Without You

Without You
[S2] Keperdulian Arya


__ADS_3

Arya merengangkan otot-otot tangannya yang terasa pegal, hari sudah sore dan sudah saatnya bagi Arya untuk bersiap-siap pulang ke rumah. Namun sebelum pulang ke rumah, Arya berniat pergi ke toko kue terlebih dahulu karna hari ini adalah hari ulang tahun Uminya Vidya dan Reilla berencana ingin memberikan kejutan.


Arya masuk ke dalam mobilnya, lalu mulai melaju menuju toko kue langanannya yang memang rasanya sudah tidak perlu tuk di ragukan lagi. Arya yang hendak masuk ke dalam toko kue tersebut pun harus terhenti saat ia melihat sosok Syabil yang sepertinya sedang bertengkar dengan seseorang.


Arya memicingkan matanya mencoba berusaha melihat dengan teliti siapa orang yang sedang berantem dengan Syabil saat ini, mata Arya pun membulat ketika ia melihat sosok Kevin yang juga ada di sana.


Arya masih berdiam diri di tempatnya, ia ingin menghampiri Syabil namun ia lebih memilih untuk tetap diam saja dan berusaha untuk tidak ikut campur dengan urusan Syabil dan kekasihnya itu.


"Lo tuh emang j****g, gk tau diri banget jadi cewek!"


Arya mendengar teriakan Kevin yang terlihat sedang memaki Syabil dengan kata-kata kasar, mata Arya membulat saat Kevin mendorong Syabil hingga gadis itu tersungkur ke aspal jalanan.


Belum sampai di situ Kevin kembali menyuruh Syabil untuk berdiri kembali, setelah Syabil berdiri, Kevin pun kembali menampar wajah Syabil dengan sangat kencang. Arya menutup matanya ia merasa tidak tega melihat Syabil di perlakukan seperti itu oleh Kevin.


Berulang kali juga Arya mendengar Syabil mengucapkan kata maaf namun Kevin yang sudah di kuasai oleh amarah pun tidak perduli dengan ucapan maaf Syabil, entah apa yang menjadi akar permasalahan mereka berdua tapi yang Arya tau apa yang saat ini Kevin lakukan itu adalah sebuah kesalahan.


Karna sudah tak tahan lagi hanya menjadi penonton, Arya pun langsung melangkah menuju ke arah Syabil dan Kevin yang saat ini sedang bertengkar. Suasana saat ini sedang tidak terlalu ramai bahkan orang-orang yang berlalu lalang sedaritadi juga tampak acuh dan tak perduli dengan keadaan Syabil, mereka hanya melewatinya saja. Sangat miris memang.


"Berhenti!" Teriak Arya sambil menahan tangan Kevin yang baru saja terangkat untuk memukul kepala Syabil.


"Lo lagi?! Gk usah ikut campur gue bilang, jangan sok jadi pahlawan deh!" Ucap Kevin tak suka pada Arya yang selalu saja ikut campur dengan urusannya.


"Gue bisa laporin lo ke polisi sekarang juga, lo bisa masuk penjara karna udah mencoba melakukan penganiayaan terhadap pacar lo sendiri," ancam Arya yang membuat Kevin mengerang kesal.


"Inget Syabil kali ini lo bisa selamat, tapi lain kali lo gk akan selamat lagi!" Ucap Kevin yang mengancam Syabil, lalu setelah itu Kevin pun masuk ke dalam mobilnya dan pergi begitu saja meninggalkan Syabil yang terduduk di atas aspal sambil menangis.


"Kamu gk apa-apa? Kita ke rumah sakit ya?" Tanya Arya yang berjongkok di hadapan Syabil.

__ADS_1


Syabil beringsut mundur, Arya tidak tega melihatnya. Gadis itu terlihat begitu ketakutan saat ini, bahkan wajahnya juga sudah banyak di penuhi oleh luka akibat perbuataan Kevin.


"Syabil ... jangan takut saya akan tolong kamu, dia sudah pergi dan sekarang kamu sudah aman," ujar Arya yang berusaha menenangkan Syabil yang masih menangis.


"Kenapa? Kenapa lo lakukan ini?" Tanya Syabil sambil menatap lekat wajah Arya.


"Maksud kamu?" Tanya Arya yang tak mengerti dengan apa yang Syabil maksud barusan.


"Kenapa lo harus perduli sama gue?! Kenapa lo datang dan ikut campur urusan gue dan Kevin? Kenapa?! Gue gk butuh lo buat jadi pahlawan ... hiks, lo justru memperburuk suasana tau gk?!"


Arya yang mendengar hal itu menatap tak percaya pada Syabil, Arya bertanya-tanya pada dirinya sendiri sebenarnya apa yang sudah ia lakukan? Ia hanya ingin menyelamatkan Syabil dari perilaku Kevin yang sangat tidak manusiawi itu tapi apa yang Arya dapatkan saat ini? Syabil malah memarahinya dan menyalahkan dirinya, itu sungguh aneh bagi Arya.


"Mulai sekarang lo jangan pernah perduli sama gue lagi, gue benci sama lo!" Ujar Syabil yang tampak marah pada Arya.


Syabil pun berusaha bangkit walaupun dengan susah payah, Arya yang melihat hal itu berusaha ingin membantunya tapi Syabil justru menolaknya dengan tegas. Saat Syabil ingin pergi, langkahnya tertahan oleh tangan Arya yang saat ini menggenggam pergelangan tangannya.


"Saya gk bisa lepasin kamu gitu aja," ujar Arya yang enggan melepaskan tangan Syabil.


"Mau lo apa sih? Kenapa lo nahan gue buat pergi?!" Teriak Syabil yang sudah merasa muak dengan tingkah Arya.


"Saya perduli sama kamu! Saya gk mau kamu di siksa lagi sama pacar kamu itu, saya gk tega liat kamu terluka," ucap Arya sambil menatap manik mata Syabil dalam.


Syabil juga ikut bersitatap dengan Arya, gadis itu bisa menangkap binar ketulusan yang terpancar dari mata Arya. Perkataan Arya barusan membuat sesuatu di dalam lubuk hatinya bergetar dan terasa menghangat, ada perasaan haru yang menyeruak dari dalam lubuk hati Syabil saat mendengar ucapan Arya barusan.


Ucapan yang terkesan sangat tulus, bahkan terlihat penuh harap. Jika di tatap seperti itu bagaimana mungkin Syabil bisa pergi? Walaupun Syabil ingin melangkah pergi tapi sisi dari dirinya yang lain memintanya untuk tetap di sini bersama dengan Arya.


Syabil tidak sanggup untuk tidak menangis, Arya kebingungan ketika melihat Syabil menangis namun Arya hanya bisa diam memperhatikan. Syabil pun melangkah menghampiri Arya, kini jarak Syabil lumayan dekat dengan Arya. Syabil mendongak untuk bisa menatap wajah Arya, karna tingginya dan tinggi Arya sangat jauh berbeda.

__ADS_1


Sambil terisak Syabil kembali mencari ketulusan dari manik mata Arya, Arya juga ikut menunduk menatap manik mata Syabil. Lalu tanpa Arya duga, Syabil justru memeluk tubuhnya. Tangis gadis itu semakin terdengar pilu, Arya tidak tau apa yang sudah gadis itu alami selama ini namun mendengar tangisan tersebut Arya yakin bahwa gadis itu selama ini sangatlah terluka. Bukan hanya luka fisik namun kejiwaannya juga pasti terguncang karna selalu mendapatkan siksaan dari pacaranya sendiri.


"Gue mohon ... tetaplah begini, sebentar saja," ucap Syabil lirih yang masih berada dalam dekapan Arya.


Arya hanya bisa diam, ia tidak membalas pelukkan Syabil. Namun perlahan tangan Arya terulur untuk mengelus rambut Syabil, Arya melakukan itu untuk berusaha membuat Syabil merasa tenang.


"Semua pasti akan baik-baik saja, percayalah Allah akan selalu membantu kamu," bisik Arya lirih tepat di telinga Syabil.


Bisikan Arya sangat terasa bagi Syabil, membuat tangisan gadis itu semakin menjadi-jadi. Syabil menangis karna ia mulai merenungi dosa-dosanya, selama ini ia akui dirinya sudah sangat jauh dari Sang Pencipta. Syabil selama ini selalu melakukan maksiat dan selalu mengeluh hingga ia lupa bahwa dirinya masih punya Allah yang akan selalu mendengarkan doa hambanya. Karna Allah Maha Pendengar, dia akan selalu mendengarkan doa hambanya yang tulus memohon padaNya.


Syabil lupa akan hal itu, dan untuk pertama kalinya ia kembali menyesal. Menyesali segala hal yang telah ia lakukan selama ini, pria yang ia peluk saat ini sudah menyadarkannya bahwa dia sudah terlalu jauh melangkah hingga akhirnya ia harus kehilangan arah.


"Tolong bantu gue."


Arya bingung saat Syabil berkata seperti itu padanya, Syabil sudah melerai pelukannya dan kini gadis itu sedang menatap Arya dengan mata sembab dan wajahnya yang penuh memar.


"Saya harus bantu apa?" Tanya Arya.


"Bantu gue untuk kembali mengenal Allah," ujar Syabil dengan air mata yang kembali mengalir dari pelupuk matanya. Arya yang mendengar hal itu merasa ikut terharu, perlahan namun pasti Arya menganggukkan kepalanya sambil menyungingkan senyuman.


Syabil sempat tertegun sesaat ketika melihat senyuman Arya, walaupun senyuman Arya hanya senyum tipis saja namun Syabil tidak bisa menampik bahwa senyuman Arya terlihat sangat menawan di matanya.


"Insyallah saya akan bantu kamu untuk berubah," ucap Arya menyanggupi membuat Syabil menyungingkan senyumannya.


Di bawah langit senja, Syabil mulai kembali memantapkan langkahnya. Ia ingin berubah, ia tidak ingin terus-terusan berada pada jalan yang salah.


Di bawah langit senja, Arya mulai merasakan bahwa dirinya sudah mulai menaruh rasa perduli pada gadis di hadapannya ini. Arya juga sudah mulai merasa bahwa ia harus melindunginya dan Arya tidak tega melihat Syabil di sakiti lagi untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


__ADS_2