
Saat ini Arya sedang berhadapan langsung dengan Arkana yang merupakan bawahannya dan sekaligus mata-mata handalnya.
Arya menatap berkas-berkas di tangannya yang telah Arkana berikan, di dalam berkas-berkas itu ada satu buah foto yang Arya bisa lihat dengan jelas raut wajah wanita itu.
Jika di lihat dari foto saja, Arya sudah bisa menyimpulkan bahwa dirinya tidak salah tebak. Wanita itu memang sangat mirip sekali dengan Vidya, tapi yang menganjal dalam fikiran Arya adalah mengapa bisa wanita itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan Vidya bahkan seperti anak kembar.
Setau Arya, Vidya tidak memiliki kembaran tapi apakah hal ini terjadi secara begitu saja dan hanya kebetulan semata? Arya rasa ini bukanlah hanya sebuah kebetulan semata saja.
"Bisa kamu ceritakan dengan jelas siapa sebenarnya wanita itu?" Tanya Arya dan di balas gelengan oleh Arkana.
Arkana belum tau pasti apakah kebenaran yang ia dapatkan ini valid atau tidak, karna jujur saja bagi Arkana sangat sulit untuk bisa mencari tau siapa sebenarnya wanita itu.
"Dimana Dia sekarang?" Tanya Arya yang semakin merasa penasaran.
"Saya akan antar ke sana jika Tuan mau," ujar Arkana pada Arya.
Arya yang mendengar hal itu pun kembali berfikir, lalu akhirnya ia menyanggupi ucapanĀ Arkana untuk pergi menemui wanita yang memiliki wajah mirip dengan Vidya itu.
Di perjalanan Arya hanya diam sambil menatap foto wanita itu di tangannya, wajahnya memang terlihat mirip dengan Vidya namun yang membedakan keduanya hanyalah pakaian yang mereka gunakan. Wanita yang Arya temui di bandara itu tidak memakai kerudung, bahkan pakaiannya cenderung berbeda sekali dengan mendiang Vidya.
Arya memijit pangkal hidungnya, memikirkan hal ini membuat Arya pusing tujuh keliling. Arya kemudian mengeluarkan gawainya, lalu ia mulai menyamakan foto Vidya dan wanita itu dan hasilnya sungguh luar biasa mirip, bahkan mereka berdua terlihat sangat mirip.
"Kita sudah sampai Tuan," ujar Arkana yang sudah menghentikan laju mobilnya.
Arya menatap ke luar jendela, dahinya berkerut ketika tau Arkana membawanya kemana.
"Ini kan klub malam? Kamu kenapa bawa saya ke sini?" Tanya Arya terheran-heran.
"Wanita itu memang bekerja di sini Tuan," ujar Arkana, membuat Arya kaget bukan main.
Arya terdiam, wajahnya menyiratkan keterkejutan yang luar biasa. Ia kembali menatap ke arah bangunan yang sudah lama sekali tidak pernah ia masuki lagi setelah Vidya meninggalkannya, tapi saat ini Arya harus kembali masuk ke sana hanya demi wanita yang memiliki wajah mirip dengan Vidya.
Rasanya Arya enggan masuk ke sana, namun jika terus berdiam diri di luar seperti ini ia rasa ia tidak akan mendapatkan jawaban apapun dari segala pertanyaan yang berlalu-lalang memenuhi kepalanya.
"Haruskah saya masuk ke dalam sana Tuan?" Tanya Arkana yang menatap Arya yang duduk di kursi belakang.
"Biar saya saja yang masuk ke sana," ucap Arya yang sudah bertekad untuk bisa segera mengetahui siapa wanita itu.
Arkana pun tak bisa melarang Bos nya, ia hanya mengangguk patuh dan melaksanakan perintah Arya yang menyuruh dirinya untuk tetap berada di dalam mobil saja.
Arya pun turun dari mobil, tak lupa ia memakai jasnya terlebih dahulu baru setelah itu ia mulai melangkah masuk ke dalam tempat klub malam tersebut.
__ADS_1
Suara dentuman musik yang keras mulai terdengar memasuki indra pendengaran Arya, rasanya sudah lama sekali ia tidak melihat suasana klub malam seperti ini. Bukannya rindu, Arya malah merasa sangat berdosa dan malu akan dirinya yang dulu, yang selalu saja melakukan maksiat.
Karna Arya ingat tujuannya kemari hanyalah mencari wanita itu, Arya mulai mengedarkan pandangannya ke segala arah, berusaha mencari dimana wanita itu berada.
"Ada yang bisa di bantu tampan?"
Arya berjengit kaget saat ia merasakan usapan tangan seseorang tepat di tenguknya, lalu Arya menoleh dan rupanya ada seorang perempuan berpakaian yang sangat minim bahkan cenderung agak terbuka sedang berusaha mengodanya.
"Saya ke sini mencari perempuan ini, apakah anda mengenalnya?" Tanya Arya yang mengeluarkan foto wanita yang mirip Vidya dari dalam dompetnya.
Perempuan yang tadi berusaha mengoda Arya itu pun mulai mengamati foto wanita yang memiliki wajah mirip Vidya itu, kemudian ia menganggukkan kepalanya, Arya yakin sepertinya perempuan itu mengenal wanita yang mirip dengan Vidya ini.
"Anda mengenalnya?" Tanya Arya berusaha memastikan.
"Tentu saja tampan, dia itu pekerja di sini juga. Namanya Shafa."
Arya menganggukkan kepalanya, ia sekarang tau ternyata wanita yang mirip Vidya itu bernama Shafa.
"Tampan mau memesan Shafa ya? Kenapa gk sama aku aja sih tampan? Aku juga bisa kok muasin kamu," ujar perempuan itu yang berusaha mengoda Arya lagi.
"Maaf tapi saya hanya ingin Shafa," ujar Arya membuat perempuan itu berdecak kesal.
"Ada apa ini?" Tanya seorang wanita yang sudah terlihat paruh baya berjalan menghampiri Arya.
"Ah Madam, ini nih si tampan ini nyari Shafa."
Wanita paruh baya yang di panggil dengan sebutan Madam itu pun mengamati Arya dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Arya yang di tatap seintens itu hanya memasang wajah datar andalannya.
"Kamu mau Shafa?" Tanya Madam setelah selesai mengamati Arya.
"Iya saya mau Shafa," ujar Arya yang menganggukkan kepalanya.
"Tapi bayaran untuk Shafa sangat mahal karna dia berbeda daripada yang lainnya, apakah anda sanggup membayarnya?" Tanya Madam lagi sambil menatap Arya lekat.
"Tentu saja saya akan bayar berapapun asalkan saya bisa mendapatkan Shafa malam ini juga," ucap Arya yang memang tidak pernah mempermasalahkan berapa uang yang harus ia keluarkan, asalkan dia bisa bertemu langsung dengan gadis bernama Shafa itu.
"Baiklah, kamu ikut dengan Resti. Dia yang akan mengantarkanmu ke kamar," ujar Madam menyuruh Resti, perempuan yang tadi berusaha mengoda Arya.
Resti menurut dan kemudian ia pun mengantar Arya menuju kamar yang memang sudah di sediakan di dalam klub malam ini.
__ADS_1
"Ini tampan kamarmu, di dalam sudah ada Shafa. Bersenang-senanglah tampan, kalau belum puas kamu bisa kok panggil aku," ujar Resti sambil memainkan jarinya di dada bidang Arya, membuat Arya risih sendiri melihatnya.
"Baik, terimakasih."
Setelah Resti pergi, Arya tidak langsung masuk ke dalam. Ia berdiri di depan pintu kamar tersebut yang katanya sudah ada Shafa di dalam kamar itu, entah mengapa Arya mendadak jadi gugup begini padahal sebelumnya ia biasa saja.
"Silahkan masuk."
Arya tersentak ketika mendengar suara lembut perempuan yang mempersilahkannya untuk masuk ke dalam, Arya menghembuskan nafasnya kemudian tanganya tergerak menarik kenop pintu dan membukanya.
Kriettt
Pintu pun mulai terbuka, Arya mulai melangkah masuk. Setelah masuk ia menutup pintu itu kembali.
Suasana kamar ini pencahayaannya sangat minim sekali bahkan cenderung remang-remang, namun Arya berusaha menguatkan tekadnya. Ia datang ke tempat ini bukan untuk memuaskan nafsunya melainkan untuk bertemu dengan gadis bernama Shafa yang memiliki wajah mirip dengan mediang Vidya.
Suasana di kamar itu memang remang-remang, hanya ada pencahayaan yang berasal dari lilin yang menjadi penerang.
Samar-samar Arya melihat sosok seorang gadis yang duduk di depan cermin, gadis itu sedang membelakanginya. Rambut panjangnya tergerai.
"Shafa?" Panggil Arya agak ragu-ragu, kemudian perelahan gadis yang sedang duduk di depan cermin itu membalikkan badannya.
Mata Arya terbelalak ketika melihat wajah gadis itu secara langsung, wajahnya benar-benar mirip sekali dengan mendiang Vidya. Bahkan walaupun pencahayaan di kamar itu samar tapi Arya bisa tau bahwa wajah itu adalah wajah yang sama persis dengan Vidya.
"Kamu?!" Pekik Shafa terlihat agak kaget dengan kedatangan Arya.
"Kamu yang di bandara itu kan?" Tanya Shafa yang sepertinya berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang ia lihat saat ini tidaklah salah.
"Kamu kenal saya?" Tanya Arya yang menunjuk dirinya sendiri.
Shafa terlihat bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekat ke arah Arya, bahkan sangat dekat membuat tubuh Arya terpojok hingga ke dinding dan tak bisa berkutik lagi.
Shafa mendekatkan wajahnya pada wajah Arya, lalu ia beralih mendekat pada telinga Arya. Tubuh Arya menegang ketika Shafa mulai membisikkan sesuatu di telinganya.
"Tentu ... aku bahkan sangat mengenalmu ... Arya."
Tubuh Arya semakin menegang, ia menela salivanya apalagi ketika melihat raut wajah Shafa dengan begitu jelas dari jarak yang sangat dekat seperti sekarang ini. Kemudian Shafa menjauhkan dirinya dari Arya, membuat Arya dapat bernafas lega.
"Kamu tau darimana nama saya Arya?" Tanya Arya yang akhirnya bisa menanyakan hal itu juga.
Shafa terlihat menyungingkan senyumannya, ia tidak langsung menjawab pertanyaan Arya yang membuat Arya semakin di buat penasaran tentang siapa sebanarnya Shafa ini, mengapa gadis itu bisa tau namanya? Dan kenapa gadis itu bisa sangat mirip dengan Vidya? Entahlah, tapi Arya berusaha mendapatkan jawabannya malam ini juga.
__ADS_1