
Hari sudah beranjak malam, saat ini Arya sedang menyetir mobilnya menyusuri jalanan yang lumayan lengang malam ini.
Arya menolehkan kepalanya ke samping, di sana ia melihat Syabil yang rupanya sudah terlelap. Senyuman Arya kembali terbit, Arya pun mengeluarkan jaket miliknya lalu menyelimuti tubuh Syabil dengan jaketnya.
Sebenarnya Arya merasa sangat kasihan pada gadis itu, tadi sore Syabil sempat bercerita sesuatu padanya. Perihal alasan Syabil selama ini yang tetap mempertahankan hubungannya dengan Kevin walaupun Syabil selalu di sakiti oleh pria itu.
Syabil bilang ia tidak punya pilihan lain selain bertahan dengan Kevin, karna Syabil sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini yang bisa menjadi alasannnya untuk tetap bertahan.
Syabil bercerita bahwa dirinya adalah seorang yatim-piatu, Ibu dan Ayahnya sudah meninggal sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Kedua orang tuanya meninggal karna menggalami kecelakaan pesawat dan hal itu jugalah yang membuat Syabil sangat takut untuk naik pesawat lagi setelah kedua orang tuanya meninggal.
Setelah orang tuanya tiada, Syabil tidak memiliki keluarga lagi. Keluarga dari Ayah dan Ibunya tidak mau menerima Syabil, karna pernikahan kedua orantua Syabil dulunya tidak di restui oleh kedua keluarga alhasil mereka juga tidak menggap Syabil sebagai bagian dari keluarga mereka.
Saat bercerita tadi sore, Syabil menceritakan kisah hidupnya sambil menangis tersedu-sedu. Arya merasa kasihan melihat gadis itu menangis namun ia hanya bisa diam saat itu sambil kembali mendengarkan cerita dari Syabil.
Gadis itu bilang dulu pertama kali mengenal Kevin, pacarnya itu tidak pernah melukainya seperti sekarang ini. Namun semua itu berubah saat keluarga Kevin berantakan, Ayah dan Ibunya bercerai membuat Kevin menjalani kehidupan yang tak pernah ia inginkan.
Rasa sakit kehilangan membuat Kevin terlarut-larut dalam kesedihan, sehingga merubah pribadinya seperti saat ini yang sangat tempramen. Kevin juga memiliki gangguan kejiwaan, berkali-kali pria itu berusaha mengakhiri dirinya hal itulah yang membuat Syabil tetap bertahan di sisi Kevin.
Syabil tidak ingin mental pria itu semakin buruk, karna Syabil sangat membutuhkan Kevin begitupun dengan sebaliknya. Arya yang mendengarkan cerita itu tak habis fikir dengan jalan anak muda zaman sekarang yang selalu menuhankan cinta di atas segalanya, kisah Syabil barusan adalah bukti nyata bahwa cinta itu memang buta dan itu benar adanya.
Syabil seolah-olah menutup matanya atas segala kesalahan dan kekerasan yang Kevin lakukan padanya, gadis itu terlalu takut jika Kevin melakukan hal-hal gila lainnya bahkan Syabil juga bercerita dulu Kevin sempat ingin mengakhiri hidupnya namun berhasil di gagalkan oleh Syabil.
Kevin terlalu rapuh, ia tidak bisa berdiri sendiri. Kevin selalu melampiaskan kemarahannya dan rasa sakit yang ia derita pada Syabil, Syabil adalah korban dari pelampiasan emosi dan rasa sakitnya kehilangan yang Kevin rasakan.
Selama dua tahun ini Syabil tetap bertahan, menjalin hubungan yang Arya anggap sebagai toxic relationship, hubungan yang bahkan tidak layak untuk di pertahankan karna hanya dapat menimbulkan mudharat saja.
Arya menatap nanar pada Syabil yang saat ini sedang tertidur pulas, Arya menghentikan mobilnya tepat di depan rumahnya. Arya memang berniat membawa gadis itu untuk tinggal di rumahnya saja daripada harus tinggal bersama dengan pacarnya yang memiliki gangguan kejiwaan itu.
Walaupun sudah sampai di rumah, Arya tidak langsung membangunkan Syabil. Ia hanya berdiam diri di mobil sambil terus mengamati wajah Syabil, lebih tepatnya ia mengamati luka-luka yang ada di wajah Syabil. Di mulai dari luka yang sudah mengering sampai luka yang masih baru pun ada di sana, Arya meringis melihatnya. Ia yakin bahwa Syabil selama ini sudah menanggung beban yang berat selama berpacaran dengan Kevin.
Awalnya Syabil menolak saat Arya mengajak gadis itu untuk tinggal di rumahnya, daripada harus satu rumah dengan Kevin yang tidak menutup kemungkinan akan melukai Syabil lagi nantinya.
Syabil yang memang keras kepala pun akhirnya luluh setelah Arya berulang kali membujuknya, Syabil pun akhirnya setuju untuk tinggal di rumah Arya karna ia juga merasa takut untuk berhadapan dengan Kevin.
Arya berhenti menatap Syabil, ia memalingkan tatapannya ke arah lain karna Syabil sudah bangun dari tidurnya saat ini.
"Kita sudah sampai ya?" Tanya Syabil yang masih setengah sadar dari tidurnya.
__ADS_1
"Hmm," jawab Arya dengan dehemannya saja.
"Wah rumah Om besar banget hehe," ujar Syabil yang saat ini sudah kembali terlihat lebih baik dari sebelumnya.
"Ayo kita masuk ke rumah saja, Rei pasti senang ketemu sama kamu," ucap Arya yang mengajak Syabil untuk turun dari mobil.
Syabil pun menurut ia mengikuti langkah Arya, ia berjalan di belakang pria itu. Syabil berdecak kagum saat ia sudah masuk ke dalam rumah Arya yang sangat megah dan mewah itu, khas rumah orang-orang kaya.
"Ini rumah Om?" Tanya Syabil sambil terkagum-kagum mengamati rumah Arya yang mewah.
"Hmm, gk usah norak gitu."
Syabil yang tadi sedang terpukau-pukau pun mendadak bersikap biasa karna mendengar ucapan Arya yang sangat menohok di hati.
"Ayah!"
Syabil menoleh ke arah tangga, di sana ia melihat Reilla yang sedang menuruni anak tangga. Setelah selesai menuruni anak tangga, gadis kecil pemilik wajah imut itu langsung berhambur ke dalam gendongan Arya.
Arya mengecupi pipi Reilla dengan sayang, membuat Syabil tersenyum sendu. Ia mendadak teringat kembali dengan sosok almarhumah Ayahnya yang sudah meninggal.
"Maaf ya tadi Ayah ada urusan jadi pulangnya agak telat."
"Di maafkan, Ayah gk lupakan sama pesanan Rei?" Tanya Reilla sambil memicingkan matanya.
"Mana mungkin Ayah melupakannya, ini kue pesanan kamu," ucap Arya sambil menyodorkan plastik yang berisikan kue pada Reilla.
"Hore! Ayah emang yang terbaik sedunia, Rei sayang sekali sama Ayah."
"Ayah juga sayang Rei," ucap Arya yang kembali mencium pipi Reilla dengan sayang.
Syabil yang melihat itu jadi tau bahwa Arya sangat menyayangi Reilla, dan betapa beruntungnya Reilla memiliki Ayah yang baik dan sangat menyayanginya seperti Arya.
Arya yang baru sadar jika ada Syabil di sini, ia pun segera menyuruh Syabil untuk mendekat.
"Lihat Ayah bawa siapa buat kamu."
Reilla pun menatap ke arah belakang Ayahnya, mata Reilla berbinar senang saat ia melihat sosok Syabil yang tengah tersenyum padanya.
__ADS_1
"Kak Syabil!" Pekik Reilla senang ketika melihat sosok Syabil.
"Halo Rei hehe," ujar Syabil yang bingung ingin berbicara apa pada Reilla.
Reilla pun turun dari gendongan Arya, ia lalu berlari pada Syabil lalu memeluk Syabil. Syabil pun membalas pelukkan Reilla.
"Rei seneng ada Kak Syabil ke sini!" Seru Reilla yang mengungkapkan betapa senangnya dia melihat kedatangan Syabil.
"Kak Syabil bakalan terus di sini kok," ujar Arya yang membuat Reilla menoleh ke arahnya.
"Maksud Ayah?"
"Kak Syabil akan tinggal di rumah ini, sama kita. Kamu senangkan Kak Syabil tinggal di sini?" Tanya Arya dan tentu saja di balas anggukkan penuh antusias oleh Reilla.
Reilla menoleh pada Syabil yang saat ini sedang tersenyum.
"Beneran Kak Syabil mau tinggal di sini?" Tanya Reilla yang masih memastikan bahwa ia tidak salah dengar, dan ketika Syabil menganggukkan kepalanya Reilla sangat senang sekali.
"Yey akhirnya Rei punya teman main juga!" Seru Reilla, Arya yang melihat putrinya merasa sangat senang pun ikut turut merasa senang juga.
Drttt drttt
Arya menatap gawainya yang bergetar, ia melihat ada panggilan masuk dari salah satu bawahannya.
"Sebentar ya, Ayah mau angkat telpon dulu," ujar Arya yang berjalan menjauh dari Reilla dan Syabil.
"Halo tuan, saya berhasil menemukan informasi tentang wanita itu."
Arya yang mendengar kabar dari anak buahnya itu merasa senang, anak buahnya itu sudah ia tugaskan untuk menyelidiki identitas wanita yang memiliki wajah mirip Vidya yang ia lihat di bandara.
"Bagus, apa kita bisa bertemu? Untuk membahasnya lebih lanjut?" Tanya Arya.
"Tentu saja tuan, kita bertemu di markas biasa. Saya akan memberitahukan semuanya pada anda di sana."
"Baiklah, saya akan segera kesana."
Panggilan pun berakhir, Arya merasa lega karna ada secerca harapan yang datang. Arya akan segera tau siapa sebenarnya wanita itu, dan kenapa ia bisa memiliki wajah yang sama dengan Vidya. Arya akan segera mengetahuinya, malam ini juga.
__ADS_1