
Tidak hanya menjelaskan perihal Nayya ke Keira, namun Rayn juga menjelaskan perihal siapa Keira kepada Nayya.
Saat ini Rayn sedang duduk berdua bersama Nayya, gadis itu memasang tampang biasa saja seolah-olah ia belum tahu kebenarannya padahal ia sudah tahu karna sudah mendengarnya tadi.
"Nay, jadi perempuan tadi itu namanya Keira. Dia istri aku, dan anak kecil itu namanya Hana, dia anak yang orang tuanya aku bunuh saat tugas," jelas Rayn menatap ragu pada Nayya apakah gadis itu dapat menerima kenyataan ini atau tidak.
"Kamu udah bohongin aku Ray."
Rayn menghela nafas gusar, Nayya sepertinya kecewa pada dirinya karna sudah merahasiakan semuanya dari gadis itu selama ini.
"Kamu bilang, kamu cuma punyaku lalu kamu bilang di dunia kita hanya ada aku dan kamu. Lalu kenapa sekarang mendadak menjadi ramai?" Tanya Nayya jelas sekali terlihat dari air mukanya bahwa gadis itu begitu kecewa pada Rayn.
"Nay, aku sama Keira dijodohin sama Mamah, aku gk bisa nolaknya kamu tau sendiri aku cowok lemah yang gk pernah bisa menolak hal yang gk aku inginkan sekalipun."
"Kamu cinta sama dia?" Serang Nayya tiba-tiba membuat Rayn terkejut dan bingung harus menjawab apa pasalnya ia juga tidak tau apa jawaban dari pertanyaan Nayya barusan.
"Aku gk tau Nay, perasaan aku ke dia cuma sebatas tanggung jawabku sebagai suaminya saat ini," jawab Rayn jujur.
Nayya mengangguk lalu tersenyum tipis pada Rayn, tangan kirinya bergerak menggambil tangan Rayn ke dalam genggamannya.
"Rayn, kamu janji sama aku kalau kamu gk akan pernah tinggalin aku sendirian lagi. Aku ... aku takut Rayn," ucap Nayya dengan suara bergetar dan meneteskan air mata.
"Nay, aku gk akan tinggalin kamu sendirian lagi, aku udah janji bahwa aku akan jaga kamu selamanya dan aku bakalan tepatin janji itu Nay."
Nayya tersenyum mendengarnya, hatinya merasa lega mendengar penuturan Rayn. Kemudian Rayn langsung membawa Nayya ke dalam dekapannya, Rayn sudah berjanji pada dirinya ia tak akan menyakiti hati Naya, ia akan melindungi gadis itu dan akan memastikan bahwa Nayya akan baik-baik saja bersamanya.
Keira hanya diam di balik tembok tatkala melihat Rayn dan Nayya berpelukkan, Keira berusaha mengatakan pada dirinya bahwa Rayn melakukan itu hanya karna Nayya adalah sahabat masa kecilnya, Keira tak akan menghalangi kedekatan diantara keduanya. Bagaimanapun jika difikir lagi, Nayya sudah banyak menderita sejak dulu. Membayangkan disiksa bahkan hendak dijual oleh Ayahnya sendiri saja membuat Keira merasa sangat iba pada gadis itu, sama seperti Rayn, Keira juga akan berusaha memakluminya, mungkin Nayya memang sangat membutuhkan Rayn jadi Keira fikir ia tak boleh menjadi egois saat ini.
"Maaf ganggu, makan malamnya udah siap," kata Keira yang memang tadi mencari Rayn dan Nayya untuk mengajak mereka makan malam bersama sekaligus berkenalan secara langsung.
Rayn segera melepas pelukkannya pada Nayya, ia juga terlihat menjaga jarak dari Nayya dan Nayya menyadari hal itu.
"Iya, ayo masuk Nay kita makan malam bersama," ajak Rayn pada Nayya yang hanya membalas dengan anggukkan kepala saja.
Kini di sinilah mereka bertiga, makan bersama dalam satu meja. Rayn agak canggung dalam situasi seperti ini, namun saat melihat Keira nampaknya gadis itu tak begitu canggung sama sekali. Rayn menghela nafas pelan, berusaha mengatur dirinya sendiri agar tidak terlalu canggung duduk diantara dua wanita yang dua-duanya penting bagi hidupnya saat ini.
Rayn mendadak tegang saat Keira dan Nayya sama-sama hendak menyendokkan nasi untuknya, namun akhirnya Keira mengalah gadis itu menyerahkannya pada Nayya.
"Kamu paling suka ayam bakar, jadi aku ambilin Ayam bakar buat kamu," ucap Nayya lalu menyerahkan piring berisi nasi dan Ayam bakar pada Rayn.
__ADS_1
"Sayurannya gk pakai?" Tanya Keira yang melihat piring Rayn hanya ada ayam bakar saja.
"Rayn gk suka sayur," jawab Nayya memberitahu Keira.
"Nggak kok, udah suka sekarang," balas Rayn kemudian menyendokkan sendiri sayuran ke dalam piringnya.
Nayya membelalakkan matanya, setahu dirinya Rayn tidak menyukai sayuran lantas mengapa sekarang dia menyukai sayuran? Kemudian Nayya merasa keberadaan Keira yang membuat Rayn berubah, segala hal yang dulu ia ketahui tentang Rayn perlahan banyak berubah.
Lalu ketiganya mulai menyantap makanan dalam diam, tidak ada yang bersuara bahkan Keira yang sebelumnya berencana ingin berkenalan langsung dengan Nayya mengurungkan niatnya dan mungkin ia akan berkenalan dengan Nayya langsung setelah selesai makan.
"Saya sudah selesai, saya mau ke kamar Hana dulu untuk bermain dengannya," pamit Rayn yang di balas anggukkan kepala oleh Keira dan Nayya.
Kini tinggal Keira dan Nayyalah yang tersisa, keduanya sudah selesai makan namun tak ada yang berniat membuka percakapan terlebih dahulu sepertinya.
"Kita belum berkenalan, perkenalkan nama saya Keira. Saya ada di sini karna saya dan Rayn sudah menikah," ucap Keira memperkenalkan diri sekaligus alasan keberadaannya di rumah ini.
Nayya awalnya hanya diam, di dalam hati ia semakin merasa tak suka dengan Keira.
"Nama saya Nayya, saya ada disini karna Rayn yang membawa saya ke sini," balas Nayya memperkenalkan diri jua.
"Iya saya tahu, kamu adalah sahabat masa kecil Rayn kan? Dia sudah menceritakan semuanya pada saya," jelas Keira sambil tersenyum ramah.
"Kamu mau kemana Nayya?" Tanya Keira ketika Nayya yang sepertinya hendak pergi bersama kursi rodanya.
"Mau istirahat dikamar," ucap Nayya tanpa menoleh sedikitpun setelahnya ia pergi begitu saja meninggalkan Keira sendirian di meja makan.
Entah perasaan Keira saja atau memang benar, sepertinya Nayya tidak menyukai Keira namun Keira berusaha menepis fikiran negatif itu ia berusaha mengatakan pada dirinya bahwa mungkin memang Nayya sedang lelah dan ingin segera istirahat mengingat kondisi gadis itu yang memang sedang sakit.
Keira tak mau ambil pusing, ia membereskan meja makan malam kali ini sendirian, setelah semuanya selesai Keira melangkah ke kamar Hana namun saat sampai di depan pintu kamar tidak terdengar suara Hana maupun Rayn padahal katanya tadi Rayn ingin bermain dengan Hana.
Saat masuk ke dalam kamar barulah pertanyaan dibenak Keira terjawab, rupanya Hana dan Rayn sudah tertidur pulas di atas karpet dengan dikelilingi mainan yang masih berserakkan.
Hana tertidur di atas badan Rayn yang tangannya sedang memeluk Hana, Keira tersenyum melihat pemandangan itu. Lalu tangan Keira bergerak perlahan untuk menurunkan Hana dari atas tubuh Rayn sepelan mungkin agar keduanya tidak bangun.
Setelah berhasil menaruh Hana di tempat tidurnya, Keira duduk di sebelah Rayn yang masih tidur di atas karpet, Keira mengamati wajah pulas Rayn.
Lumayan lama Keira mengamati wajah Rayn, entahlah Keira merasa tenang saja saat memandangi wajah Rayn seperti ini.
Keira akhirnya memutuskan untuk merebahkan dirinya di sebelah Rayn, ia menghadap ke arah Rayn kemudian lambat laun rasa kantuk menyerang dan akhirnya Keira pun tertidur pulas juga sama seperti Rayn yang sudah lebih dahulu tertidur pulas.
__ADS_1
....
Rayn terbangun saat mendengar suara adzan subuh berkumandang, saat ia membuka matanya dengan sempurna ia melihat ada sosok Keira yang tertidur di sampingnya.
Manik mata Rayn memperhatikan wajah pulas Keira sambil mendengarkan suara adzan berkumandang, entahlah rasanya begitu menenangkan.
Wajah Keira terlihat begitu cantik saat tengah tidur seperti ini, Rayn tidak pernah menyangka kenapa bisa diberikan seorang istri yang baik sepertu Keira oleh Tuhan padahal dirinya adalah manusia hina yang tugasnya adalah menghabisi nyawa manusia.
Setelah suara adzan subuh selesai dan berganti dengan iqamah, barulah Rayn mulai membangunkan Keira untuk salat subuh.
"Sudah subuh," ucap Rayn saat Keira sudah bangun dari tidurnya.
Keira merubah posisinya menjadi duduk begitupun dengan Rayn, Keira mengucapkan terimakasih pada Rayn sudah membangunkannya. Rayn hanya mengangguk sambil tersenyum saja membalas ucapan Keira.
"Saya ikut salat subuh juga," ujar Rayn membuat langkah Keira yang hendak ke luar dari kamar Hana pun jadi terhenti lalu berbalik badan menatap Rayn meminta penjelasan atas apa yang ia dengar barusan.
"Kamu gk salah dengar, saya juga akan ikut salat subuh bersama kamu, saya yang akan memimpin salat," kata Rayn mengulangi dan memperjelas ucapannya.
"Masyaa Allah, Tabarakallah, Alhamdulillah," seru Keira dengan mata berkaca-kaca penuh haru menatap Rayn tak percaya atas apa yang ia dengar namun ia juga tak bisa mengelak bahwa Keira begitu bahagia mendengarnya.
Akhirnya Keira dan Rayn mulai menunaikkan salat subuh bersama, dengan Rayn yang memimpin salatnya.
Keira merasakan hatinya menghangat saat mendengar suara Rayn membacakan bacaan salat, walau masih belum terlalu lancar namun Rayn setidaknya sudah berusaha dan Keira senang akan hal itu.
Dalam hati Keira mengucapkan beribu rasa syukur kepada Allah karna sudah mengerakkan hati Rayn, dan memberikan Rayn kekuatan untuk berubah menjadi lebih baik lagi.
Keira senang sekali, ia bahkan mengucap rasa syukur berulang kali di dalam hatinya.
Setelah selesai salat, Keira langsung menyalimi tangan Rayn yang sudah duduk berhadapan dengan Keira.
"Terimakasih Rayn, terimakasih sudah mau jadi imam salat aku hari ini," ujar Keira dengan penuh haru.
Rayn tersenyum kemudian tangannya bergerak mengusap puncak kepala Keira yang masih tertutupi mungkena dengan lembut.
Keira dan Rayn tidak tahu bahwa ada Nayya yang sudah bangun dan melihat kedekattan Rayn dan Keira yang baru selesai menunaikkan salat subuh, Nayya awalnya hanya mencari keberadaan Rayn namun ia tidak menemukannya dan akhirnya ia tidak sengaja mendengar suara Rayn yang memimpin salat tadi.
Namun dilain sisi Nayya juga senang, ternyata Rayn sudah berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya, sepertinya semenjak Rayn bersama Keira, gadis itu membawa dampak positif ke dalam hidup Rayn.
Tapi tetap saja di sisi lainnya, Nayya merasa bahwa Keira sudah merebut Rayn darinya. Ia takut sewaktu-waktu Rayn tak lagi sayang padanya dan akan meningglkannya.
__ADS_1
Nayya mengelengkan kepala membayangkannya saja sudah membuat ia takut bukan main, Nayya akan berusaha agar Rayn tetap perhatian dan sayang padanya, karna Rayn sudah berjanji bukan akan selalu ada untuknya?