Without You

Without You
[S3] Kehidupan tanpa Gama


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, semenjak kepergian Gama. Vidya dan Arya sedang belajar untuk menerima takdir, mereka berusaha untuk bisa mengikhlaskan Gama.


Cara Vidya agar tidak terus kefikiran tentang Gama, yaitu dengan menyibukkan diri nya dengan beragam aktivitas yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan. Vidya mulai belajar menjahit, untuk mengalihkan fikirannya dari segala kenangan yang berkaitan dengan Gama.


Walaupun pada awalnya Vidya selalu merasa bahwa putranya belum benar-benar pergi, ia merasa jika Gama masih ada di dunia ini. Vidya pernah bertemu Gama dalam mimpi, di dalam mimpinya itu Gama meminta tolong pada Vidya untuk menyelamatkannya dan menjemputnya pulang. Namun saat terbangun dari tidur, Vidya sadar bahwa itu hanyalah mimpi dan mimpi hanyalah bunga tidur yang tidak bisa serta merta di percayai begitu saja.


Lain hal nya dengan Vidya, Arya juga sedang berusaha menyibukkan dirinya dalam pekerjaan. Bahkan Arya selalu pergi ke luar Kota untuk urusan pekerjaannya, padahal pria itu biasanya menyuruh Bram jika ada pekerjaan yang mengaharuskan dia pergi keluar Kota. Alasannya sangat sederhana, Arya tak pernah bisa tega meninggalkan Gama, karna putranya itu selalu meminta nya bermain bersama dan Arya tak pernah menolak permintaan Gama.


Tapi sekarang keadaannya sudah berbeda, Gama sudah tiada lagi dan tak ada alasan bagi Arya untuk tidak menerima urusan pekerjaan yang ada di luar Kota.


Sementara itu di lain sisi ada Reilla, gadis itu mulai menyibukkan dirinya dengan menulis, salah satunya adalah novel. Dua karya nya Reilla bahkan sudah di terbitkan dan banyak peminatnya, karya pertama Reilla ia dedikasikan untuk Gama, adiknya yang sudah lama pergi meninggalkan dirinya.


Reilla menatap langit siang ini yang terasa begitu teduh, tak sepanas biasanya. Reilla melihat ke arah awan yang terlihat bergerak, senyuman sendu melukis di bibir Reilla. Lalu tatapannya beralih ke arah sebuah gundukkan tanah yang terdapat batu nisan bertuliskan nama adik tersayangnya.


Tangan Reilla terulur mengusap lembut batu nisan milik Gama, mata Reilla mulai berkaca-kaca. Tangannya bergetar, mengusap perlahan batu nisan tersebut. Dengan susah payah ia tetap berusaha menyungingkan senyumannya.


"Kakak gk akan nangis lagi Gama, kamu pernah bilang kalau kamu gk pernah suka lihat Kakak nangis kan? Makannya Kakak berusaha gk nangis supaya gk bikin kamu sedih dan marah." Reilla menarik nafasnya sebentar dan menghembuskannya secara perlahan, senyumannya semakin ia lebarkan walaupun dengan suasana hati yang berbanding terbalik dengan ekspresi yang sedang ia tampilkan kini.


"Gama tau kan kalau Kakak sayang banget sama Gama? Maaf ya kalau Kakak sering galak sama Kamu, habisnya kadang kamu suka nakal sih," ujar Reilla lagi sambil mengerucutkan bibirnya saat mengingat tingkah nakal Gama.


"Tapi walaupun kamu nakal, Kakak tetap sayang banget sama Gama. Walaupun Kakak suka marah sama kamu, percayalah Kakak gk pernah benar-benae marah. Mana mungkin Kakak bakalan terus marah kalau muka kamu aja gemesin banget," ujar Reilla lagi sambil terkekeh pelan.


"Gama apa kabar di sana? Semoga baik-baik aja ya dan selalu bahagia, lihat Kakak bawa apa nih? Tadaa, Kakak bawa robot mainan yang dulu sempat kamu minta ke Kakak kan? Ini Kakak udah beliin lama buat kamu tapi Kakak belum sempat ngasihnya karna rencananya mau Kakak kasih ke kamu pas ulang tahun kamu, tapi nyatanya Allah sudah berkehendak lain." Reilla menarik nafas dan membuangnya perlahan, kembali menatap nanar batu nisan Gama.


"Allah sangat menyayangi Gama, dan Allah mau bertemu dengan Gama lebih dulu. Walaupun Kakak di sini sedih gk ada Gama, tapi Kakak yakin kita pasti akan bertemu lagi, dan akan bersama-sama lagi. Kakak cinta Gama, dulu, sekarang, dan selamanya. Kamu tetap adik yang terbaik," ujar Reilla dengan begitu tulusnya. Pandangan mata nya mulai mengabur karna air mata yang sudah memenuhi pelupuk matanya dan jika Reilla berkedip sekali saja maka air mata itu pasti akan berjatuhan.


"Istirahatlah dengan tenang Gama, di sini Kakak pasti akan merindukan mu. Terimakasih sudah hadir di kehidupan Kakak, semoga kita akan bertemu kembali di Syurga nya Allah nanti." Reilla terlihat menarik nafasnya dengan susah payah dan menghembuskannya dengan sekali hentakkan.


"Kakak pulang dulu ya, kamu di sini baik-baik ya Gama. Kakak akan sangat merindukan kamu," ujar Reilla lagi lalu setelah itu ia berdiri dan bangkit serta berjalan menjauh dari area pemakaman.


Reilla sedang melangkah kan kaki nya untuk pulang ke rumah, jarak antara komplek rumahnya dan pemakaman tidak terlalu jauh jadi bisa juga di tempuh dengan jalan kaki saja.


"Rei, dari mana?"


Reilla tersentak kaget, namun kemudian ia menghela nafasnya saat melihat sosok Keanu yang tengah menyungingkan senyumannya pada Reilla.


"Habis ketemu Gama," jawab Reilla dengan senyuman sendunya.


Keanu terdiam, ia kemudian memperhatikan mata Reilla yang terlihat sembab. Keanu yakin bahwa Reilla memang habis menangis saat ini.


"Rei mampir ke rumah ku dulu yuk, hari ini ulang tahun pernikahannya Abi dan Bunda. Mereka mengadakan acara makan-makan di rumah, ya kecil-kecilan sih, mau ikut gk?" Ajak Keanu.


Reilla terlihat berfikir, lalu kemudian menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Keanu tersenyum senang melihat anggukkan kepala Reilla.

__ADS_1


"Tapi aku pulang dulu ya, mau ganti baju dan pamit sama Ummah dulu," kata Reilla lagi dan di balas acungan ibu jari oleh Keanu.


"Aku permisi dulu ya Kean, Assalamu'alaikum," ucap Reilla dan setelah salamnya di jawab oleh Keanu, ia pun mulai melanjutkan langkahnya pulang menuju rumah.


Sementara itu Keanu masih memandangi punggung Reilla yang mulai menjauh, dan hilang di tikungan gang komplek perumahan. Keanu tersenyum senang, ia kemudian segera melangkah pulanga dan memberitahukan hal ini pada Bunda dan juga saudara kembarnya bahwa Reilla akan ikut bergabung siang ini di acara pesta pernikahan Bunda dan Abi nya, Keanu sangat senang sekali.


[]


"Assalamu'alaikum Ummah," ucap Reilla yang baru saja tiba di rumah.


"Wa'alaikumussalam Rei, baru pulang? Dari mana?" Tanya Vidya yang baru saja menghentikan kegiatan menjahitnya.


"Dari rumah Kae," ucap Reilla terpaksa berbohong karna jika ia mengatakan bahwa dirinya baru saja pulang dari pemakaman untuk mengunjungi makam Gama, sudah pasti ia akan membuat Ummah nya kembali bersedih.


"Ya sudah, ganti baju dulu sana. Ummah udah buatin makan siang buat kamu," kata Vidya lembut.


"Iya, Ummah tadi Rei di undang ke pesta ulang tahunnya pernikahan Abi dan Bunda nya Kayla dan Keanu. Rei boleh datang ke sana gk Ummah, acaranya siang ini kok, boleh gk?" Tanya Reilla menatap ke arah Vidya yang sedang menatapnya juga.


"Boleh dong, Ummah akan siapkan kadonya nanti. Sekarang kamu makan dulu lalu siap-siap gih," titah Vidya dan di balas anggukkan patuh oleh Reilla yang lalu berlalu dari hadapan Vidya.


[]


Reilla sudah sampai di depan rumah Keanu, ia melihat ada banyak kendaraan yang terparkir di depan rumahnya. Pasti tamu yang datang lumayan banyak, padahal Keanu tadi bilang tidak terlalu banyak tamu yang datang, dasar memang Keanu.


"Assalamu'alaikum," ucap Reilla saat sudah berada di ambang pintu.


"Wa'alaikumussalam, akhirnya kamu datang juga! Ayo masuk Rei."


Reilla belum menjawab tapi Kayla sudah menariknya masuk, saudara kembar Keanu itu terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan Reilla di rumah nya.


"Ayo Rei, aku antar ke Bunda dan Abi," ajak Kayla yang sudah menarik tangan Reilla untuk mengikutinya dan Reilla hanya bisa pasrah saja.


"Bunda, Abi. Lihat nih siapa yang datang!" Seru Kayla dengan suara penuh antusiasnya.


Lalu kedua orang tua Kayla pun menoleh seraya tersenyum melihat kehadiran Reilla.


"Assalamu'alaikum, Om Langit dan Tante Binar," sapa Reilla dengan sopan.


Perempuan yang umurnya sama dengan Vidya itu pun tersenyum dan membalas salam Reilla, ia terlihat senang dengan kedatangan Reilla begitupun dengan pria tampan di sampingnya yang tak lain adalah Langit, Abi dari Keanu dan Kayla.


"Akhirnya kamu datang juga, Keanu tadi cerita ke kita kalau kamu mau datang dan Tante seneng dengernya," ucap Binar dengan raut wajah ramahnya.


"Anak itu selalu cerita tentang kamu Rei," ujar Langit yang menyahuti ucapan istrinya.

__ADS_1


Reilla hanya tersenyum pada sepasang suami istri itu.


"Ah iya, selamat hari ulang tahun pernikahan ya Tante Binar dan Om Langit, semoga selalu langeng terus dan selalu di berkahi oleh Allah," ucap Reilla seraya menyodorkan kado yang ia bawa pada Binar.


"Aamiin, terimakasih sayang kadonya," ucap Binar sambil tersenyum senang dan mengusap lembut kepala Reilla.


Setelahnya Kayla pamit, ia menarik Reilla menjauh dari kedua orang tuanya dan lagi-lagi Reilla hanya menurut saja.


"Kamu cantik banget Rei!" Seru Kayla yang menatap takjub pada Reilla.


"Biasa aja ah, kamu berlebihan banget," ucap Reilla seraya terkekeh mendengar Kayla yang baru saja memuji dirinya.


"Ih, aku gk bohong Rei. Kamu memang benar-benar cantik!" Seru Kayla lagi dan Reilla hanya mengelengkan kepalanua seraya tersenyum geli melihat tingkah Kayla.


"Kean! Sini!" Panggil Kayla saat manik matanya melihat sosok Keanu yang baru saja menuruni anak tangga bersama seorang pria di sampingnya.


Keanu hanya diam menatap ke arah Reilla yang berdiri di dekat saudara kembarnya itu, awalnya Keanu enggan untuk ke sana. Namun pria di sampingnya malah menarik tangannya dan berjalan menuju ke arah Kayla.


"Jadi siapa ini Kay?" Tanya pria yang tadi menarik tangannya Keanu, sementara Keanu? Pria itu hanya diam dan sesekali melirik Reilla yang ia akui saat ini terlihat sangat cantik.


"Ini sahabat Kae, namanya Reilla," ucap Kayla sambil merangkul bahu Reilla.


Pria yang berdiri di samping Keanu pun tersenyum jahil pada Keanu, Keanu mulai merasa akan terjadi sesuatu yang tidak beres di sini.


"Oh, jadi ini yang sering di ceritain sama Kean," ucap pria itu dengan tatapan jahilnya pada Keanu. Wajah Keanu bahkan sudah memerah, ia melirik ke arah Reilla yang sedang mengerenyitkan dahinya, bingung.


"Kamu hebat milihnya Kean hahaha," ucap pria itu yang tawanya sudah menguar ketika melihat wajah Keanu yang tampak merah mengenaskan karna menahan malu di depan Reilla.


Kayla tentu saja ikut tertawa, sementara Reilla? Dia hanya diam, tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan saat ini.


"Rei, kenalin ini abang aku. Namanya bang Nata," ucap Kayla yang memperkenalkan pria yang sudah berhasil membuat Keanu malu.


"Nata, abang nya duo kembar ini," ucap Nata memperkenalkan dirinya.


"Reilla, sahabat nya Kayla Kak" jawab Reilla lagi dengan sopan.


"Kalau gitu saya permisi dulu ya, kalian lanjut aja ngobrolnya. Btw Kean, semangat ya!" Ucap Nata sambil menepuk pundak Keanu lalu tertawa dan setelahnya ia mulai melangkah menjauh.


Dan kini hanya tinggal Kayla, Keanu, dan juga Reilla.


"Hmm, Rei maaf ya ucapan Kak Nata tadi gk usah di fikirin," ucap Keanu yang mulai angkat bicara.


"Iya," jawab Reilla sambil menyungingkan senyuman ramahnya.

__ADS_1


Lalu setelahnya acara pun di mulai, Reilla menikmati acara tersebut dengan tenang. Sampai pada tengah acara, ketenangan itu pun menguar entah kemana berganti dengan degupan jantung Reilla yang mulai cepat, itu semua karna Reilla baru saja melihat sosok Aksara dengan pakaian formalnya, dan yang membuat Reilla semakin deg-deg an adalah Aksara juga sedang menatap ke arah dirinya! Reilla benar-benar ingin menghilang saja rasanya saat ini.


__ADS_2