Without You

Without You
Stuck With You (Gama Story)


__ADS_3

Keira menatap bingung ke arah Rayn yang menatapnya tajam dan sepertinya ia terganggung dengan kehadiran Keira di sampingnya, Keira sendiri juga bingung kenapa bisa Rayn tak mengenalinya. Apakah ini karna luka di kepala Rayn dahulu? Yang sempat menyebabkan pria itu hilang ingatan terkait masa kecilnya.


Saat Keira tengah dalam kebingungan, tiba-tiba saja Nayya masuk ke dalam ruangan lalu berjalan ke arah Rayn dan berusaha menenangkan pria itu.


"Rayn kamu tenang ya, kamu gk boleh banyak bergerak-gerak dulu," kata Nayya yang kemudian kembali menyuruh Rayn untuk berbaring dan Rayn menuruti semua perkataan Nayya.


"Keira tolong kamu suruh perempuan itu pergi, aku gk kenal siapa dia tiba-tiba dia udah ada di kamar ini tadi saat saya bangun," kata Rayn mengatakan pada Nayya bahwa Keira adalah orang asing padahal wanita yang Rayn anggap asing itu adalah istrinya sendiri, dia adalah Keira yang sebenarnya.


Keira baru saja ingin menjelaskan pada Rayn bahwa dirinya adalah Keira, namun Nayya segera menarik Keira keluar dari dalam ruangan membuat Keira mendengus sebal karna ia tak bisa mengatakan yang sebenarnya pada Rayn bahwa dirinya ini adalah Keira yang sebenarnya.


"Kenapa Rayn nyebut nama lo dengan nama gue? Dan kenapa dia gk kenal sekali sama gue?" Tanya Keira menuntut penjelasan atas apa yang telah terjadi dan atas hal yang belum ia ketahui terkait masalah Rayn.


Nayya berdecak pelan mendengar semua pertanyaan yang Keira ajukan, lalu Nayya menjelaskan apa yang dokter katakan pada Nayya setelah Rayn terbangun semalam.


"Jadi dia nganggep lo Keira dan lo gk bilang kalau lo itu bukan Keira?" Tanya Keira tak suka mendengar penjelasan dari Nayya yang terkesan kurang masuk di akalnya.


"Aku gk bisa bilang kalau aku itu bukan kamu ke Rayn, karna dia udah ngenalin aku sebagai Keira jadi aku gk bisa bilang ke dia yang sebenarnya," jawab Nayya membuat Keira berdecak sebal. Lalu mendadak Keira merasa frustasi sendiri, entahlah mengetahi fakta bahwa Rayn tidak mengenali dirinya membuat Keira agak kesal.


"Kalau gitu biar gue yang bilang langsung ke Rayn kalau gue ini Keira yang sebenarnya," kata Keira berusaha melangkah masuk ke dalam namun langkahnya lagi-lagi terhenti saat mendengar perkataan Nayya.


"Kamu mau ngebuat kondisi Rayn makin kritis! Gk cukup kamu udah buat dia terus menderita karna kesialan yang udah kamu bawa ke kehidupannya?!" Tanya Nayya dengan nada kesal yang begitu ketara.


Keira pada akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengatakan hal yang sebenarnya terjadi pada Rayn karna ia juga jadi mengkhawatirkan keadaan Rayn jika ia nekat memberitahukan pria itu yang sebenarnya, bisa-bisa kondisi Rayn malah semakin parah nantinya.


"Dokter bilang Rayn perlu waktu, jadi kamu harus janji gk bilang apapun tentang kamu yang sebanrnya ke Rayn," titah Nayya membuat Keira mengganguk dan berjanji ia tidak akan mengatakan siapa dirinya yang sebenarnya pada Rayn karna takut kondisi Rayn tambah mengkhawatirkan nantinya.


Akhirnya karna tak ada gunanya lagi ia berada di rumah sakti, karna kebetulan orang yang ingin dia jenguk tak mengenalinga Keira memilih pamit pulang ke rumah dengan harapan semoga Rayn segera bisa mengingat siapa dirinya lagi.


Setelah Keira pergi, Nayya bisa bernafas lega. Ia lalu menyungingkan senyuman lebarnya setelah kepergian Keira dari rumah sakit.


"Maaf Keira, ada satu hal yang gk

__ADS_1


Aku kasih tahu ke kamu kalau sebenarnya justru Rayn harus diberitahu kebenarannya agar bisa menstimulasi otaknya secara perlahan agar ingatannya bisa pulih kembali. Tapi aku terlalu sayang dan gk mau kehilangan Rayn, jadi aku terpaksa memutuskan untuk gk bilang yang sebenarnya sama Rayn kalau aku bukanlah Keira yang sebenarnya," ucap Nayya dengan eksperesi sedih namun seperkian detik kemudian gadis itu malah menguarkan tawanya sambil mengelengkan kepala tak habis fikir Keira begitu gampang tertipu olehnya dan membuat Nayya yakin jika Keira sebenarnya memang memiliki perasaan lebih pada Rayn tapi gadis itu terlalu bodoh untuk merasakannya.


"Kamu gk berhak dapetin Rayn, karna selamanya Rayn cuma ditakdirkan buat diriku seorang," kata Nayya lagi lalu ia tersenyum lebar dan masuk kembali ke dalam ruangan tempat Rayn di rawat dengan perasaan penuh kemenangan.


......


Keira ternyata tidak benar-benar pulang, ia memilih untuk mampir terlebih dahulu di sebuah kafe yang tak jauh dari rumah sakit tempat Rayn dirawat, karna ia diajak seseorang untuk bertemu dengannya di kafe tersebut padahal sebelumnya Keira sudah membatalkan dan menolak untuk bertemu tapi karna suasana hatinya sedang tidak baik jadi ia memutuskan untuk bertemu orang tersebut karna siapa tahu orang itu bisa mengurangi rasa lelah Keira.


Seseorang yang sudah lama tak bertemu dengan Keira dan sudah membuat janji dengan gadis itu pun datang, ia berjalan memasuki kafe lalu mengidarkan pandangannya sampai akhirnya ia menemukan dimana Keira berada.


"Oi, bengong mulu lo nanti kesambet jurig baru tahu rasa lo," tegur orang tersebut membuat Keira kaget lalu segera menoleh dan senyuman terukir di bibir ranumnya.


"Wah ini seriusan lo?!" Tanya Keira begitu kaget melihat perubahan pada seseorang yang sudah lama tak ia temui ini


"Yoi dong, kenapa? Gue keliatan tambah ganteng ya? Iyalah jelas," jawab orang tersebut membuat Keira mendengus geli ternyata penampilannya saja yang sudah berubah namun sikap narsis dari pria tersebut belum lah berubah.


"Gimana kabar lo sekarang Kei?" Tanya pria itu yang menanyakan kabar Keira setelah bertahun-tahun lamanya tak bertemu.


"Kabar gue baik juga sama kaya lo," jawab pria tersebut.


"Eh btw udah pesen-pesen belum nih? Tanya pria itu pada Keira seperti layaknya bertanya kepada teman tongkrongan ketika kumpul.


"Belum nih kebetulan, pesen bareng aja kalau lo mau Kak," usul Keira dan di balas anggukkan setuju dari pria tersebut.


Lalu tak lama setelah di panggil, seorang pelayan datang menghampiri meja Keira. Lalu Keira dan pria tersebut mulai memesan makanan dan minuman sebagai teman ngobrol mereka.


"Baik, terimakasih. Mohon ditunggu ya Kak," ucap pelayan lalu kemudian pamit pergi


Keira tersenyum pada pria di depannya yang entah kenapa terlihat begitu berbeda, terlihat agak aneh bahkan Keira rasanya ingin tertawa terus ketika melihat pria tersebut.


"Kenapa sih lo kayanya seneng banget ngeliat gue sampe ketawa aja mau ditahan-tahan gitu," kata pria itu yang menyadari ekspresi Keira yang terlihat menahan tawa akhirnya tawa Keira pun tak lama pecah.

__ADS_1


"Sumpah Kak gue gk nyangka banget, gue denger dari temen pas SMA katanya sekarang lo jadi dokter ya?!" Tanya Keira mengkonfirmasi kabar dari teman SMAnya kepada si narasumber secara langsung.


Pria itu mendengus geli mendengar pertanyaan Keira barusan, gadis itu sepertinya tidak percaya pada kabar tentang dirinya yang gadis itu dengar.


"Dan sayangnya jawabannya iya, sekarang gue berprofesi sebagai dokter di salah satu rumah sakit di kota Bandung," jawab pria itu membuat Keira membelalak tak percaya, lalu gadis itu memberikan tepuk tangan pada pria di depannya yang begitu hebat dan Keira sendiri juga tak pernah menyangka bahwa pria itu bisa jadi dokter.


"Keren lo Kak, dulu pas SMA hobi lo selalu bolos sama gue, taunya sekarang jadi dokter. Ini kalau jadi sinetron pasti judulnya anak badung yang dicap guru tidak akan memiliki masa depan pada akhirnya ia membuktikan bahwa dia memiliki masa depannya sendiri, dan menjadi seorang dokter muda," kata Keira lalu kemudian memberikan tepuk tangan untuk pria di depannya.


"Ya lo bener, sekarang gue matahin persepsi para guru-guru zaman SMA dulu yang bilang kalau anak nakal dan gk punya masa depan kaya gue gk bakalan jadi orang sukses. Buktinya sekarang? Gue jadi dokter bro," ucap pria itu yang dengan bangganya menepuk-nepuk dadanya seolah berkata bahwa dirinya yang direndahkan guru-guru saat SMA kini sudah bisa menemukan kesuksesan versi dirinya sendiri.


"Yo, lo emang keren banget Kak Andre eh bukan Kak Andre tapi bro Andre," ucap Keira membuat pria bernama Andre itu tertawa.


Lalu tak lama makanan dan minuman pesanan mereka datang, keduanya kembali mengobrol bercerita tentang masa-masa SMA mereka dulu yang memang terbilang nakal serta masa tatkala Andre tahu bahwa Keira berhenti sekolah dan Andre juga bilang bahwa dirinya sempat berusaha mencari kebadaan Keira namun ia tak menemukan apapun terkait perihal Keira.


"Sebenernya lo selama ini kemana aja si Kei? Maksud gue kenapa lo malah keluar dari sekolah gitu aja terus malah menghilang tanpa jejak?" Tanya Andre membuat Keira menyungingkan senyumannya, ia sudah tahu Kakak kelasnya dulu ini pasti akan menanyakan hal ini kepadanya.


"Gue keluar dari sekolah karna gue harus nikah, sebenarnya gue gk bener-bener berhenti sekolah. Gue tetep sekolah tapi gue nggambil homeschooling," jawab Keira membuat Andre sampai menghentikan makannya dan menatap Keira penuh tatapan tak percaya.


"Lo seriusan? Lo beneran udah nikah?" Tanya Andre dengan seriusnya dan di balas anggukkan kepala oleh Keira sambil tersenyum.


"Ck, gue kira lo belum nikah tadinya Kei," kata Andre lalu menyuapkan spagheti ke dalam mulutnya.


"Emang kalau tadinya gue belum nikah kenapa Kak?" Tanya Keira, raut wajah Andre terlihat serius lalu tak lama senyuman jahil tersunging di wajah pria itu.


"Mau gue nikahin sama kambing punya babeh gue Kei hahahaha," ucap Andre lalu tertawa begitu puasnya membuat Keira mendengus sebal namun ia jadi ikut tertawa juga bersama Andre.


Lalu keduanya kemudian mengobrol lagi, entah mengapa Keira merasa senang bisa bertemu Andre lagi setelah sekian lama. Membuat rasa rindunya akan masa-masa sekolah formal biasa yang sudah lama tak ia cicipi terasa kembali, ketika Andre bercerita setelah Keira pergi dia selalu jadi tak punya teman makan mie tek tek di kantin karna biasanya ada Keira yang dikeluarkan dari kelas karna tak mengerjakan tugas yang selalu menemani Andre membolos dan makan mie tek tek.


Setelah Keira keluar dari sekolah, Andre juga bercerita bahwa dia selalu jadi langanan pak Bambang dan selalu kena semprot karna ulah nakalnya. Lalu kemudian setelah selesai bercerita Andre bilang bahwa ia baru sadar betapa nakalnya dia saat sekolah dulu.


Keira yang mendengarkan setiap cerita dari Andre pasti selalu tertawa, atau tersenyum mendengarnya, entahlah Keira rasa keputusannya menyetujui untuk bertemu kembali dengan Andre adalah keputusan yang benar karna adanya Andre, Keira yang tadinya sedang sedih mendadak kembali merasa ceria lagi karna mendengarkan celotehan pria itu yang selalu membuat Keira tertawa bahkan sampai mengeluarkan air mata karna kelucuan Andre.

__ADS_1


__ADS_2