Without You

Without You
14. Orang Asing


__ADS_3

Vidya bangkit dari duduknya ketika ia mendengar suara pintu rumahnya di ketuk oleh seseorang,Vidya melangkahkan kakinya lalu membukakan pintu tersebut.


"Misi,Arya nya ada?" Tanya sang tamu tersebut,dalam hati Vidya bertanya-tanya kenapa perempuan itu ada di rumahnya dan mencari suaminya.


"Eh kamu yang waktu itu ikut sama Arya ke bandara kan?" Vidya baru ingat ternyata perempuan itu adalah Siren,yang sempat ia jemput di bandara bersama Arya waktu itu.


"Ah iya,kamu...Siren kan?" Tanya Vidya memastikan,Siren tersenyum ternyata perempuan bercadar di hadapannya ini masih ingat dengan dirinya.


"Wah ternyata ingatan kamu bagus juga ya hehe." Vidya hanya tersenyum di balik cadarnya.


"Ah saya sampai lupa,ayo silahkan masuk kita berbincang di dalam saja." Siren menganguk,ia mengekori Vidya dari belakang.


"Mau saya buatkan minuman apa?" Tanya Vidya pada Siren yang sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Eh? Gk usah repot-repot."


"Ini gk repot kok,kamu kan tamu dan seperti ajaran Rasulullah kita itu harus senantiasa memuliakan tamu." Ujar Vidya,Siren yang tak mengerti apa yang Vidya ucapkan hanya mengangukkan kepalanya saja,pura-pura mengerti.


"Oke deh air putih dingin saja." Vidya mengangukkan kepalanya,ia lalu berjalan ke arah dapur untuk menggambilkan segelas air dingin untuk Siren,tak lama Vidya sudah kembali dan duduk tepat di hadapan Siren.


"Ini cuma ada cemilan ini aja,semoga kamu suka ya." Ujar Vidya yang baru saja selesai menatap camilan di meja.


"Iya gk apa-apa,aku ke sini tuh sebenernya cuma mau ketemu Arya. Aryanya ada gk?" Tanya Siren,Vidya menatap perempuan di hadapannya itu.


Jika diamati,Siren ini sosok perempuan idaman para laki-laki jama sekarang. Karna Siren itu berpenampilan modis,sanggat angun,dia juga cantik dengan wajah basterannya,rambutnya bergelombang indah,badannya juga bagus persis seperti model.


"Arya baru aja keluar tadi." Jawab Vidya jujur.


"Keluar? Dengan siapa? Kenapa kamu gk ikut?" Tanya Siren,Vidya hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Arya memang begitu tidak pernah berubah dari dulu,omong-omong dia pergi dengan siapa?" Vidya terdiam ia bimbang haruskah ia memberitahu Siren tentang Arya dan pacaranya atau dia lebih baik beralasan Lagi? Tapi Vidya tidak ingin berbohong.


"Dia pergi...pergi dengan kekasihnya." Jawab Vidya lirih di akhir kalimatnya,Siren nampak terkejut mendengarnya itu terlihat dari pupil matanya yang membulat.


"Kekasih? Siapa? Aku ini kekasihnya."

__ADS_1


Jderrr


Bagaikan di sambar petir di siang bolong,Vidya tidak menyangka jika Siren ini adalah kekasih Arya.


Vidya tak percaya,dalam hati ia terus bertanya-tanya sebenarnya sudah berapa banyak gadis yang di jadikan pacar oleh Arya.


"Dan kau? Kau ini adik sepupu Arya bukan?" Tanya Siren lagi,Vidya membulatkan matanya,kaget.


"Adik sepupu Arya?"


"Iya Arya bercerita padaku,kalau kau ini adik sepupunya." Vidya tidak menyangka jika Arya memperkenalkan dirinya pada Siren sebagai adik sepupunya,bukan sebagai istrinya.


"Perempuan ninja,cepat kemari!" Vidya dan Siren saling bertatapan mendengar suara panggilan yang mengelegar.


Keduanya pun langsung bangkit dari duduknya.


"Kamu sudah pulang?" Tanya Vidya,Arya berdecak menatap sinis Vidya. Saat ia hendak berbicara namun terhenti saat dia melihat sosok Siren di belakang Vidya.


"Siren? Kamu ada di sini?" Tanya Arya yang kaget dengan kehadiran Siren.


"Arya...aku minta maaf,maaf buat semua kesalahan yang aku lakuin. Aku janji aku gk akan tinggalin kamu pergi lagi,aku janji bakalan terus sama kamu." Siren mengelus rahang Arya dengan jari jemari lentiknya,Arya menatap manik mata Siren,ia menyungingkan senyuman lalu kembali membawa Siren ke dalam pelukannya.


"Aku mencintaimu Arya,aku sangat mencintai dirimu." Siren berucap di dalam dekapan Arya.


"Aku juga sangat mencintaimu Siren,jangan pergi lagi. Aku mohon." Arya kembali mendekap Siren erat,seolah-olah ia tidak akan membiarkan Siren pergi dari dirinya.


"Aku tidak akan pergi lagi Arya,aku mau sama kamu,selamanya." Ujar Siren sambil menatap mata Arya.


Cup


"Aku gk akan ninggalin kamu,aku sayang kamu." Arya mencium kening Siren cukup lama.


Adegan sepasang kekasih itu membuat Vidya yang menyaksikannya terus merapalkan istifgar,ia tidak tau kenapa tapi di hatinya ada sesuatu yang terasa nyeri melihat adegan romantis Siren dan Arya.


"Arya aku pulang dulu ya,nanti sore aku kembali ke sini." Arya mengangukkan kepalanya,lalu ia mencium pipi Siren.

__ADS_1


"Ah iya terimakasih sudah menyambut diriku dengan baik,aku pulang dulu nanti aku akan kembali. Senang berkenalan denganmu." Ujar Siren yang menghampiri Vidya,ia tersenyum ramah pada Vidya lalu setelah itu ia melangkahkan kakinya keluar dari rumah Arya dan Vidya.


Setelah Siren benar-benar pergi,Arya langsung mencengkram tangan Vidya. Membuat Vidya meringis kesakitan.


"Arya lepas,sakit..." Vidya memberanikan diri memanggil nama suaminya itu,Arya menoleh dengan tatapan tajamnya berbeda sekali dengan ia menatap Siren sebelumnya.


Arya menghempaskan cengkraman tangan Vidya dengan kasar.


"Mulai hari ini dan seterusnya Siren akan tinggal di sini." Vidya terkejut mendengar hal itu.


"Apa? Bagaimana bisa? Dia bukan mahram mu Arya,dia tidak boleh tinggal di sini! Itu dosa Arya,kalian tidak punya ikatan apapun,aku tidak bisa menerima ini karna ini tidak benar,ini dosa!" Ujar Vidya yang tidak terima dengan ucapan Arya yang menyatakan bahwa Siren akan tinggal bersama dengan Arya dan Vidya.


"Kerterlaluan!"


Plakk


Vidya meringis kesakitan saat Arya menampar keras pipinya,ia menatap nanar Arya. Ia tidak habis fikir Arya begitu tega dengan dirinya,bahkan pria itu rela membela perempuan lain dan malah menyakiti Vidya yang notabennya adalah istri nya sendiri.


"Kenapa?...Kenapa kamu menamparku? Kamu tega nampar aku karna Siren? Karna orang asing itu?"


"Jangan katakan apapun tentang Siren! Dia lebih baik dari diri lo,dia perempuan terhormat,dia cantik dan modern,gk kaya lo yang kampungan dan kuno! Gue lebih memilih Siren daripada lo." Arya menjeda ucapannya sebentar.


"Dan ingat ini,Siren bukanlah orang asing,dia itu pacar gue! Yang orang asing disini tuh lo,lo orang asing. Lo perusak hubungan orang! Dan sekali lagi gue akan bilang kalau gue benci sama lo." Setelah mengatakan itu Arya pergi meninggalkan Vidya sendiri,Vidya terisak ia tidak menyangka bahwa kehidupan setelah pernikahannya akan seperti ini.


Vidya pun memilih untuk masuk ke kamarnya,mengunci pintu kamarnya.


"Umi...hiks...umi Vidya rindu umi." Hanya itu yang bisa Vidya lakukan,ia menangis dan berdoa di berikan kekuatan oleh Allah agar ia bisa sanggup menghadapi semua ini.


"Ya Allah,Engkau Yang Maha membolak balikkan hati manusia,Engkau yang tau setiap isi hati manusia. Engkau Yang Maha melembutkan,lembutkanlah  hati suami hamba. Agar dia tidak lagi berbuat kasar kepadaku,agar ia menganggapku ada. Aku memang awalnya menolak dirinya tapi sekarang aku menyerah pada takdir,mencoba berdamai dengan egoku,aku mau menerima dirinya sebagai suamiku,maka dari itu aku mohon berikan aku kekuatan dan sadarkanlah Arya Ya Allah. Aamiin."


Vidya berdoa di sela isak tangisnya,di dalam hati ia masih sangat berharap bahwa suatu saat nanti Arya pasti akan menerima kehadirannya,kebencian Arya pada dirinya ia yakin kebencian itu akan hilang berganti dengan kasih sayang.


Ya Vidya menunggu saat itu tiba,saat Arya menatap dirinya dengan lembut tanpa ada dendam atau rasa benci.


Vidya menunggu hari itu tiba,dan saat ini Vidya tau bahwa ia harus kuat menghadapi inu semua.

__ADS_1


__ADS_2