
Sudah dua minggu lebih tiga hari, Keira tinggal di rumah orangtuanya. Ia merasa sangat nyaman tinggal di sana, apalagi Kakaknya yang sering mengasuh Hana membuat dirinya memiliki banyak waktu luang untuk dirinya.
"Bunda, kayanya Kei harus pulang deh," ucap Keira tiba-tiba pada Bundanya yang juga sedang duduk bersantai bersamanya di halaman belakang.
"Memang harus nak, kamu udah jadi istri orang nak. Gimanapun kamu sudah punya kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang istri," jelas Binar menasihati putrinya lagi.
Keira mengangguk mengucapkan terimakasih dan kemudian ia pamit untuk membereskan pakaiannya untuk dibawa pulang ke rumahnya, Binar menawarkan diri untuk membantu walau sudah Keira tolak namun tetap memaksa ingin membantu putrinya.
Setelah persiapan selesai, Keira dan Hana pamit kepada kedua orangtuanya dan juga Kakak-Kakaknya, mereka semua memberikan semangat pada Keira dan berpesan bahwa pintu rumah mereka akan selalu terbuka lebar untuk Keira dan Hana kapanpun mereka ingin datang.
Keira mengucapkan terimakasih, lalu setelah taksi yang ia pesan tiba. Barulah Keira dan Hana benar-benar pergi meninggalkan rumah Bundanya.
Disepanjang perjalanan, Keira berusaha menenangkan diri dan merangkai kata-kata apa saja yang akan ia katakan pada Rayn nanti yang pasti ia akan meminta maaf terlebih dahulu pada Rayn.
"Sudah sampai Mba," ucap supir taksi tatkala sudah sampai di tempat tujuan Keira.
Keira membayar taksi, lalu turun bersama Hana dan tak lupa ia menurunkan kopernya juga.
Sebelum masuk Keira memandangi rumah yang ia tempati bersama Rayn dan Hana, rasanya ia seperti sudah lama sekali pergi dan ada rasa rindu saat melihat rumah tersebut.
"Ayo nak kita masuk, pasti nanti Ayah kamu kaget ngeliat kita pulang," ucap Keira pada putrinya yang tertawa sepertinya Hana juga ikut bahagia karna sudah pulang ke rumah.
Tok tok tok
"Assalamualaikum," ucap Keira sebelum masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Lalu tak lama pintu terbuka, Keira agak grogi dan bingung mau bilang apa pada Rayn. Namun saat pintu sudah terbuka sepenuhnya, senyuman yang Keira tampilkan mendadak luruh begitu saja.
"Nyari siapa ya Mbak?" Tanya seseorang yang membukakan pintu rumah, orang itu tak lain adalah Nayya yang duduk di kursi roda untuk sementara waktu sampai kakinya sembuh.
Keira tak menjawab, ia hanya diam memandangi wanita di hadapannya yang entah siapa dia dan kenapa bisa ada di rumahnya namun Keira merasa pernah melihat dan bertemu dengannya.
"Mbak? Mbak salah rumah ya?" Tanya Nayya lagi agak bingung juga kenapa perempuan yang ia ajak bicara ini hanya diam memandanginya penuh keterkejutan.
"Rayn," ucap Keira singkat setelah berusaha meredakan keterkejutannya.
"Oh tamunya Rayn, ayo masuk dulu Mbak. Rayn lagi ke luar beli makanan hehe nanti juga balik kok," ujar Nayya memberitahu dimana Rayn berada.
Keira hanya mengangguk lalu duduk di sofa ruang tamu, rasanya kenapa jadi terbalik seperti ini? Keira merasa seharusnya ia tak menjadi tamu dirumahnya sendiri.
Sembari menunggu Rayn datang, Keira mengamati perempuan berkursi roda dihadapannya yang entah siapa dia, apa hubungannya dengan Rayn, dan kenapa ia bisa tinggal di rumah yang jelas-jelas adalah rumah Keira dan Rayn.
"Maaf ya Nay, ternyata mie ayamnya habis jadi aku beliin bakso," ucap Rayn yang baru datang dan sedang sibuk mengantungkan jaketnya dan belum sadar akan kehadiran Keira dan juga Hana.
"Yah, oke gk apa-apa kok," jawab Nayya.
Saat Rayn berbalik, ia langsung mendadak berhenti melangkah. Rayn menatap Keira penuh keterkejutan, namun ada binar senang di matanya saat melihat kepulangan Keira dan Hana.
"Rayn, ini ada tamu katanya mau ketemu kamu," ucap Nayya memperkenalkan Keira dan Hana sebagai tamu.
Keira menatap ke arah Nayya dengan tatapan agak tidak suka, lalu ia menatap Rayn seakan meminta penjelasan tentang apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
"Keira bisa bicara berdua sebentar?" Tanya Rayn yang langsung berjalan menghampiri Keira, Keira mengangguk lalu dia dan Hana yang ada di dalam gendongannya berjalan mengikuti Rayn.
Nayya yang melihat itu hanya bisa diam, dan bingung juga. Dalam hati ia bertanya, siapa perempuan dan anak kecil itu? Apa hubungan mereka dengan Raynnya?
"Perempuan di kursi roda itu namanya Nayya, dia teman kecil saya. Dia yang selama ini selalu ada buat saya, saat saya sedih dan saat saya bahagia. Dia selalu ada, dia yang udah banyak berkorban buat hidup saya, jadi saya membawa dia ke sini karna, Ayahnya berniat ingin membunuh dan menjualnya ke luar negri. Saya gk bisa diam, seseorang yang berharga buat saya disakiti dan disiksa batin serta fisiknya. Jadi saya membebaskan Nayya dan membawa dia ke sini untuk sementara waktu sampai saya menemukan tempat tinggal yang aman untuknya."
Setelah mendengarkan cerita Rayn, Keira jadi merasa iba dengan gadis itu lalu kemudian dia ingat bahwa gadis itu adalah gadis yang sama yang dulu Rayn bawa ke rumah Mamah mertuanya dan gadis itu berhasil membuat Keira kesal karna kedekatannya dengan Rayn.
Namun kini Keira tak merasa kesal lagu justru ia merasa kasihan, gadis seusianya itu harus melalui hal yang menyakitkan, membuat Keira memaklumi apa yang telah Rayn lakukan sebagai seorang sahabat sejak kecil, jika Keira di posisi Rayn ia juga akan menolong gadis itu.
"Kamu mau maafin saya kan? Atas semua hal yang udah saya lakuin ke kamu, saya sudah banyak menyakiti hati kamu," ucap Rayn yang meminta maaf pada Keira untuk kesekian kalinya.
Keira tersenyum lalu tangannya tergerak, menggambil tangan Rayn dan mencium tangan Rayn hal itu membuat Rayn kaget tentunya bahkan ia merasa ada sesuatu dihatinya yang terasa berbeda.
"Maaf ya, maaf gue udah jadi istri yang pembangkang udah ninggalin lo gitu aja selama dua minggu," ucap Keira setelah selesai menyalimi tangan Rayn.
Rayn tersenyum lalu mengeleng dan berkata bahwa ia sudah memaafkan Keira, lalu kemudian keduanya diam dan tertawa entah apa yang mereka tertawakan namun yang pasti mereka berdua kini sudah berbaikkan.
Rayn menggambil alih Hana dari gendongan Keira, ia menciumi pipi gembul Hana. Keira hanya tersenyum melihatnya, lalu kemudian keduanya bermain bersama Hana. Rindu Rayn pada Hana dan Keira selama dua minggu itu kini sudah berhasil terobati setelah melihat keduanya baik-baik saja.
Namun keduanya tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedaritadi mendengar dan melihat semua yang dilakukan Rayn dan Keira.
Orang itu adalah Nayya, yang sudah meneteskan air mata saat tahu kebenaran bahwa Rayn sudah menikah dan bahkan memiliki seorang anak.
Nayya semakin dilanda ketakutan, ia takut jika suatu saat nanti Rayn akan menghilang dan meninggalkannya sendirian, Nayya takut Rayn akan jauh darinya.
__ADS_1
Namun Nayya tak akan membiarkan itu terjadi, bagaimanapun caranya ia harus bisa memenangkan Rayn karna bagi Nayya, Rayn hanya tercipta untuk dirinya.