
Author Pov
Vidya mengerjapkan kedua mata nya,ia menatap sekeliling nya yang tampak asing,kemudian tangannya terulur menyentuh kening nya yang sekarang terasa sangat sakit.
"Ngg ini kepalaku kenapa?" Vidya mencoba mengingat apa yang telah terjadi pada nya,setelah Vidya kembali mengingat kejadian 'mengerikan' yang ia alami semalam, seketika wajah Vidya semakin bertambah pucat.
"Aku...Aku takut." Hanya itu yang bisa Vidya ucapkan,keringat dingin mulai membasahi dahi nya,ia bangkit dari tidur nya menggambil posisi duduk,mata nya menatap ke arah sekitar,Vidya kembali menelan saliva nya dengan susah payah,perasaan takut begitu mendominasi diri nya saat ini,apalagi Vidya baru saja menyadari bahwa ia masih berada di kamar nya Arya,membuat jantung Vidya berdegup semakin kencang.
Kriettt...
Vidya menarik selimut nya hingga menutupi seluruh tubuhnya,saat pintu kamar tersebut di buka oleh seseorang,yang Vidya sendiri tidak tau siapa itu.
"Jangan sentuh aku!" Vidya menjerit,ia mengerak-gerakkan tangannya di udara seolah sedang mencoba untuk melindungi diri.
"Nak ada apa? Tenanglah,ini Oma." Vidya perlahan mulai tenang,ia membuka selimut yang menutupi wajah nya dengan perlahan,ia menatap ke arah Oma yang sedang tersenyum pada dirinya.
"Oma..." Vidya memeluk Oma dengan erat,menumpahkan ketakutannya lewat tangisan,ia menangis di pelukkan Oma nya.
"Hiks...Oma...Vidya takut." Hanya itu yang bisa Vidya katakan saat ini,bayang-bayang kejadian mengerikan itu kembali terulang dalam fikirannya.
"Jangan takut ya,disini kamu akan aman. Di sini kan ada oma,mertua mu,dan juga Arya dia adalah suami mu yangΒ pasti akan melindungi mu." Vidya semakin terisak,melindungi? Rasa nya bukan seperti itu yang saat ini terjadi,Arya bukannya melindungi diri Vidya tapi Arya malah melukai nya,keadaan Vidya saat ini juga karna ulah Arya.
"Arya bilang kamu agak demam,apa sudah sembuh?"
Vidya memejamkan matanya mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Oma,Vidya tidak habis fikir bahwa Arya mengatakan pada Oma bahwa diri nya demam,Vidya juga tidak menyangka bahwa Arya tidak mengatakan apapun pada Oma tentang apa yang telah ia lakukan padanya.
"Oma,Vidya ingin cerita sesuatu." Vidya kembali mengeratkan pelukannya pada Oma.
"Ceritakan saja nak." Vidya memainkan jari-jari nya ia bimbang,antara harus bercerita perihal perbuatan yang Arya lakukan padanya atau tidak.
"Oma...semalam-"
"Hmmm." Vidya tidak lagi meneruskan ucapannya,karna sosok yang ingin ia ceritakan pada Oma sudah berdiri di depan pintu,dengan tatapan mata yang tajam ke arah Vidya.
__ADS_1
"Nah itu dia suami kamu sudah datang." Oma berujar dengan senangnya,Arya berjalan ke arah Vidya dan Oma,Vidya semakin memeluk Oma erat,ia tidak mau melepaskan pelukannya pada Oma.
"Oma tinggal dulu ya,kamu sama suami mu ya."
"Oma..." Vidya memasang wajah memohon pada Oma agar tidak meninggalkannya berdua saja bersama Arya.
"Sudah tidak apa-apa." Oma melepaskan genggaman tangan Vidya yang menahan nya untuk pergi,tapi akhirnya genggaman tangan Vidya pada Oma terlepas,Vidya hanya bisa menatap nanar kepergian Oma.
Brakkk
Vidya berjengit kaget saat Arya menutup pintu kamar dengan kasar,setelah menutup pintu dan mengunci nya,Arya berjalan menghampiri Vidya yang kembali merasa terintimidasi oleh tatapan Arya.
"Ar..Arya ja...jangan mendekat!" Vidya mencoba memberanikan diri walaupun suara nya gemetar,namun Vidya mencoba untuk menghentikan Arya tapi Arya bukannya berhenti,saat ini jarak Arya ke arah Vidya semakin mendekat.
"Arya." Suara Vidya bergetar saat Arya mulai melayangkan tangan ke arah nya,Vidya menutup mata ia pasrah dengan apa yang akan Arya lakukan padanya.
Namun Vidya sama sekali tidak merasakan sakit atau hal semacam nya,Vidya pun akhirnya memutuskan untuk membuka matanya,manik mata Vidya bertemu dengan manik mata biru laut milik Arya yang membuat Vidya tertegun untuk beberapa saat apalagi saat tangan Arya menyentuh kedua pipi nya yang saat ini tertutup oleh cadar,Vidya ingin menghempaskan tangan Arya dari wajah nya namun Vidya merasakan kehangatan saat Arya menyentuh pipi nya.
"Kenapa harus pindah?"
"Karna Oma udah membelikan kita rumah,dan kita bakalan pindah ke rumah itu pagi ini juga." Vidya memperhatikan Arya yang mulai mengemasi barang-barang nya.
"Aku gk mau pindah." Arya menghentikan pergerakannya saat mendengar ucapan Vidya barusan,ia menolehkan kepala nya menatap ke arah Vidya.
"Mau apa kamu?!" Tanya Vidya was-was saat Arya sudah berdiri di hadapannya.
"Lo itu istri gue,lo harus nurut sama gue,karna ini perintah dan gk akan terbantah kan." Vidya meringis saat Arya mencengkram tangannya begitu kencang,sehingga meninggalkan bekas memerah di tangannya.
Setelah berkata seperti itu Arya kembali memasukkan baju-baju nya ke dalam koper milik nya.
"Masukin baju-baju lo ke sini." Arya memberikan satu buah koper untuk Vidya,Vidya pun menerima koper tersebut,ia menatap kesal pada Arya.
"Lo budek ya? Gue bilang masukin baju lo ke koper,sekarang!" Suara Arya mulai meninggi,Vidya pun segera mematuhi perintah Arya,ia memasukkan baju-baju nya satu per satu ke dalam koper.
__ADS_1
π»π»π»
"Hati-hati ya kalian,semoga kalian betah di rumah yang baru. Oma harap,Oma bisa cepet-cepet gendong cucu." Vidya hanya tersenyum mendengar ucapan Oma terlebih lagi permintaan Oma yang Vidya sendiri tidak yakin apakah ia bisa memenuhi permintaan tersebut atau tidak.
"Mah,pah. Kita pergi dulu." Arya pamit pada kedua orangtua nya yang sedaritadi berdiri di samping Oma.
"Hati-hati ya sayang,kalau kamu butuh apa-apa hubungi mamah,kalau perempuan itu membuat repot kamu bilang sama mamah,biar mamah yang urus." Vidya menundukkan kepalanya,setelah ia mendapatkan tatapan tajam dari ibu mertua nya yang memang sejak awal tidak pernah menyukai keberadaannya.
"Jaga diri kamu baik-baik,jangan lupa juga jaga menantu papah." Vidya mengangkat kepalanya saat ia merasakan sebuah usapan lembut di kepala nya,Vidya tersenyum saat tau bahwa papah mertua nya yang mengusap kepala nya,Vidya bersyukur setidaknya walaupun mamah mertua nya itu tidak menyukai diri nya tapi papah mertua nya itu masih menyukai dirinya dan mau menganggapnya sebagai menantu di rumah ini.
"Kamu harus jaga Vidya baik-baik,jangan buat dia bersedih,jangan pernah jahatin dia,kamu harus lindungin dia karna sekarang dia adalah istri kamu dan tanggung jawab mu." Arya hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan yang barusan oma nya lontarkan.
Setelah berpamitan dengan anggota keluarga,Arya dan Vidya pun pergi meninggalkan rumah keluarga Arya.
Di sepanjang perjalanan,Vidya hanya diam dan menoleh kan kepalanya ke arah luar ia lebih memilih memperhatikan suasana jalanan dari pada memperhatikan wajah Arya yang membuat dirinya kembali teringat kejadian mengerikan yang menimpa nya semalam.
"Kita makan dulu." Vidya menolehkan kepalanya pada Arya,saat mobil yang dikendarai oleh Arya mendadak berhenti.
"Aku gk laper." Vidya kembali bersikap acuh dengan ajakan Arya.
"Terserah." Arya tidak perduli,ia keluar dari mobil lalu berjalan menuju ke restauran,untuk menganjal perut nya.
Vidya hanya menghembuskan nafas nya kasar,sebenarnya ia juga lapar tapi ia tidak mau makan bersama Arya yang justru dengan melihat Arya malah membuat kepalanya semakin terasa sakit. Entahlah Vidya juga tidak mengerti setiap ia melihat manik mata Arya dan wajahnya saat itu juga sekelebat bayangan tak beraturan hinggap di fikirannya membuat Vidya tak tenang.
π»π»π»
Arya telah selesai sarapan,ia pun kembali masuk ke dalam mobil nya. Saat tangannya ingin memakai setbelt tiba-tiba saja terhenti saat ia melihat Vidya yang duduk disamping nya sudah tertidur dengan sangat pulas.
Arya tidak langsung melajukan mobilnya ia memilih untuk diam dan memperhatikan wajah Vidya yang begitu tenang.
Entah dorongan dari mana Arya mengerakkan tangannya,lalu mengusap kepala Vidya dengan tangan nya, ia ingin membuka cadar yang menutupi wajah Vidya tapi ia urungkan karna Vidya tiba-tiba saja mengubah posisi tidur nya yang membuat Arya kaget,Vidya merebahkan kepalanya tepat di bahu Arya.
"Ck kalau dia kaya gini,gimana gue mau nyetir mobil nya?" Arya bermonolog sambil memperhatikan Vidya yang masih terlelap,Arya akhirnya memutuskan untuk membiarkan Vidya tidur di bahu nya,ia tidak ingin menggangu tidur Vidya,karna merasa kantuk Arya pun akhirnya memejamkan mata nya,dan ia pun segera menyusul Vidya ke alam mimpi.
__ADS_1