
Happy reading!
...........
Satu tahun kemudian...
Tak terasa hari berganti dengan begitu cepat, membuat Arya tidak menyangka jika putri kecilnya itu kini sudah berusia satu tahun.
Banyak hal yang sudah Arya lalui untuk bisa merawat Reilla, apalagi Reilla itu merupakan anak yang lumayan aktif.
Arya juga harus pintar membagi waktunya antara bekerja dan menjaga Reilla. Bahkan Arya banyak menghabiskan waktunya untuk menjaga dan merawat Reilla.
Ketika Reilla sakit, Arya bahkan rela tidak tidur semalaman untuk menjaga Reilla dan memastikan bahwa putrinya itu segera pulih kembali.
Satu tahun sudah berlalu dengan begitu cepat, Arya juga sudah menepati janji yang ia buat pada dirinya sendiri, yaitu menjaga dan menyayangi Reilla dengan sepenuh hatinya.
Dan Arya benar-benar melakuannya, ia benar-benar membesarkan Reilla seorang diri tanpa campur tangan siapapun.
"Pa pa pa."
Arya tersenyum mendengarkan celotehan Reilla yang makin hari ada saja tingkahnya yang selalu membuat Arya tersenyum.
"Apa sayang? Hmm? Rei mau apa?" Tanya Arya sambil tersenyum pada putri kecilnya itu.
"Tunggu sebentar di sini ya, Ayah mau menyelesaikan pekerjaan Ayah dulu. Rei tunggu sini dulu ya sayang," ujar Arya berbicara pada putri kecilnya, ia lalu mengangkat Reilla dan menaruhnya ke dalam box bayi milik Reilla.
Lalu setelah itu Arya kembali membuka laptopnya, ia kembali fokus mengerjakan pekerjaan kantornya yang lumayan menumpuk.
"Huwaaaa."
Belum ada setengah jam Arya bekerja, suara tangisan Reilla mulai terdengar. Arya menghela nafasnya, ia lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri putri nya yang sudah menangis.
"Sayang Ayah kenapa? Hmm? Rei lapar ya? Tunggu sebentar ya sayang, Ayah buatkan Rei susu dulu."
Arya mencoba mengajak putri nya berbicara, namun Reilla masih menangis kencang bahkan ia sudah mengangkat kedua tangannya ke arah Arya.
Arya yang sudah paham maksud Reilla pun segera mengangkat tubuh putrinya, dan membawa putri kecilnya itu ke dalam gendongannya.
Arya berjalan ke arah dapur, ia ingin membuatkan susu untuk Reilla.
"Udah ya jangan nangis sayang, ini Ayah lagi buatin susu buat Rei," ujar Arya yang sedang membuatkan susu, sambil mengendong Reilla yang masih menangis.
Tangis Reilla pun perlahan mereda, mulut kecilnya sibuk menyedot susu di botol yang telah di buatkan oleh Arya. Arya menimang-nimang Reilla, menepuk-nepuk paha Reilla pelan.
Perlahan mata Reilla mulai terpejam, membuat senyuman di wajah Arya terbit.
Cup
__ADS_1
Arya tersenyum setelah mencium pipi gembul Reilla, tangan Arya terulur mengelus kepala Reilla dengan sayang.
Ia tersenyum sendu ketika melihat wajah Reilla yang sangat mirip sekali dengan Vidya, bahkan Arya merasa iri karna bagian dari Reilla yang mirip dengannya hanyalah mata Reilla dan selebihnya mirip sekali dengan Vidya.
"Tidur ya nak, Ayah sayang kamu Rei." Ucap Arya di sertai kecupan di dahi Reilla yang sudah mulai terlelap.
Perlahan Arya meletakkan Reilla kembali di dalam box bayi, setelah memastikan putri kecilnya itu sudah tidur, Arya kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
[]
Arya mengerjapkan matanya ketika sinar matahari mulai bersinar dan menyinari tepat di wajahnya.
Arya menguap, lalu ia menolehkan kepalanya ke samping.
Mata Arya langsung membulat seketika, tatkala ia tidak menemukan sosok Reilla di sampingnya.
Semalam Reilla terbangun dan tidak mau di tidurkan di dalam box bayinya, Alhasil Arya pun menidurkan Reilla di kasur dan tepat di sampingnya. Tak lupa juga ia beri dua buah guling yang ia letakkan di kiri dan kanan Reilla agar anak itu tetap aman.
Dan pagi ini ketidak beradaan Reilla di sampingnya sontak saja membuat Arya panik bukan main, rasa resah dan khawatir mulai timbul dalam hatinya.
"Ya Allah Reilla." Arya langsung turun dari tempat tidurnya. Ia mencari-cari keberadaan putri nya itu.
"Reil-" ucapan Arya terhenti saat ia melihat Reilla yang sedang tertawa dan sudsh berada dalam gendongan seseorang.
"Astagfiruallah Mamah, aku kira Rei kemana tadi. Aku panik banget pas tau Rei gk ada di samping aku."
Arya bernafas lega, ternyata Reillah tidak hilang melainkan kini sedang berada di dalam gendongan Mamahnya.
"Pa pa pa." Reilla mengulurkan kedua tangannya pada Arya.
"Mau di gendong Ayah ya? Sini sayang, Ayah gendong." Arya kini menggambil alih Reilla dari gendongan Mamahnya.
"Badan kamu makin kurus aja, terus penampilan kamu juga udah kaya orang gk keurus banget nak."
Arya hanya diam dan pura-pura tidak mendengarkan jadi sambil terus fokus menciumi wajah Reilla, membuat Reilla tertawa karna merasa geli.
"Kamu kenapa gk nikah lagi aja sih? Mamah yakin kok banyak perempuan di luar sana yang mau sama kamu."
"Mah kita kan udah pernah bahas ini jadi jangan mulai lagi deh ya," ujar Arya yang menatap jengah pada Mamahnya yang selalu saja meminta dirinya untuk menikah lagi.
"Tapi sayang, kamu gk kasihan sama Rei? Dia butuh sosok seorang Ibu, jadi kamu-"
"Stop Mah! Rei ada aku. Aku bisa kok jadi Ayah sekaligus Ibu untuk Rei, aku juga gk pernah keberatan untuk merawat Rei walaupun sendirian."
Arya mencoba mengatur emosinya yang mengebu karna mendengar ucapan Mamahnya.
"Tapi Arya kamu-"
__ADS_1
"Cukup Mah! Arya gk mau bahas soal itu lagi. Kalau Mamah cuma mau bahas soal menikah lagi lebih baik Mamah pulang aja," Ucap Arya dingin.
"Oke Mamah pulang! Kamu memang selalu keras kepala," Ujar Mamah Arya, lalu setelah mengatakan itu ia pun pergi meninggalkan Arya yang berdiam diri.
"Pa pa pa."
Arya menghela nafasnya saat mendengar celotehan Reilla. Senyuman Arya kembali mengembang, ia mencium kening Reilla lama sambil tersenyum sendu.
"Ayah gk butuh siapapun untuk ngebesarin kamu Rei, termasuk memilih perempuan lain untuk menggantikan Ummah kamu di hidup Ayah, itu rasanya tidak akan mungkin."
"Da da da."
Arya terenyuh saat Reilla menepuk pipi Arya dan mengusap usap air mata Arya yang mengalir di pipi pria itu.
Arya tersenyum ia kembali menghujani Reilla dengan ciuman.
"Ayah sayang Reilla," ujar Arya lirih ia bahkan sudah mau hampir menangis lagi, jika saja gawainya tidak berbunyi.
"Sebentar ya nak Ayah angkat telphone dulu," kata Arya lembut, dan sebelum mengangkat panggilan yang masuk ke gawainya dia kembali mencium pipi Reilla, baru setelah itu mengangkat panggilan yang masuk tersebut.
"Iya baiklah, saya akan segera ke kantor. Kamu siapkan saja semuanya."
Klik
Lalu Arya mematikan panggilan tersebut.
"Ayah harus segera berangkat kerja jadi kita siap-siap dulu ya sayang," seru Arya sambil mengendong Reilla kembali ke kamarnya. Rupanya Arya hendak memandikan Reilla terlebih dahulu sebelum ia pergi ke kantor pagi ini.
Hal itu memang sudah menjadi rutinitasnya selama satu tahun ini, setelah selesai memandikan Reilla dan membuat Reilla nampak semakin cantik kini giliran Arya yang bersiap untuk pergi ke kantor.
Setelah Ayah dan anak itu siap, Arya pun mengendong Reilla masuk ke dalam mobilnya, untuk pergi ke suatu tempat telebih dahulu sebelum Arya berangkat ke tempat kerja.
[]
Ting tong.
"Permisi." Ucap Arya sambil menekan-nekan bel yang ada di depan pintu berwarna abu-abu itu.
Lalu tak lama pintu pun terbuka menampilkan sosok wanita muda yang tersenyum lebar menyambut kedatangan Arya dan Reilla.
"Wahh Rei cantik sudah datang," ujar wanita muda itu sambil tersenyum menatap Reilla yang ada di gendongan Arya.
"Saya mau menitipkan Reilla seperti biasa, karna saya harus segera berangkat ke kantor. Nanti sore setelah pekerjaan saya selesai. Saya akan ke sini lagi untuk menjemput Reilla," kata Arya, dan di balas anggukkan oleh wanita muda itu.
"Rei kamu sama Kakak Nana dulu ya, Ayah mau berangkat kerja. Nanti sore Ayah jemput Reilla," pamit Arya yang menyerahkan Reilla ke gendongan wanita muda bernama Nana itu.
"Dadah sayang, Ayah berangkat dulu ya." Ucap Arya yang melambaikkan tangan pada malaikat kecilnya itu dan di balas celotehan tidak jelas Reilla yang membuat Reilla semakin mengemaskan.
__ADS_1
Setelah memastikan bahwa Reilla sudah aman ia titipkan di tempat penitipan anak, barulah Arya menjalankan mobilnya menuju kantor untuk bekerja.
Assalamu'alaikum semuanya, mohon maaf Zeze semalam gk update karna Zeze ketiduran:") btw ciee Arya jadi PAPAH MUDA eh atau jadi DUDA KEREN?😂. Jangan lupa vote, tekan tanda love dan like serta tinggalkan jejak di kolom komen gaiss😊 See you next part:)