
Part ini memakai sudut pandang penulis/ Author POV.
Okee deh Happy reading!
-
-
-
-
-
Hari ini adalah hari dimana sidang perihal kasus penculikkan terhadap Vidya di mulai.
Vidya beserta keluarganya sudah tiba di kantor pengadilan, begitupun dengan Arya yang juga sudah ada di tempat itu juga.
Hari ini adalah hari yang menentukan apakah Siren memang bersalah atau justru tidak sama sekali.
Vidya berulang kali berusaha mengatur nafasnya, ia sedikit gugup. Karna semuanya akan terungkap tuntas hari ini juga.
Astrid mengenggam jari-jemari Vidya dengan erat, wanita itu memberikan senyuman yang diharapkan dapat menenangkan Vidya.
Selain Astrid, di sebelah Vidya juga ada Umi yang sedaritadi selalu berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja dan Vidya tidak perlu khawatir.
Persidangan pun di mulai, suasana terasa menenangkan. Bahkan Siren juga ada di sana begitu pula dengan si penculik itu.
Lumayan panjang proses persidangan ini, dan kini tiba saatnya Arya di persilahkan untuk menyampaikan bukti-bukti yang ia punya untuk membela bahwa Siren tak bersalah.
"Sekali lagi saya ingin bilang, bahwa Siren memang tak bersalah sama seperti yang pernah saya katakan sebelumnya dan kini saya kembali mengatakan hal yang sama." Ucap Arya yang memakai bahasa bakunya, terlihat berbeda karna biasanya pria itu selalu memakai bahasa gaul dan terdengar agak kasar.
"Sama seperti sebelumnya, saya juga masih bersikukuh ingin membuktikan bahwa Siren tidak bersalah dalam kasus ini dan saya sekarang kembali tidak dengan tangan kosong melainkan ada banyak bukti yang siap saya tunjukkan pada persidangan hari ini."
__ADS_1
Arya berucap dengan begitu mantap, dari matanya terpancar sebuah tekad bahwa apapun caranya ia pasti akan membuktikan kalau Siren tak bersalah dalam kasus ini.
Vidya yang melihat hal itu menghembuskan nafasnya pelan, dalam hati ia tertawa sendu.
Menertawai Arya yang sebegitu gigih nya membela Siren, apakah memang posisi Siren di hidup Arya sangat penting ketimbang dirinya? Bahkan dulu saat Vidya mengatakan bahwa Siren berusaha membunuhnya, Arya bahkan tak percaya dan malah menyalahkannya.
Pria itu juga tidak mencari tahu terlebih dahulu, apakah yang Vidya katakan saat itu benar adanya atau hanya sekedar bohong belaka.
Harusnya Arya menelusurinya juga, seperti saat Arya menelusuri kasus Siren, dan ya dari sini Vidya tau kalau memang posisi dirinya di hidup Arya memang tak ada artinya jika dibandingkan dengan posisi Siren di hidup Arya.
"Di sini saya akan menjelaskan perihal bukti yang sudah saya dapatkan, saya mohon izin untuk bisa menunjukkan bukti-bukti tersebut."
Ucapan Arya barusan membuat Vidya kembali fokus dengan apa yang ingin Arya katakan dan tunjukkan.
Arya terlihat telah menyiapkan sebuah map berwarna biru, ia lalu membuka map tersebut dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana.
"Ini adalah bukti yang sudah saya dan rekan-rekan saya dapatkan, untuk membuktikan bahwa istri saya tidak bersalah dalam kasus ini dan saya mohon izin untuk menjelaskannya."
"Silahkan." Ucap pak Jaksa yang mempersilahkan Arya untuk menjelaskan bukti-bukti yang ia punya.
Sadar Arya sedang menatap ke arahnya, Vidya segera menundukkan kepalanya tidak mau bersitatap dengan manik mata Arya.
"Oke baik, langsung saja saya akan menjelaskan bukti-bukti yang saya punya."
Lalu mulailah Arya menjelaskan semuanya, pertama ia menunjukkan sebuah gawai yang entah gawai milik siapa itu.
Arya menjelaskan bahwa gawai itu di temukan dari hasil ia dan timnya dan juga para kepolisian yang kembali menelusuri hutan tempat penculikkan itu terjadi.
Dan Arya menemukan ponsel tersebut, namun sayangnya ponsek itu memakai kata sandi jadi tidak bisa di buka.
Dan ya bukan Arya namanya jika ia tidak bisa mencari akal lainnya, dengan di bantu oleh salah satu teman Arya yang kebetulan jago dalam bidang IT atau hal sejenisnya, alhasil ponsel tersebut pun bisa terbuka.
Arya juga sudah menyalin data-data penting yang ia dapat dari dalam ponsel itu.
__ADS_1
Arya meminta untuk bukti tersebut bisa di tampilkan dengan proyektor agar semua orang yang ada di sana bisa melihatnya juga.
Layar proyektor menunjukkan sebuah gambar yang merupakan gambar yang menampilkan sebuah percakapan singkat di salah satu aplikasi perpesanan yang memang sedang hits di jaman ini.
Kira-kira setelah di baca, isi chattan itu adalah percakapan antara si penculik dengan orang yang merupakan dalang dari kejadian penculikkan ini.
Di pesan itu mereka melakukan percakapan yang membahas tentang rencana untuk menculik Vidya, dan berapa bayaran yang penculik itu bisa dapat jika ia berhasil menjalankan misi untuk melenyapkan Vidya.
Vidya kaget setelah membaca nominal yang di tawarkan oleh si dalang dari penculikkan ini, yang kisaran nominalnya hampir mendekati angka satu miliyar.
Vidya tidak habis fikir, untuk apa orang itu menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk melenyapkan dirinya yang bahkan Vidya sendiri tidak tau apa kesalahannya.
Setelah bukti percakapan singkat itu, Arya juga menunjukkan pesan suara atau voice note yang di putar dengan keras agar semua orang juga bisa ikut mendengarnya.
Dari suara voice note itu dapat di simpulkan bahwa orang atau otak di balik penculikkan ini adalah seorang perempuan.
Lalu tidak sampai hanya di situ, Arya juga memutar suara Siren lalu membandingkannya dengan suara di voice note milik dalang di balik penculikan ini.
Jelas sekali terdengar di indra pendengeran para hadirin yang ada di sana, jelas-jelas suara itu sangatlah berbeda.
Namun hal itu di sangkal oleh dokter Adnan, dokter Adnan bilang bisa saja suara itu sudah menggalami pengeditan karna di zaman yang serba canggih seperti ini apa saja bisa di rubah dengan cara di edit termasuk kedua suara tersebut.
Namun asumsi dokter Adnan di patahkan oleh petugas kepolisian yang sebelumnya juga sudah memeriksa keaslian dari suara tersebut, yang memang tidak mengandung unsur pengeditan atau rekayasa, hal itu berarti membuktikan bahwa rekaman dua suara itu memang asli.
Lalu Arya juga kembaki menunjukkan bukti yang lainnya, yang membuat orang-orang di sana tidak menyangka bahwa Arya bisa menemukan bukti yang sedemikian detail dan sedaritadi tak dapat terbantahkan.
Segala bukti sudah Arya perlihatkan, semua orang yang hadir di tempat itu juga sudah melihat dan mendengarkan segalanya dengan penuh seksama.
Namun sebelum Arya mengakhiri ucapannya, Arya memiliki satu bukti terakhir yang ia punya dan bukti yang terakhir ini akan sangat membantu dalam penyelidikan siapa dalang di balik kasus ini.
Semua orang nampak tegang, Arya ternyata berhasil melacak nomor milik si dalang dari penculikkan kasus Vidya ini.
Semua orang geleng-geleng kepala, sama-sama penasaran dengan kasus ini.
__ADS_1
Karna jika bukan Siren dalang dari ini semua, lalu siapakah dalang dari semua kerumitan ini?