lagi juga mau pergi lagi kok," kata Siren yang merasa tak enak.


"Gk apa-apa kok, gk ngerepotin sama sekali Tan," sahut Reilla lagi sambil menyungingkan senyumannya.


Ting tong ting tong


"Rei, tolong bukain pintunya ya," suruh Vidya saat bel pintu rumah mereka berbunyi.


Reilla mengangguk patuh, ia lalu berjalan ke arah pintu rumahnya untuk membukakan pintu.


"Iya sebentar," ucap Reilla lalu membukakan pintu rumahnya.


Reilla agak kaget, saat melihat sosok Aksara sudah berdiri di depannya sambil membawa tas yang ia sampirkan di pundak.


"Gue boleh masuk?" Tanya Aksara sambil menaikkan satu alisnya.


"Ah iya, silahkan Kak," kata Reilla sambil menyungingkan senyumannya dan agak menyingkir sedikit untuk memberikan Aksara jalan agar ia bisa masuk ke rumah.


Aksara pun berjalan lebih dulu dari Reilla, Reilla berjalan tepat di belakang Aksara. Ia menundukkan kepalanya, tak berani menatap punggung tegap Aksara.


Dughh


"Sakit gk?" Tanya Aksara yang sudah membalikkan badannya menatap Reilla yang sedang mengusap-usap dahinya.


"Sedikit, tapi gk apa-apa kok Kak," kata Reilla sambil menyungingkan senyumannya.


"Oke," jawab Aksara singkat.


"Ayo silahkan Kak," kata Reilla lagi mempersilahkan Aksara untuk melanjutkan langkahnya.


"Lo duluan," ucap Aksara yang menyuruh Reilla untuk berjalan lebih dahulu di depannya. Reilla menurut, ia berjalan lebih dulu di depan Aksara.


"Nah ini anaknya udah datang," kata Siren saat melihat sosok Aksara yang datang bersama dengan Reilla.


"Sini duduk Sa," kata Vidya yang menyuruh Aksara untuk duduk. Aksara mengangguk lalu duduk tepat di samping Bundanya.


"Malam ini dan seminggu ke depan, kamu tinggal di rumahnya Tante Vidya dan Om Arya ya."


Aksara mengangguk patuh, Siren tersenyum pada Vidya dan di balas senyumannya itu oleh Vidya.

__ADS_1


"Makasih banyak loh ya Vidya, aku titip anakku di sini ya," kata Siren lagi dan di balas anggukkan kepala oleh Vidya.


"Kamu jangan nakal ya Sa, harus nurut apa kata Tante Vidya dan Om Arya," pesan Siren sambil mengusap kepala putranya.


Aksara mengangguk, menuruti ucapan Bundanya itu.


"Ya sudah kalau gitu, aku pergi dulu ya. Titip Aksara ya Rei," kata Siren tiba-tiba membuat Reilla yang sedaritadi terkejut jadi gelagapan sendiri.


"Ah iya Tante," jawab Reilla pada akhirnya.


Siren tersenyum, ia lalu pamit pada Vidya dan Reilla tak lupa juga ia pamit pada putranya itu. Setelah itu Siren pun pergi dari rumah Vidya, katanya malam ini ia akan segera menuju bandara untuk melakukan perjalanan bisnisnya.


"Aksara nanti di antar sama Rei ya ke kamar kamu, gk usah sungkan kalau perlu apa-apa bilang aja sama Tante atau Om, atau sama Rei juga boleh. Anggap saja rumah sendiri ya Sa," kata Vidya sambil tersenyum lembut. Aksara membalas senyuman Vidya samar sambil mengangguk sopan dan tak lupa juga mengucapkan terimakasih.


"Tante tinggal dulu ya, mau ke kamar dulu," ucap Vidya dan di balas anggukkan kepala oleh Aksara.


"Lo gk mau anter gue ke kamar?" Tanya Aksara membuyarkan lamunan Reilla.


"Maaf, ayo Kak. Biar saya antar," ucap Reilla lagi sambil tersenyum agak kikuk.


Aksara mengangguk, lalu berjalan mengikuti langkah Reilla yang akan menunjukkan kamarnya selama seminggu ke depan.


"Ini kamar tamu nya, Kak Aksa bisa tidur di sini," ucap Reilla yang sudah membukakan pintu kamar tamu.


Aksara menatap kamar tersebut, kamar tersebut sangat rapih dan terasa begitu nyaman. Aksara menganggukkan kepalanya, sambil menatap sekeliling kamar tamu yang akan menjadi kamarnya itu.


"Nyaman, gue suka," kata Aksara lagi.


Reilla menghela nafas lega, ternyata Aksara menyukai kamar barunya.


"Ngg, kalau gitu saya permisi dulu ya Kak," pamit Reilla hendak kembali ke kamarnya.


"Tunggu bentar," ucap Aksara tiba-tiba membuat langkah Reilla terhenti dan kembali menoleh ke arah Aksara lagi.


"Ada apa lagi ya Kak?" Tanya Reilla sopan.


Aksara terlihat merongoh sesuatu dari dalam kantong tasnya, ia lalu menyodorkan sesuatu itu pada Reilla.


"Ini coklat, buat lo."

__ADS_1


Reilla menatap coklat itu dan juga Aksara secara bergantian. Reilla menyungingkan senyumannya, tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada Aksara yang sudah memberikannya coklat. Tanpa Reilla sadari bahwa rasa suka dan kagumnya pada Aksara semakin kuat, dan tanpa Reilla sadari juga itu justru akan membawa ia semakin dekat pada perasaan kecewa.


__ADS_2